15 April 2017 Barito Putera Vs Mitra Kukar = 2-1

15 April 2017
Kick-off 15:00 (UTC+07:00)
Indonesia Liga 1
Barito Putera Vs Mitra Kukar
Pick: Barito Putera -0.5
Odds: 2.02
Stake: 5/10

Barito Putera to win (1) @1.90
Barito Putera -0.5 @2.02
Mitra Kukar/Draw (X2) @1.86
Mitra Kukar/Draw (X2) @1.73
Over 2.5 @2.06
Under 2.5 @1.80

Derby Kalimantan

Barito Putera:

One team that looks seriously entering Indonesia league 1 brings coach caliber Jacksen F Tiago. Coach who has a gold record in Persipura was chosen by management in order to meet the target in the top five.

Slowly but surely, some newer names were brought in to fill the squad, especially the foreign pillars. With 2x of financial projection bigger than ISC-A then, Jacksen is more freely in hunting quality players. The price is a bit expensive did not matter.

“Financial projections rose significantly compared to last season, which could double,” said Syarifuddin Ardasa, Assistant Manager of Barito Putera.

Barito Putera has 26 players, including 3 quality player : Aaron Michael Evans (Key Defender), Matias Cordoba (key Midfielder) and Thiago Chunha (key striker) Added One of the best local players in the Indonesian national team on the AFF Cup trophy in 2016 and Rizky pora

GK: Aditya Harlan (nomor punggung 20), Muhammad Riyandi (1), Shahar Ginanjar (12).
DF: Hansamu Yama (23), Faizal Fakhri (28), Ambrizal (6), Muhammad Rifqi (5), Daniel Tata (97), Valentino Telaubun (21), Nazar Nurzaidin (22), M Roby (3), Aaron Michael Evans (2), Gavin Kwan Adsit (18).
MF: Hanif Ansyori (16), Fajar Handika (24), Syahroni (15), Amirul Mukminin (8), Paulo Sitanggang (17), Matias Cordoba(77), Nazarul Fahmi (96), Dedi Hartono (10), David Laly (91), Rizky Pora (26).
FW: Yongki Aribowo (7), Agi Pratama (9), Thiago Chunha (11).

Missing player: Three players, having been undergoing injury recovery: Faisal Fakhri, Gavin Kwan Adsit and Yongki Aribowo.

It is believed that 3 injured players will have no effect, because the stock of Barito Putera players is enough, so it will not matter. My players are instructed to play all-out

Probably Barito Putera lineups: Shahar Ginanjar; M Roby, Aaron Michael Evans, Hansamu Yama, Nazar Nurzaidin, Rizky Pora, Matias Cordoba, Paulo Sitanggang, Nazarul Fahmi, Dedi Hartono, Thiago Chunha.

Mitra Kukar:

Mitra Kukar finally get marquee player to play in League 1. landed former Liverpool player, “Mohamed Sissoko” with the duration until the end of the season. The plan in the next few days Sissoko will join the players Mitra Kukar. but sure not play on this match

Bad news for this match not only sure “Mohamed Sissoko” not play in this match other key player name like “Oh In Kyun” dan “Jorge Gotor” in doubtfull situation.

On this match Mitra Kukar not many change from last ISC-A competition. The old names players such as: Dedi Gusmawan, Septian David Mulana, Bayu Pradana, Hendra Adi Bayauw, Anindito Wahyu Erminarno are still included in the main squad.

Other latest news Kukar failed to recruit Brazilian striker Cezar Augusto who became the top-scorer. So now they are still hunting foreign strikers to increase the strength in front line.

Missing 2 Regular Player: Bayu Pradana dan Hendra Bayauw, Who are still recovering from injury.

Coach Jafri said: that it is not easy to achieve win in Banjarmasin (home of Barito). Jacksen’s factor as architect Barito Putera gives a big role to the opponent’s game.

Probably Mitra Kukar lineups: Gerri Mandagi; Zikri Akbar, Saepuloh Maulana, Jorge Gotor, Abdul Gamal, Septian David Maulana, Muhammad Bachtiar, Oh In Kyun, Yogi Rahadian, Zulham Zamrun, Anindito Wahyu.

