16 April 2017 Madura United Vs Bali United = 2-0

16 April 2017
Kick-off 15:00 (UTC+07:00)
Indonesia Liga 1
Madura United Vs Bali United

Madura United -1.25 @2.09
Bali United +1.25 @1.75
Over 2.75 Goals @2.02
Under 2.75 Goals @1.90

Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan Madura.

Madura United:

“Our target now is in the top three,” said president and owner of United, Achsanul Qosasi. This is not a tidy target With team material like in last season ISC-A course, Madura. Can finish in third place with a record never beat big teams like PSM, Persipura, or Persib.

MU This season looks to have players with better material such as: Peter Odemwingie, Greg Nwokolo, Bayu Gatra, Fabiano Beltrame, Radouanne Zerzouri and Engelberd Sani.

MU in League 1 looks more qualified, Fachruddi thicken the wall in the heart of defense with Fabiano Beltrame, while Greg Nwokolo and Guy Junior ready to terrorize the opponent’s back line.

Do not forget also the figure of marquee player classmate “Peter Odemwingie”. Ex West Bromwich Albion

HEAD COACH Madura United FC, Gomes Oliviera rate Peter Osaze Odemwingie, marquee player of Madura United, has excellent skills, in addition to his undoubted experience in the world football scene. “Odemwingie’s arrival is very positive because other players are motivated to show their quality. He has experience that can help Madura United is stronger, ”

“He (Odemwingie) looks very familiar with other players, I think there is no problem in the field,” said Gomes. Madura United supporters really want to see the appearance of the marquee player, world-class stars, who sincerely defend Madura United this. Loss if not see the first appearance

Missing player: Hery Prasetyo (Regular 1st GK), and Fredi Isir (both player Suffered an injury)

Probably Madura United: Angga Saputra (2nd GK); Fabiano Beltrame, Fachruddin Wahyudi Aryanto, Rifad Marasabessy, Andik Rendika Rama; Rizky Dwi, Redouane Zerzouri, Slamet Nurcahyono, Saldi, Bayu Gatra; Peter Odemwingie

Bali United:

Bali United have a number of quality players in this league 1 : Jabes Roni, Abdul Rahman, Hasim Kipuw, Muhammad Taufiq, Marcos Flores and also Irfan Bachdim.

Coach Bali “Hans Peter Schaller” admitted there is no problem with the upcoming game schedule in League 1 2017. He also did not worry if his team had to play under the scorching weather.

Physical training program implemented by Hans Peter since the last two months seems to have started to bear fruit. Appearance of high pressing for 90 minutes when serving Persib Bandung in trial match and win 1-2 become evident if Bali United team staminanya started great.

“Currently we are in great shape and we have no obstacles with our players’ stamina and mental matches as well,” said Peter.

Bali United is scheduled to fly to Madura on Friday afternoon. To smooth the plan to keep the momentum of victory on his team, Peter brought 23 players to Madura. “We are leaving with our best squad, we are optimistic to achieve good results.

sebanyak 23 Pemain Bali united ke Madura:
GK: I Made Wardana, Wawan Hendrawan, and Alfonsius Kelvan.
CD: Ahn Byung Keon, Abdul Rahman, Agus Nova and Ngurah Nanak.
RD/LD: Hasim Kipuw, Dias Angga, Made Andhika, and Ricky Fajrin.
MF: Fadil Sausu, Marcos Flores, and I Gede Sukadana
MR/ML: Samsul Pelu, Yabes Roni, and Miftahul Hamdi.
FW: Irfan Bachdim, Sylvano Comvalius, I Made Adi Wirahadi and Azka Fauzi Wibowo

Doubtfull player: Ahn Byung Keon (Injury, but he was still go to the madura).

