11/02/2017 Bhayangkara FC Vs PS TNI (2-1)

Presidents Cup In Indonesia
(15:00 WIB Indosiar)
11/02/2017
Bhayangkara FC Vs PS TNI

Bhayangkara FC (1) @1.50
Bhayangkara FC -1 @1.89
PS TNI (X2) @2.50
PS TNI +1 @1.89
Over 2.5 @1.70
Under 2.5 @2.10

Netral Venue Stadion Kanjuruhan Malang

Bhayangkara FC:

Bhayangkara FC akan bermain lebih terbuka dibandingkan ketika dikalahkan Arema di laga perdana.

Bhayangkara FC mengisyaratkan bakal mengubah gaya bermain mereka kala menghadapi PS TNI di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (11/02). Mereka kemungkinan bakal tampil lebih trengginas dan berinisiatif dibanding ketika menghadapi Arema FC pada laga pertama lalu.

Bhayangkara FC merupakan salah satu tim dengan pemain muda terbanyak di Liga 1. Selain eks penggawa Timnas U-19 yang memenangi Piala AFF U-19 2013 lalu, Bhayangkara FC juga diperkuat sejumlah pemain muda, yang berstatus anggota kepolisian.

Last match Lose 2-0 from Arema more lose is because their regular player “Putu Gede Juni Antara” get red card, di match tersebut sebenarnya Bhayangkara sudah bermain sangat baik, perubahan terlihat ketika 1 pemain Bhayangkara mendapatkan 1 Red card.

Bhayangkara FC juga sudah memastikan mendapatkan servis dari gelandang senior Firman Utina untuk satu tahun ke depan. Tiga nama yang sudah tersisih dari skuad adalah Maldini Pali, Hendra Sandi dan Indra Permana.

Pasukan muda Bhayangkara diisi pemain-pemain muda yang potensial seperti Evan Dimas. Dalam laga lawan Arema, memang terlihat para pemain muda mereka kurang siap dalam hal mental. Namun saat berhadapan dengan PS TNI yang sama-sama menerapkan pemain muda, mental Bhayangkara bisa menjadi kunci bagi permainan McMenemy Boys.

Otavio Dutra di sektor pertahanan dan Lee Yoo-joon asal Korea Selatan di lini tengah.

Evan mengatakan, duel melawan PS TNI menjadi laga hidup-mati bagi Bhayangkara FC bila ingin melaju ke perempat-final. Kendati tidak terlalu memedulikan hasil akhir, Evan bertekad ingin memberikan yang terbaik.

kemungkinan Firman bakal dijajal pada laga kedua Grup 2 Piala Presiden 2017 kontra PS TNI, Sabtu (11/2/2017). The Great Alligator ingin angak penuh agar peluang lolos ke perempar final kembali terbuka.

Manajemen BFC melalui asisten manager AKBP Sumardji mengatakan Evan Dimas dkk harus berjuang lebih keras agar bisa mendapatkan poin sempurna. Kebetulan lawan yang akan dihadapi nanti, secara teknis kekuatannya masih di bawah BFC.

Bhayangkara FC mengusung kepercayaan diri tinggi. Sebab, mereka sudah bisa menurunkan dua pemain asing seleksi, Han Hong-kyu dan Raphael Lima Camara (striker/Brasil).

Selain dua pemain tersebut, mereka juga mendapat amunisi baru pada diri Firman Utina. Dengan pengalaman serta kemampuan gelandang senior yang pernah menjadi langganan timnas ini, kubu Bhayangkara FC percaya kekuatan tim bakal bertambah.

Firman diharapkan bukan hanya mampu memimpin para pemain muda Bhayangkara FC, tetapi juga memberikan kontribusi besar pada tim. Minimal, dengan kematangan dan kualitas tekniknya, Firman diharapkan bisa menjadi dirigen yang bisa mengatur ritme dan tempo permainan Bhayangkara FC.

Missing player: Thiago Furtuoso Dos Santos (Cidera), and Putu Gede Juni Antara (Regular DF, suspend get red card)

Probably Bhayangkara FC: Wahyu Tri Nugroho; Fatchu Rohman, Indra Kahfi, Otavio Dutra, Dany Saputra; Evan Dimas, Zulfiandi; Alsan Sanda, Firman Utina, Ilham Udin; Jajang Mulyana

PS TNI:

Last match lose 1-0 in last minute 92″ from Persija,

Membidik kemenangan demi lolos ke babak delapan besar, Mustaqim akan meminta Manahati Lestusen dan kawan-kawan untuk tampil terbuka. Karakter permainan militan yang selama ini menjadi ciri khas PS TNI akan tetap dipertahankan.

“Kami akan tetap bermain dengan karakter PS TNI. Bermain militan dan menyerang,”

timnya bakal mempertahankan ciri khas permainan, Mustaqim menyebut akan ada sejumlah perubahan dalam cara bermain Dimas Drajad dan kawan-kawan. Mereka dituntut lebih tajam lagi dalam memanfaatkan peluang yang didapat.

“Pada pertandingan kemarin, kita menyerang sepanjang pertandingan tapi tak bisa jadi gol. Evaluasinya ada pada penyelesaian akhir. Kita harap agar pemain lebih berani menusuk ke dalam,” tutur eks penggawa Persebaya Surabaya ini.

PS TNI akan tetap meragakan karakter permainan, serta tampil lebih menyengat.

Pelatih PS TNI Mustaqim menganggap matchday kedua Grup 2 Piala Presiden 2017 melawan Bhayangkara FC, Sabtu (11/2) sore WIB, sebagai pertandingan sarat gengsi, karena bercokolnya sejumlah pemain eks timnas Indonesia U-19.