2-0 2-1

Barito Putera -0.5

WIN 2-1 (JACKPOT)

Advertisements

Update Transfer Indonesia Liga 1 2017: Marquee Player

Sepanjang sejarah bursa transfer sepakbola Indonesia, bisa jadi bursa transfer kali ini menjadi yang paling bersejarah. Lumrah saja karena sejumlah nama besar masuk mewarnai kompetisi Liga 1 yang akan dimulai dalam hitungan hari.

Pemain-pemain asing yang pernah merumput di Premier League seperti Michael Essien, Carlton Cole dan Peter Odemwingie datang membawa angin segar bagi persepakbolaan nasional. Mereka didatangkan oleh Persib Bandung dan Madura United. Hal ini kemudian membuat PSSI kembali merevisi peraturan terhadap marquee player yang semula hanya dijatah satu menjadi lima pemain.

Usaha mendatangkan marquee player pun diikuti oleh Borneo FC yang mendatangkan Shane Meltz, striker tim nasional Selandia Baru di Piala Dunia 2010 silam. Meski usianya sudah menginjak kepala tiga, namun ia dinilai masih mampu memberikan andil siginifikan terhadap Pesut Etam.

Bergeser ke sisi timur pulau Jawa, kita mendapati Persela Lamongan yang baru saja sukses melabuhkan Jose Manuel Barbosa Alvez dari Portugal. Kabarnya, ia telah malang melintang di kasta tertinggi Portugal, Primeira Liga.

Meski tren marquee player secara perlahan dibangun dan mulai digandrungi, namun mayoritas klub Liga 1 terlihat masih belum berhasrat menggunakan jasa mereka. Sebut saja Arema FC dan Persija Jakarta. Kedua klub tersebut lebih memilih pemain yang cocok dengan kebutuhan tim. Singo Edan baru-baru ini merekrut mantan pemain Borneo FC, Jad Noureddine yang diplot menggantikan Bagas Adi Nugroho yang sedang fokus bersama timnas, pun demikian Macan Kemayoran yang mendatangkan Arthur Irawan dan Rohit Chand.

Di sisi lain, usaha Mitra Kukar untuk memakai jasa mantan penyerang Yangon United, Cezar Augustuso, gagal setelah sang pemain enggan melakoni tes medis.

 

18 Pemain Kunci dari Setiap Klub di Liga 1 Musim 2017

S18 Pemain Kunci dari Setiap Klub di Liga 1 Musim 2017 :

Arema FC: Esteban Vizcarra

Sejak kedatangannya di Malang pada tahun 2015 lalu, Esteban Vizcarra telah menjadi pemain kunci bagi Arema, terutama di lini depan. Keberadaannya pun diperkirakan akan tetap sangat penting bagi Singo Edan di Liga 1 mendatang. Umpan-umpan serta tusukan-tusukannya dari lini kedua akan tetap sangat membahayakan, dan ia pun akan tetap menjadi penyuplai utama bola-bola berbahaya untuk dieksekusi oleh mesin gol Arema, Cristian Gonzales.

Apalagi Vizcarra tak akan sendirian; ia kini memiliki beberapa rekan yang bisa diandalkan seperti Adam Alis dan pemain muda Arema yang cukup mencuri perhatian di gelaran Piala Presiden 2017 lalu, Nasir. Vizcarra akan menjadi pemimpin lini tengah yang kini diisi banyak pemain muda kepercayaan Aji Santoso.

Bali United: Irfan Bachdim

Saat melakoni debutnya di Bali United pada gelaran Piala Presiden 2017 lalu, Irfan Bachdim belum tampil terlalu meyakinkan, namun ini bisa dimaklumi, mengingat ia masih dalam fase adaptasi di klub barunya, apalagi ia baru kembali dari petualangannya di Thailand dan Jepang. Adaptasinya akan sangat penting bagi Bali United, yang ditinggal Indra Sjafri dan kini dilatih oleh Hans Peter Schaller.

Jika Irfan bisa beradaptasi dengan baik dengan skema Schaller dan mempertontonkan lagi kemampuan hebatnya seperti yang kita lihat di timnas Indonesia menjelang Piala AFF 2016 lalu, Bali United sepertinya akan meraih prestasi yang jauh lebih baik ketimbang di Indonesia Soccer Championship lalu.