Probably Bali United: Kadek Wardhana; Abdul Rahman, Ricky Fajrin, Dias Angga, Agus Nova; Fadil Sausu, Marcos Flores, I Gede Sukadana, Miftahul Hamdi, Samsul Pellu; Sylvano Comvalius

2-1 1-2

Over 2.5 Goals

2-0 (LOSE)

Bali United Berambisi Tekuk MU dengan Permainan Kolektif

Menjelang laga perdana pada Liga 1 kontra Madura United pada Minggu (16/4/2017) nanti, Bali United terus mematangkan skema permainannya. Pelatih Bali United Hans Peter Schaller mengatakan dirinya saat ini fokus memantapkan kolektivitas permainan Irfan Bachdim dkk.

“Hingga sebelum pertandingan nanti, kami akan terus melatih kolektivitas permainan tim kami. Kami ingin mengalahkan Madura dengan permainan kolektif,” kata Peter, Rabu (12/4/2017).

Peter sadar jika Madura United memiliki pemain dengan skill individu yang luar biasa. Hal itulah yang menjadi alasan baginya untuk lebih memantapkan kerja sama tim agar bisa meraih hasil maksimal di laga perdana Liga 1.

“Madura punya banyak pemain berkualitas di semua lini. Jadi untuk meladeni mereka, saya pikir mau tidak mau kami harus bermain secara tim,” tambahnya.

Meski demikian, pelatih asal Austria mengaku tidak gentar melawan tim bertabur bintang seperti Madura United. Dia tetap berkeyakinan jika kehadiran satu dua pemain bintang tidak akan mampu mengalahka tim yang bermain secara bersama-sama.

“Saya tahu Madura United mengandalkan Fabiano, Greg dan Odemwinge. Tapi kami akan berusaha mengalahkan mereka dengan cara bermain seperti yang kami tanpilkan saat mengalahkan Persib waktu itu,” kata Hans.

Update Transfer Indonesia Liga 1 2017: Marquee Player

Sepanjang sejarah bursa transfer sepakbola Indonesia, bisa jadi bursa transfer kali ini menjadi yang paling bersejarah. Lumrah saja karena sejumlah nama besar masuk mewarnai kompetisi Liga 1 yang akan dimulai dalam hitungan hari.

Pemain-pemain asing yang pernah merumput di Premier League seperti Michael Essien, Carlton Cole dan Peter Odemwingie datang membawa angin segar bagi persepakbolaan nasional. Mereka didatangkan oleh Persib Bandung dan Madura United. Hal ini kemudian membuat PSSI kembali merevisi peraturan terhadap marquee player yang semula hanya dijatah satu menjadi lima pemain.

Usaha mendatangkan marquee player pun diikuti oleh Borneo FC yang mendatangkan Shane Meltz, striker tim nasional Selandia Baru di Piala Dunia 2010 silam. Meski usianya sudah menginjak kepala tiga, namun ia dinilai masih mampu memberikan andil siginifikan terhadap Pesut Etam.

Bergeser ke sisi timur pulau Jawa, kita mendapati Persela Lamongan yang baru saja sukses melabuhkan Jose Manuel Barbosa Alvez dari Portugal. Kabarnya, ia telah malang melintang di kasta tertinggi Portugal, Primeira Liga.

Meski tren marquee player secara perlahan dibangun dan mulai digandrungi, namun mayoritas klub Liga 1 terlihat masih belum berhasrat menggunakan jasa mereka. Sebut saja Arema FC dan Persija Jakarta. Kedua klub tersebut lebih memilih pemain yang cocok dengan kebutuhan tim. Singo Edan baru-baru ini merekrut mantan pemain Borneo FC, Jad Noureddine yang diplot menggantikan Bagas Adi Nugroho yang sedang fokus bersama timnas, pun demikian Macan Kemayoran yang mendatangkan Arthur Irawan dan Rohit Chand.

Di sisi lain, usaha Mitra Kukar untuk memakai jasa mantan penyerang Yangon United, Cezar Augustuso, gagal setelah sang pemain enggan melakoni tes medis.