Duel ini akan menentukan nasib PS TNI untuk menjaga peluang ke perempat-final. Kekalahan bisa membuat The Army masuk kotak, karena sebelumnya mereka menyerah 1-0 dari Persija Jakarta. Kondisi serupa juga dialami Bhayangkara FC.

Mustaqim menambahkan, ia bakal menerapkan rotasi pemain di laga nanti. Kebijakan itu sebagai bagian dari rencananya untuk mendapatkan pemain yang ideal bila anak asuhnya mendapat cedera atau terkena akumulasi kartu di kompetisi resmi.

“Ini adalah ajang uji coba menghadapi liga 1 nanti, sekaligus seleksi yang positif. Kami mesti mematenkan pemain yang ada, dan saya juga mencoba beberapa pemain dengan rotasi sebagai antisipasi sewaktu-waktu ada pemain cedera atau akumulasi kartu. Tapi saya akan lihat situasi terakhir pemain,” beber Mustaqim.

PS TNI kemungkinan akan menerapkan rotasi seperti disampaikan sang pelatih, Mustaqim. “Rotasi penting karena kami ingin menguji skema permainan untuk Liga 1 nanti,” kata Mustaqim.

Probably PS TNI: Teguh Amiruddin, Andy Setyo Nugroho, Muhammad Abduh Lestaluhu, Rinto Ali, Ade Jantra, Ibrahim Conteh, Mamadou Hady Barry, Manahati Lestusen, Muhammad Kasim Slamat, Ahmad Nufian Dani, Muhammad Dimas Drajat

2-1 1-1

 

REVIEW -2

PS TNI harus menyelesaikan laga dengan sepuluh pemain setelah Ibrahim Conteh diusir ke luar lapangan.

Bhayangkara FC menjaga peluang lolos ke perempat-final Piala Presiden 2017 setelah dalam matchday kedua Grup 2 memetik kemenangan 2-1 atas PS TNI di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (11/2) sore WIB.

Hasil ini membuat Bhayangkara FC mengumpulkan nilai tiga dari dua laga, menyamai raihan poin Arema FC dan Persija Jakarta. Kedua tim terakhir baru menjalankan laga malam ini. Sedangkan PS TNI menempati posisi juru kunci tanpa raihan poin.

Babak pertama

Duel antara Bhayangkara FC dan PS TNI berlangsung sengit sejak peluit kick-off ditiupkan wasit. Kedua tim yang membutuhkan kemenangan untuk menjaga asa ke perempat-final menerapkan permainan terbuka.

Kendati demikian, Bhayangkara FC mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Sejumlah peluang diperoleh anak asuh Simon McMenemy ini melalui Antoni Putro Nugroho dan Dendy Sulistyawan, namun tidak membuahkan hasil.

Setelah mendapatkan beberapa peluang, upaya Bhayangkara FC untuk membuka keunggulan akhirnya terwujud pada menit ke-28. Umpan silang Dendi Sulistyawan diselesaikan dengan tandukan Jajang Mulyana yang tak bisa dibendung Ravi Murdianto.

PS TNI meningkatkan permainan mereka setelah tertinggal satu gol, dan mampu menyamakan kedudukan di menit ke-37. Pelanggaran Alsan Sanda terhadap Ade Tjandra di kotak penalti membuat wasit menunjuk titik putih. Kapten tim Manahati Lestusen yang dipercaya sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan baik.

Namun Bhayangkara FC cepat bangkit, dan kembali mengungguli PS TNI selang dua menit kemudian. Tendangan bebas Evan Dimas ke pojok kanan gawang tak bisa dijangkau Ravi. Skor 2-1 ini bertahan hingga babak pertama berakhir.

Babak kedua

PS TNI yang tertinggal satu gol langsung tancap gas saat babak kedua dimulai. Serangan bertubi-tubi dilancarkan tim besutan Mustaqim ini untuk menyamakan kedudukan. Permainan agresif PS TNI ini membuat Bhayangkara FC berada dalam tekanan.

Kendati mampu memaksa barisan belakang Bhayangkara FC keteteran, PS TNI tidak berhasil mengubah papan skor. Penyelesaian akhir yang buruk dan terburu-buru membuat kiper Wahyu Tri Nugroho tidak terlalu bekerja keras.

Selepas laga berjalan satu jam, Bhayangkara FC mulai keluar dari tekanan PS TNI. Sejumlah serangan coba dibangun tim kepolisian ini guna memperlebar keunggulan, tapi mengalami kesulitan menembus pertahanan PS TNI yang tampil lebih solid di babak kedua ini.

Selain itu, Bhayangkara FC mencoba melepaskan umpan lambung, namun dapat dipatahkan barisan belakang The Army. Hingga laga berjalan 75 menit, praktis tidak ada peluang berbahaya yang mengancam kiper kedua tim.

Tiga menit menjelang laga berakhir, PS TNI harus bermain dengan sepuluh orang, karena Ibrahim Conteh mendapatkan kartu kuning keduanya, sehingga harus meninggalkan lapangan. Skor 2-1 pun akhirnya menutup pertandingan.

Berikut susunan pemain kedua tim:

Bhayangkara FC: Wahyu Tri Nugroho; Otavio Dutra, Indra Kahfi, Dany Saputra, Lee Yujun, Antoni Putro, Dinan Javier, Alsan Sanda, Evan Dimas, Jajang Maulana, Dendy Sulistiyawan.

PS TNI: Ravi Murdianto; Rinto Ali, Manahati Lestusen, Andy Setyo, Abduh Lestaluhu, Ade Jantra, Wawan Febrianto, Ibrahim Conteh, Roni Sugeng, Mamadou Barry, Dimas Drajat.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s