Barito Putera: Rizky Pora

Salah satu pemain terbaik di timnas Indonesia pada gelaran Piala AFF 2016 lalu ini akan memimpin Barito Putera asuhan Jacksen F. Tiago sebagai kapten tim. Ia juga dipastikan akan menjadi salah satu senjata Barito dari sektor sayap yang akan sangat berbahaya di Liga 1 mendatang.

Kemampuan Rizky untuk menusuk dan tak hanya melepaskan umpan namun juga melepaskan tendangan ke arah gawang akan sangat berguna bagi Barito untuk membuka pertahanan tim-tim lawan yang di atas kertas lebih kuat. Salah satu buktinya sudah tersaji dalam laga uji coba kontra Kalteng Putra, di mana ia mencetak salah satu dari tiga gol Barito.

Bhayangkara FC: Wahyu Tri Nugroho

Dengan kemungkinan absennya Evan Dimas dalam banyak pertandingan Bhayangkara FC di Liga 1 mendatang karena aktivitas tim nasional Indonesia U-22, Wahyu Tri Nugroho diyakini akan ‘mengambil alih’ status sebagai pemain kunci tim asuhan Simon McMenemy tersebut. Toh sejak tahun 2016 lalu, Wahyu memang sudah menjadi salah satu pemain terpenting Bhayangkara.

Pada gelaran Indonesia Soccer Championship lalu, Wahyu merupakan kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak di antara kiper-kiper lainnya. Performa apiknya yang berlanjut di Piala Presiden lalu diperkirakan akan tetap terjaga hingga Liga 1 mendatang, dan memberikan rasa aman bagi rekan-rekannya.

Madura United: Slamet Nurcahyono

Kemampuan Slamet sebagai jenderal lapangan tengah Madura United akan membuatnya kembali menonjol di Liga 1 mendatang, melampaui pemain-pemain asing yang menjadi rekan-rekannya, seperti Fabiano Beltrame. Jangan lupa, performa apik Slamet lah yang membuat Madura United bisa menjadi kejutan di ISC A 2016 lalu.

Keberadaan beberapa rekan baru yang bisa diandalkan seperti Fachruddin Aryanto di lini belakang dan Greg Nwokolo di lini depan juga akan membantu Slamet meningkatkan kualitasnya. Jadi, jangan heran jika lelaki mungil yang pernah membela PSS Sleman ini akan kembali jadi pembicaraan hangat di musim kompetisi 2017 nanti.

Mitra Kukar: Oh In-kyun

Oh In-kyun bukanlah nama asing di sepakbola Indonesia. Musim 2016 lalu, ia menjadi andalan Persegres Gresik United, di mana ia mencetak empat gol dan dua assist di sepanjang musim ISC A 2016. Kehadirannya pun diperkirakan akan meningkatkan kualitas lini tengah Naga Mekes di Liga 1 nanti.

Seperti pemain Asia Timur lainnya, Oh mempunyai tipikal permainan yang ngotot dan tak kenal lelah. Kualitas ini akan sangat berguna bagi anak-anak asuhan Jafri Sastra, yang tentunya ingin meningkatkan prestasi mereka di musim kompetisi mendatang.

Persegres Gresik United: Patrick da Silva

Keputusan manajemen Persegres untuk menambah kontrak Patrick da Silva merupakan hal yang masuk akal untuk dilakukan. Pasalnya, kontribusi pemain asal Brasil tersebut memang terhitung cukup besar bagi Persegres di gelaran ISC A 2016 lalu.

Dalam turnamen berbentuk liga itu, Patrick sukses mencetak delapan gol dan tiga assist dalam 23 penampilan, yang artinya ia berperan langsung dalam lebih dari sepertiga jumlah gol Kebo Giras di sepanjang turnamen. Ia akan sangat dibutuhkan oleh pelatih Gomes de Oliviera di Liga 1 mendatang, apalagi jika lini belakang Persegres masih serapuh saat di ISC A lalu.