 

18 Pemain Kunci dari Setiap Klub di Liga 1 Musim 2017

S18 Pemain Kunci dari Setiap Klub di Liga 1 Musim 2017 :

Arema FC: Esteban Vizcarra

Sejak kedatangannya di Malang pada tahun 2015 lalu, Esteban Vizcarra telah menjadi pemain kunci bagi Arema, terutama di lini depan. Keberadaannya pun diperkirakan akan tetap sangat penting bagi Singo Edan di Liga 1 mendatang. Umpan-umpan serta tusukan-tusukannya dari lini kedua akan tetap sangat membahayakan, dan ia pun akan tetap menjadi penyuplai utama bola-bola berbahaya untuk dieksekusi oleh mesin gol Arema, Cristian Gonzales.

Apalagi Vizcarra tak akan sendirian; ia kini memiliki beberapa rekan yang bisa diandalkan seperti Adam Alis dan pemain muda Arema yang cukup mencuri perhatian di gelaran Piala Presiden 2017 lalu, Nasir. Vizcarra akan menjadi pemimpin lini tengah yang kini diisi banyak pemain muda kepercayaan Aji Santoso.

Bali United: Irfan Bachdim

Saat melakoni debutnya di Bali United pada gelaran Piala Presiden 2017 lalu, Irfan Bachdim belum tampil terlalu meyakinkan, namun ini bisa dimaklumi, mengingat ia masih dalam fase adaptasi di klub barunya, apalagi ia baru kembali dari petualangannya di Thailand dan Jepang. Adaptasinya akan sangat penting bagi Bali United, yang ditinggal Indra Sjafri dan kini dilatih oleh Hans Peter Schaller.

Jika Irfan bisa beradaptasi dengan baik dengan skema Schaller dan mempertontonkan lagi kemampuan hebatnya seperti yang kita lihat di timnas Indonesia menjelang Piala AFF 2016 lalu, Bali United sepertinya akan meraih prestasi yang jauh lebih baik ketimbang di Indonesia Soccer Championship lalu.

Barito Putera: Rizky Pora

Salah satu pemain terbaik di timnas Indonesia pada gelaran Piala AFF 2016 lalu ini akan memimpin Barito Putera asuhan Jacksen F. Tiago sebagai kapten tim. Ia juga dipastikan akan menjadi salah satu senjata Barito dari sektor sayap yang akan sangat berbahaya di Liga 1 mendatang.

Kemampuan Rizky untuk menusuk dan tak hanya melepaskan umpan namun juga melepaskan tendangan ke arah gawang akan sangat berguna bagi Barito untuk membuka pertahanan tim-tim lawan yang di atas kertas lebih kuat. Salah satu buktinya sudah tersaji dalam laga uji coba kontra Kalteng Putra, di mana ia mencetak salah satu dari tiga gol Barito.

Bhayangkara FC: Wahyu Tri Nugroho

Dengan kemungkinan absennya Evan Dimas dalam banyak pertandingan Bhayangkara FC di Liga 1 mendatang karena aktivitas tim nasional Indonesia U-22, Wahyu Tri Nugroho diyakini akan ‘mengambil alih’ status sebagai pemain kunci tim asuhan Simon McMenemy tersebut. Toh sejak tahun 2016 lalu, Wahyu memang sudah menjadi salah satu pemain terpenting Bhayangkara.

Pada gelaran Indonesia Soccer Championship lalu, Wahyu merupakan kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak di antara kiper-kiper lainnya. Performa apiknya yang berlanjut di Piala Presiden lalu diperkirakan akan tetap terjaga hingga Liga 1 mendatang, dan memberikan rasa aman bagi rekan-rekannya.

