DRAGAN DJUKANOVIC : “Wasit, Masalah Terbesar Sepakbola Indonesia, Bukan Pelatih, Bukan Pemain”

DRAGAN DJUKANOVIC

Wasit, Masalah Terbesar Sepakbola Indonesia, Bukan Pelatih, Bukan Pemain

Djukanovic bukan sekali ini saja ia prihatin dengan kualitas wasit Indonesia. Sebelum pertandingan, ia juga mengaku bahwa di Indonesia sulit meraih kemenangan pada pertandingan tandang karena faktor wasit. (foto : goal.com | pusamania.com)

Monday, 19/09,2016

KEMENANGAN yang diraih anak asuhnya pada saat laga kontra Arema Cronus tak membuat Dragan Djukanovic berkenan dengan kinerja wasit. Pelatih Pusamania Borneo FC (PBFC) ini menilai wasit masih merupakan masalah terbesar di sepakbola Indonesia.

“Saya bermain sepakbola sejak usia 17 tahun. Saya juga sempat bermain di klub-klub besar dan kompetisi papan atas di Eropa. Wasit di Indonesia merupakan masalah terbesar sepanjang karir saya ,” ujar Djukanovic.

“Wasitlah yang jadi masalah terbesar di sepakbola Indonesia. Bukan pemain atau pelatih,” sambungnya.

Menurut Djukanovic, buruknya kualitas wasit berimbas pada buruknya kualitas kompetisi. Padahal, kompetisi merupakan ajang penyemaian pemain-pemain untuk memperkuat tim nasional.

“Jika PSSI tidak berbuat apapun terhadap kualitas wasit, maka Indonesia akan tetap terpuruk di peringkat FIFA, seperti saat ini,” tuturnya.

Sebelumnya, PBFC sukses memenangi laga pekan ke-16 mereka kontra Arema Cronus. Pada laga yang dihelat di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (20/08) ini, Pesut Etammenang 2-1 melalui gol Jad Noureddin dan Jefri Kurniawan. Sedangkan, gol semata wayang Arema Cronus dicetak Cristian Gonzales.

Pada laga ini, kedua kubu kerap melancarkan protes keras pada putusan-putusan wasit Faulur Rosy. Bahkan, kubu Arema Cronus juga menyoroti kepemimpinan asisten wasit 1, Dadang Sutisna, yang menilai gol penyeimbang Gonzales pada menit 62 tidak sah karena penyerang gaek tersebut telah berada di posisi offside sebelumnya.

Kemudian, Dragan Djukanovic dan timnya di laga ke-17 menahan imbang Sriwijaya FC, disusul membantai Bali United 4-0, dilanjutkan dengan membungkam Persiba 1-0 di kandang Persiba. Pada 30 September nanti, Pusamania baru memasuki laga ke-19, ketika harus menjamu Madura United di Stadion Segiri, Samarinda.

Sementara itu, Djukanovic menegaskan bahwa bukan sekali ini saja ia prihatin dengan kualitas wasit Indonesia. Sebelum pertandingan, ia juga mengaku bahwa di Indonesia sulit meraih kemenangan pada pertandingan tandang karena faktor wasit.

“Wasit adalah masalah paling besar. Namun kita tak bisa berbuat apapun,” tandasnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s