Persela Lamongan: Ivan Carlos

Dengan akan sering absennya dua wonderkid Persela, Saddil Ramdani dan Ahmad Nur Hardianto, Ivan Carlos dipastikan akan menjadi andalan utama Laskar Joko Tingkir di Liga 1 mendatang. Naluri mencetak gol penyerang yang bergabung dengan Saddil dkk pada putaran kedua ISC A 2016 lalu ini memang sudah terbukti.

Dalam gelaran ISC A lalu, penyerang asal Brasil ini mampu mencetak enam gol dalam 13 pertandingan. Ia pun berhasil mencetak gol dalam laga uji coba Persela kontra Persip Pekalongan baru-baru ini. Sayang ia masih punya PR besar: ia harus menjaga emosinya, yang membuatnya dikartu merah wasit dalam laga uji coba tersebut.

Perseru Serui: Arthur Bonai

Meski pada akhirnya gagal menjalani debutnya di tim nasional Indonesia, fakta bahwa Alfred Riedl sempat memanggil Arthur Bonai ke skuat sementara timnas untuk Piala AFF 2016 lalu menjadi bukti penting kualitas lelaki berusia 25 tahun ini. Tak diragukan lagi, ia adalah pemain terpenting dan paling cemerlang Perseru di ISC A 2016 lalu.

Mampu bermain di sisi lapangan maupun di sektor tengah, Arthur memiliki kualitas umpan yang bagus. Kualitasnya ini akan sangat membantu Perseru untuk bisa menciptakan kejutan di Liga 1 nanti.

Persib Bandung: Atep Rizal

Siapa lagi pemain kunci Persib Bandung jika bukan ‘Lord’ Atep? Bahkan meskipun kini hadir dua marquee player dalam diri Michael Essien dan Carlton Cole, Atep diperkirakan akan tetap menjadi andalan utama Djadjang Nurdjaman di lini tengah Maung Bandung.

Musim lalu di ISC A, Atep mencatatkan 33 penampilan atau hanya absen dalam satu pertandingan saja. Jumlah ini adalah yang terbanyak di Persib, dan satu-satunya pemain yang bisa menyamai capaiannya ini hanyalah Tony Sucipto. Catatan statistiknya pun cukup apik: di sepanjang musim, Atep mencatatkan lima gol dan dua assist. Jumlah golnya hanya kalah dari Sergio van Dijk (12 gol) dan Vladimir Vujovic (6 gol), dan jumlah assist-nya hanya kalah dari Robertino Pugliara (6 assist).

Persiba Balikpapan: Marlon Da Silva

Para pendukung Persiba boleh saja khawatir ketika mengetahui bahwa Shohei Matsunaga menyeberang ke Persib Bandung pasca berakhirnya ISC A 2016 lalu. Wajar saja, Shohei memang menjadi andalan utama Beruang Madu di turnamen rasa liga yang digelar pada tahun 2016 itu, di mana ia menjadi top skorer klub dengan 13 gol. Bisa apa Persiba tanpa Shohei?

Beruntung, Persiba tak perlu menunggu lama untuk mendapatkan penggantinya. Memanfaatkan hubungan buruk Marlon Da Silva dengan pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra, Persiba membajak pemain asal Brasil tersebut untuk Piala Presiden dan Liga 1 di tahun 2017 ini. Tentu saja Marlon diharapkan bisa menjadi pendulang gol Persiba musim ini, setidaknya bisa menyamai catatan pribadinya di Naga Mekes musim lalu, yaitu 16 gol.

Persija Jakarta: Andritany Ardhiyasa

Siapa pemain terbaik Persija Jakarta di sepanjang tahun 2016 lalu? Tentu saja Andritany Ardhiyasa. Tanpa kehadirannya, Persija mungkin bisa kebobolan lebih dari 42 kali – jumlah kebobolan paling sedikit di antara tim-tim papan bawah lainnya di ISC A 2016. Meski jumlah clean sheetnya memang terbilang sedikit, tapi jumlah penyelamatannya yang merupakan salah satu yang terbanyak di ISC A menunjukkan bahwa kegagalannya untuk mencatatkan laga tanpa kebobolan bukan sepenuhnya kesalahannya.