Madura United: Slamet Nurcahyono

Kemampuan Slamet sebagai jenderal lapangan tengah Madura United akan membuatnya kembali menonjol di Liga 1 mendatang, melampaui pemain-pemain asing yang menjadi rekan-rekannya, seperti Fabiano Beltrame. Jangan lupa, performa apik Slamet lah yang membuat Madura United bisa menjadi kejutan di ISC A 2016 lalu.

Keberadaan beberapa rekan baru yang bisa diandalkan seperti Fachruddin Aryanto di lini belakang dan Greg Nwokolo di lini depan juga akan membantu Slamet meningkatkan kualitasnya. Jadi, jangan heran jika lelaki mungil yang pernah membela PSS Sleman ini akan kembali jadi pembicaraan hangat di musim kompetisi 2017 nanti.

Mitra Kukar: Oh In-kyun

Oh In-kyun bukanlah nama asing di sepakbola Indonesia. Musim 2016 lalu, ia menjadi andalan Persegres Gresik United, di mana ia mencetak empat gol dan dua assist di sepanjang musim ISC A 2016. Kehadirannya pun diperkirakan akan meningkatkan kualitas lini tengah Naga Mekes di Liga 1 nanti.

Seperti pemain Asia Timur lainnya, Oh mempunyai tipikal permainan yang ngotot dan tak kenal lelah. Kualitas ini akan sangat berguna bagi anak-anak asuhan Jafri Sastra, yang tentunya ingin meningkatkan prestasi mereka di musim kompetisi mendatang.

Persegres Gresik United: Patrick da Silva

Keputusan manajemen Persegres untuk menambah kontrak Patrick da Silva merupakan hal yang masuk akal untuk dilakukan. Pasalnya, kontribusi pemain asal Brasil tersebut memang terhitung cukup besar bagi Persegres di gelaran ISC A 2016 lalu.

Dalam turnamen berbentuk liga itu, Patrick sukses mencetak delapan gol dan tiga assist dalam 23 penampilan, yang artinya ia berperan langsung dalam lebih dari sepertiga jumlah gol Kebo Giras di sepanjang turnamen. Ia akan sangat dibutuhkan oleh pelatih Gomes de Oliviera di Liga 1 mendatang, apalagi jika lini belakang Persegres masih serapuh saat di ISC A lalu.

Persela Lamongan: Ivan Carlos

Dengan akan sering absennya dua wonderkid Persela, Saddil Ramdani dan Ahmad Nur Hardianto, Ivan Carlos dipastikan akan menjadi andalan utama Laskar Joko Tingkir di Liga 1 mendatang. Naluri mencetak gol penyerang yang bergabung dengan Saddil dkk pada putaran kedua ISC A 2016 lalu ini memang sudah terbukti.

Dalam gelaran ISC A lalu, penyerang asal Brasil ini mampu mencetak enam gol dalam 13 pertandingan. Ia pun berhasil mencetak gol dalam laga uji coba Persela kontra Persip Pekalongan baru-baru ini. Sayang ia masih punya PR besar: ia harus menjaga emosinya, yang membuatnya dikartu merah wasit dalam laga uji coba tersebut.

Perseru Serui: Arthur Bonai

Meski pada akhirnya gagal menjalani debutnya di tim nasional Indonesia, fakta bahwa Alfred Riedl sempat memanggil Arthur Bonai ke skuat sementara timnas untuk Piala AFF 2016 lalu menjadi bukti penting kualitas lelaki berusia 25 tahun ini. Tak diragukan lagi, ia adalah pemain terpenting dan paling cemerlang Perseru di ISC A 2016 lalu.

Mampu bermain di sisi lapangan maupun di sektor tengah, Arthur memiliki kualitas umpan yang bagus. Kualitasnya ini akan sangat membantu Perseru untuk bisa menciptakan kejutan di Liga 1 nanti.

Persib Bandung: Atep Rizal

Siapa lagi pemain kunci Persib Bandung jika bukan ‘Lord’ Atep? Bahkan meskipun kini hadir dua marquee player dalam diri Michael Essien dan Carlton Cole, Atep diperkirakan akan tetap menjadi andalan utama Djadjang Nurdjaman di lini tengah Maung Bandung.

Musim lalu di ISC A, Atep mencatatkan 33 penampilan atau hanya absen dalam satu pertandingan saja. Jumlah ini adalah yang terbanyak di Persib, dan satu-satunya pemain yang bisa menyamai capaiannya ini hanyalah Tony Sucipto. Catatan statistiknya pun cukup apik: di sepanjang musim, Atep mencatatkan lima gol dan dua assist. Jumlah golnya hanya kalah dari Sergio van Dijk (12 gol) dan Vladimir Vujovic (6 gol), dan jumlah assist-nya hanya kalah dari Robertino Pugliara (6 assist).

Persiba Balikpapan: Marlon Da Silva

Para pendukung Persiba boleh saja khawatir ketika mengetahui bahwa Shohei Matsunaga menyeberang ke Persib Bandung pasca berakhirnya ISC A 2016 lalu. Wajar saja, Shohei memang menjadi andalan utama Beruang Madu di turnamen rasa liga yang digelar pada tahun 2016 itu, di mana ia menjadi top skorer klub dengan 13 gol. Bisa apa Persiba tanpa Shohei?

Beruntung, Persiba tak perlu menunggu lama untuk mendapatkan penggantinya. Memanfaatkan hubungan buruk Marlon Da Silva dengan pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra, Persiba membajak pemain asal Brasil tersebut untuk Piala Presiden dan Liga 1 di tahun 2017 ini. Tentu saja Marlon diharapkan bisa menjadi pendulang gol Persiba musim ini, setidaknya bisa menyamai catatan pribadinya di Naga Mekes musim lalu, yaitu 16 gol.

Persija Jakarta: Andritany Ardhiyasa

Siapa pemain terbaik Persija Jakarta di sepanjang tahun 2016 lalu? Tentu saja Andritany Ardhiyasa. Tanpa kehadirannya, Persija mungkin bisa kebobolan lebih dari 42 kali – jumlah kebobolan paling sedikit di antara tim-tim papan bawah lainnya di ISC A 2016. Meski jumlah clean sheetnya memang terbilang sedikit, tapi jumlah penyelamatannya yang merupakan salah satu yang terbanyak di ISC A menunjukkan bahwa kegagalannya untuk mencatatkan laga tanpa kebobolan bukan sepenuhnya kesalahannya.

Persija memang cukup berbenah menjelang Liga 1 mendatang, apalagi dengan hadirnya investor baru yang membuat keuangan klub ibukota ini sedikit lebih sehat. Tapi Persija dipastikan akan tetap sangat mengandalkan pemain yang dipanggil Bagol ini di sepanjang tahun 2017 ini, dan jangan heran jika sekali lagi, Andritany akan membuat catatan penyelamatan dalam jumlah tinggi di Liga 1 mendatang.

Persipura Jayapura: Boaz Solossa

Pemain terbaik ISC A 2016 ini adalah ‘top skorer’ di antara pemain-pemain lokal Indonesia (tanpa menghitung pemain naturalisasi) di sepanjang tahun lalu, dan fakta bahwa ia absen di sebagian besar paruh kedua musim karena membela tim nasional Indonesia di Piala AFF 2016 menunjukkan betul kualitasnya. Seandainya saja liga tak terus berjalan selama persiapan dan pelaksanaan Piala AFF berlangsung, mungkin jumlah golnya akan lebih banyak daripada 11 gol yang ia catatkan musim lalu.

Meski kini sudah berusia 31 tahun, Boaz tetap memiliki ketajamannya seperti saat masih muda dulu. Kehadiran Robertino Pugliara di lini tengah Persipura akan sangat membantunya untuk mencatatkan gol dalam jumlah tinggi lagi musim ini. Dia adalah pemain terbaik Indonesia saat ini, dan jangan heran jika Persipura akan terus mengandalkannya di lini depan.