Persija memang cukup berbenah menjelang Liga 1 mendatang, apalagi dengan hadirnya investor baru yang membuat keuangan klub ibukota ini sedikit lebih sehat. Tapi Persija dipastikan akan tetap sangat mengandalkan pemain yang dipanggil Bagol ini di sepanjang tahun 2017 ini, dan jangan heran jika sekali lagi, Andritany akan membuat catatan penyelamatan dalam jumlah tinggi di Liga 1 mendatang.

Persipura Jayapura: Boaz Solossa

Pemain terbaik ISC A 2016 ini adalah ‘top skorer’ di antara pemain-pemain lokal Indonesia (tanpa menghitung pemain naturalisasi) di sepanjang tahun lalu, dan fakta bahwa ia absen di sebagian besar paruh kedua musim karena membela tim nasional Indonesia di Piala AFF 2016 menunjukkan betul kualitasnya. Seandainya saja liga tak terus berjalan selama persiapan dan pelaksanaan Piala AFF berlangsung, mungkin jumlah golnya akan lebih banyak daripada 11 gol yang ia catatkan musim lalu.

Meski kini sudah berusia 31 tahun, Boaz tetap memiliki ketajamannya seperti saat masih muda dulu. Kehadiran Robertino Pugliara di lini tengah Persipura akan sangat membantunya untuk mencatatkan gol dalam jumlah tinggi lagi musim ini. Dia adalah pemain terbaik Indonesia saat ini, dan jangan heran jika Persipura akan terus mengandalkannya di lini depan.

PS TNI: Erwin Ramdani

Erwin Ramdani sejatinya seorang gelandang sayap di PS TNI. Namun naluri mencetak golnya seperti seorang penyerang. Dan ini terbukti dengan catatan 7 golnya di ISC A 2016 lalu, terbanyak kedua tim ini setelah Aldino Herdianto, yang telah hengkang ke Mitra Kukar. Kecepatan dan naluri mencetak golnya inilah yang akan menjadi salah satu senjata utama PS TNI di Liga 1 mendatang.

Eks Persib U-21 ini dipastikan akan menjadi andalan utama PS TNI di lini tengah mereka nanti. Kehadiran dua striker asing, Ibrahim Conteh dan Mamadou Barry, di lini depan timnya bisa jadi akan membantunya juga untuk meningkatkan statistik assist-nya di Liga 1 mendatang.

Erwin Ramdani (putih kanan) tetap menjadi andalan PS TNI musim ini

PSM Makassar: Rasyid Bakri

Sejak muncul sebagai ‘wonderkid’ beberapa tahun yang lalu, memang terlihat sudah bahwa Rasyid Bakri memiliki talenta yang besar yang bisa membawanya menjadi salah satu gelandang terbaik di tanah air. Potensi itu akhirnya benar-benar menjadi kenyataan pada ISC A 2016 lalu. Menjadi andalan di lini tengah PSM, Rasyid berkembang menjadi mesin utama PSM dalam menyerang maupun bertahan.

Catatan 7 gol dan 8 assist-nya di sepanjang musim membuktikan kualitas dan pentingnya kehadiran Rasyid Bakri di skuat Juku Eja. FourFourTwo Indonesia sendiri memilihnya sebagai gelandang terbaik ISC A 2016 lalu. Apakah kami akan kembali memilihnya sebagai yang terbaik di Liga 1 nanti? Yah, Rasyid punya potensi untuk mencatatkan itu.

Pusamania Borneo FC: Asri Akbar

Keberhasilan Pusamania Borneo FC II secara mengejutkan melaju ke final Piala Presiden 2017 lalu tak lepas dari performa luar biasa Asri Akbar. Meski sudah berusia 33 tahun, energi dan visi Asri sangat berpengaruh pada kesuksesan tim kedua PBFC yang tampil di turnamen pra-musim 2017 tersebut. Aksi-aksinya pun diperkirakan akan membuatnya mendapatkan tempat utama di lini tengah PBFC di Liga 1 mendatang.