PS TNI: Erwin Ramdani

Erwin Ramdani sejatinya seorang gelandang sayap di PS TNI. Namun naluri mencetak golnya seperti seorang penyerang. Dan ini terbukti dengan catatan 7 golnya di ISC A 2016 lalu, terbanyak kedua tim ini setelah Aldino Herdianto, yang telah hengkang ke Mitra Kukar. Kecepatan dan naluri mencetak golnya inilah yang akan menjadi salah satu senjata utama PS TNI di Liga 1 mendatang.

Eks Persib U-21 ini dipastikan akan menjadi andalan utama PS TNI di lini tengah mereka nanti. Kehadiran dua striker asing, Ibrahim Conteh dan Mamadou Barry, di lini depan timnya bisa jadi akan membantunya juga untuk meningkatkan statistik assist-nya di Liga 1 mendatang.

Erwin Ramdani (putih kanan) tetap menjadi andalan PS TNI musim ini

PSM Makassar: Rasyid Bakri

Sejak muncul sebagai ‘wonderkid’ beberapa tahun yang lalu, memang terlihat sudah bahwa Rasyid Bakri memiliki talenta yang besar yang bisa membawanya menjadi salah satu gelandang terbaik di tanah air. Potensi itu akhirnya benar-benar menjadi kenyataan pada ISC A 2016 lalu. Menjadi andalan di lini tengah PSM, Rasyid berkembang menjadi mesin utama PSM dalam menyerang maupun bertahan.

Catatan 7 gol dan 8 assist-nya di sepanjang musim membuktikan kualitas dan pentingnya kehadiran Rasyid Bakri di skuat Juku Eja. FourFourTwo Indonesia sendiri memilihnya sebagai gelandang terbaik ISC A 2016 lalu. Apakah kami akan kembali memilihnya sebagai yang terbaik di Liga 1 nanti? Yah, Rasyid punya potensi untuk mencatatkan itu.

Pusamania Borneo FC: Asri Akbar

Keberhasilan Pusamania Borneo FC II secara mengejutkan melaju ke final Piala Presiden 2017 lalu tak lepas dari performa luar biasa Asri Akbar. Meski sudah berusia 33 tahun, energi dan visi Asri sangat berpengaruh pada kesuksesan tim kedua PBFC yang tampil di turnamen pra-musim 2017 tersebut. Aksi-aksinya pun diperkirakan akan membuatnya mendapatkan tempat utama di lini tengah PBFC di Liga 1 mendatang.

Toh pengalaman Asri yang sudah malang melintang di papan atas sepakbola Eropa akan sangat berguna di tim muda PBFC saat ini. Musim lalu, ia tampil 29 kali di ISC A 2016 bersama Mitra Kukar, dan mencetak dua gol dan satu assist.

Semen Padang: Marcel Sacramento

Cepatnya adaptasi Marcel Sacramento, yang baru mencicipi sepakbola Indonesia di tahun 2016 lalu dan langsung mencetak 21 gol di ISC A jelas sangat disyukuri Semen Padang. Performa luar biasa Marcel di turnamen itu turut membantu Kabau Sirah berada di papan tengah ISC A.

Hebatnya lagi, Marcel bukan sekadar tipe penyerang egois yang hanya memikirkan diri sendiri. Ini tercermin dari total enam assist yang ia catatkan di turnamen yang sama. Konsistensinya pun terbukti ketika ia sekali lagi tampil luar biasa di Piala Presiden 2017. Nama Marcel Sacramento tampaknya akan kembali berada di papan atas daftar top skorer di Liga 1 nanti.

Sriwijaya FC: Beto Goncalves

Top skorer ISC A 2016 lalu ini diperkirakan akan terus mempertahankan ketajamannya yang terjaga dengan luar biasa sejak tiba di Indonesia pada tahun 2007 lalu. Meski kini usianya sudah memasuki angka 36 tahun, Beto tampaknya belum mau berhenti berlari dan mencetak gol.

Beto memang hanya mencetak satu gol untuk Sriwijaya di Piala Presiden 2017 lalu, namun tak bijak hanya menilainya dari jumlah golnya saja. Pasalnya, pada ISC A 2016 lalu, selain mencetak 25 gol, Beto juga mencatatkan lima assist di sepanjang musim. Kerja samanya dengan Hilton Moreira dipastikan akan kembali menjadi senjata utama Laskar Wong Kito di Liga 1 nanti.

TSC 2016 Match 24 Bali United Vs Madura United 0-0

18 October 2016
Kick-off 14:00 (UTC+07:00)
Indonesia Soccer Championship A
Bali United Vs Madura United

Bali United (1X) @1.90/1.86
Bali United (1X) @1.91/1.75
Bali United +0.5 @1.86/1.80
Bali United +0.5 @1.67
Madura United (2) @1.82/1.81
Madura United (2) @2.00/1.93
Madura United -0.5 @2.00/1.95
Madura United -0.5 @2.20
Over 2.5 @1.70/1.69
Over 2.5 @1.90/1.77
Over 2.5 @1.90
Under 2.5 @2.08/2.07
Under 2.5 @2.08/1.94
Under 2.5 @1.92

Bali United:

Last match bali lose away match Vs Persela in sidoarjo have 4 day to prepare in this match.

situation in team not to soo good, have bad Issues fanpage fans and supporters ask and Push the coach “Indra Sjafri” to resign.
Coach Manager insistence retreat to Bali United, Indra Sjafri was influential as well.
The architect of Bali United heard every declaration of fans want he ended the as a coach bali united. the fans threaten will do not support Bali United as the boycott if coach not go down.

Coach Indra Sjafri stated, the final settlement is still a problem in the team, in an interview coach said not satisfied with the performance
Daniel Heffernan (CF) and Nemanja Vidakovic (CF)

Missing Player: Fadil Sausu (Captain), still injured and Hasim Kipuw (RB) suspend Red Card

Player back ready to play: I Made Wirahadi (FW) back from suspend accumulation cards

Probabbly Bali United LINEUPS 4-4-2 (Coach: Indra Sjafri) :

97 Moch Dicky (GK), 8 Ricky Fajrin Saputra (LB), 32 Ahn Byun gun (CB), 28 Abdul Rahman Sulaiman (CB), 27 Agus N (CB), MF : 92 Syakir Sulaiman (AMF), 86 Zoran Knezevic (AMF), 7 Miftahul Hamdi (LWF), 9 Alsan Sanda Masat (RWF), FW : 30 Daniel Heffernan (CF), 99 Nemanja Vidakovic (CF)

Bali United LINEUPS 4-3-3 (Coach: Indra Sjafri) :

97 Moch Dicky (GK), 8 Ricky Fajrin Saputra (LB), 27 Agus N (CB), 32 Ahn Byun gun (CB), 4 Mahdi F Albaar (RB), MF : 44 I.G Sukadana (CMF), 92 Syakir Sulaiman (AMF), 86 Zoran Knezevic (AMF), FW: 7 Miftahul Hamdi (LWF), 18 I.M Wirahadi (CF), 99 Nemanja Vidakovic (CF)

Madura United:

Madura united in good situation and great motivation, in last match Management promised to give bonus and holiday time to Bali if managed to win/draw in last match Vs Persiba and that mission come true win with 1-2.

President Madura United FC, “Achsanul Qosasi” said, “Bonus is divided into three: the phase-1 bonus give until week 25, the 2nd bonus at week-30 and last is the bonus at weeks-34 or the last game” if madura united still in 1st position.

in the training field Gelora Ocean, Kuta Bali, Saturday (15/10/2016). many Madurese in Bali to watch the exercise, in this match Madura in profitable also competed in Bali because the island of Bali and Madura is not far away, so the support is also great supporter for Madura in this match.

Player back ready to play in fresh and fit condition : Joko Ribowo, Rossi Noprihanis, Fajar Handika, Patrich Wanggai, Guy Junior Nke Ondoua, Firdaus Ramadhan, David (this 7 player last match not play vs Persiba dispatched early to bali)

Doubtfull player: Fabiano Beltrame minor injury during training (probably play even not full time)

but all player ready to play, probably full team.

Probably Madura United LINEUPS 4-3-3 (Gomes De Olivera) : 77 Hery Prasetyo (GK), DF: 14 Rendi Siregar (LB), 5 Munhar (CB), 2-Guntur Riyadi (RB/CB), 4 Asep Berlian (DMF/RB), MF: 13 Dane Milovanovic (DMF), 18 Ahmad Maulana (CMF), 10 Slamet Nurcahyo (AMF), FW: 7 Engelberd Sani (LWF), 9 Rodrigues A (CF), 50 Erick Weeks (CF)

Madura United LINEUPS 4-3-3 (Coach: Gomes De Olivera) :

77 Hery Prasetyo (GK), DF: 14 Rendi Siregar (LB), 5 Munhar (CB), 15 Fabiano Da Rosa (CB), MF: 4 Asep Berlian (DMF/RB), 18 Ahmad Maulana (CMF), 10 Slamet Nurcahyo (AMF), FW: 7 Engelberd Sani (LWF), 8 Bayu G Sanggiawan (LWF), 9 Rodrigues A (CF), 50 Erick Weeks (CF)

Under 2.5

Madura United -0.25

RESULT: 0-0 (LOSE 1/2)

The Most Tackling Player in ISC 2016 (Update Oktober)

The Most Tackling Player in ISC 2016

1. RICKY FAJRIN (LB) (Bali United) 82 Tackle (67%)
2. HASIM KIPUW (RB) (Bali United) 57 Tackle (66%)
3. M HARGIANTO (DMF) (Bhayangkara FC) 56 Tackle (55%)
4. SEPTINUS ALUA (CMF) (Perseru Serui) 55 Tackle (57%)
5. KIM JEFFREY KURNIAWAN (CMF) (Persib Bandung) 51 Tackle (65%)
6. RASYID ASSAHID BAKRI (CMF) (PSM Makasar) 51 Tackle (54%)
7. BAYU PRADANA (CMF) (Mitra Kukar) 51 Tackle (52%)
8. ANDIK RENDIKA RAMA (LB) (Persib Bandung) 50 Tackle (64%)
9. BENY WAHYUDI (RB) (Arema Malang) 49 Tackle (52%)
10. INDRA KAHFI ARDHIYASA (CMF) (Bhayangkara FC) 48 Tackle (52%)

 

The Most Passing Ball Player in ISC 2016 (Update Oktober)

The Most Passing Ball in ISC 2016

1. FADIL SAUSU (DMF) (Bali United) 1079 Pass (79%)
2. HARIONO (DMF) (Persib Bandung) 821 Pass (86%)
3. RICKY FAJRIN (LB) (Bali United) 774 Pass (84%)
4. YUSTINUS PAE (SB) (Persipura Jayapura) 707 Pass (78%)
5. RIZKY PELLU (CMF) (PSM Makassar) 703 Pass (84%)
6. M HARGIANTO (DMF) (Bhayangkara FC) 694 Pass (77%)
7. VLADIMIR VUJOVIC (CB) (Persib Bandung) 674 Pass (83%)
8. TONY SUCIPTO (LB) (Persib Bandung) 660 Pass (77%)
9. RAPHAEL MAITIMO (CMF) (Arema Malang) 649 Pass (81%)
10. EVAN DIMAS DARMONO (CMF) (Bhayangkara FC) 641 Pass (85%)