Toh pengalaman Asri yang sudah malang melintang di papan atas sepakbola Eropa akan sangat berguna di tim muda PBFC saat ini. Musim lalu, ia tampil 29 kali di ISC A 2016 bersama Mitra Kukar, dan mencetak dua gol dan satu assist.

Semen Padang: Marcel Sacramento

Cepatnya adaptasi Marcel Sacramento, yang baru mencicipi sepakbola Indonesia di tahun 2016 lalu dan langsung mencetak 21 gol di ISC A jelas sangat disyukuri Semen Padang. Performa luar biasa Marcel di turnamen itu turut membantu Kabau Sirah berada di papan tengah ISC A.

Hebatnya lagi, Marcel bukan sekadar tipe penyerang egois yang hanya memikirkan diri sendiri. Ini tercermin dari total enam assist yang ia catatkan di turnamen yang sama. Konsistensinya pun terbukti ketika ia sekali lagi tampil luar biasa di Piala Presiden 2017. Nama Marcel Sacramento tampaknya akan kembali berada di papan atas daftar top skorer di Liga 1 nanti.

Sriwijaya FC: Beto Goncalves

Top skorer ISC A 2016 lalu ini diperkirakan akan terus mempertahankan ketajamannya yang terjaga dengan luar biasa sejak tiba di Indonesia pada tahun 2007 lalu. Meski kini usianya sudah memasuki angka 36 tahun, Beto tampaknya belum mau berhenti berlari dan mencetak gol.

Beto memang hanya mencetak satu gol untuk Sriwijaya di Piala Presiden 2017 lalu, namun tak bijak hanya menilainya dari jumlah golnya saja. Pasalnya, pada ISC A 2016 lalu, selain mencetak 25 gol, Beto juga mencatatkan lima assist di sepanjang musim. Kerja samanya dengan Hilton Moreira dipastikan akan kembali menjadi senjata utama Laskar Wong Kito di Liga 1 nanti.

TSC 2016 Match 24 Semen Padang Vs Barito Putera 2-0

18 October 2016
Kick-off 16:30 (UTC+07:00)
Indonesia Soccer Championship A
Semen Padang Vs Barito Putera

Semen Padang -1.5 @1.94/1.93
Semen Padang -1.5 @2.00/1.88
Barito Putera +1.5 @1.81/1.80
Barito Putera +1.5 @1.95/1.84
Over 2.5 @1.80/1.79
Over 2.5 @1.80/1.74
Under 2.5 @1.95/1.94
Under 2.5 @2.05/1.96

Semen Padang:

Semen padang on fire at home match, One of team in ISC never lose at home and great defender home match (only get GA 4 goals at home) and have Marcel Silva Sacramanto (14 goals No.1 Top Scorer ISC-A week 24)

Coach said: This week is often rain, in padang currently the rainy season, make the field a flood like the last game Vs perseru serui “If difficulties due to rainy weather, we will use other ways to score goals like free kick or corner kick,”

“We have players who can take advantage of long balls, corner kick or free kick could be our other options in the game later,”

The high intensity of rainfall in Padang lately a bit much affect the appearance of scoring goals Semen Padang at home

Semen padang benefit from the fresh and fit physical condition due 2X match at home, last match win 2-0 vs Perseru Serui and this time Vs Barito at home too.

Player back ready to play in fresh and fit condition: Hamdi Ramdan (back from absent suspend cards).

Probably lineups: 33 Rivki Mokodompit (GK), 2 Novan Sasongko (SB), 16 Agung Prasetyo (CB), 89 Cassio F (CB), 11 Henki Ardiles (RB), 7 Rudi (CMF/DMF), 20 Riko Simanjuntak (SMF), 27 Muamer Svraka (CMF), 88 Irsyad Maulana (RMF), 17 Muh iskandar (SS), 8 Marcel Sacramento (CF).

lineups Semen Padang 4-3-1-2 (coach: Nil Maizar) : (PROBABLY BEST LINEUPS)

33 Rivki Mokodompit (GK), DF: 2 Novan Sasongko (SB), 16 Agung Prasetyo (CB), 89 Cassio F (CB), 11 Henki Ardiles (RB), MF: 6 Lee Gil Hoon (DMF), 20 Riko Simanjuntak (SMF), 27 Muamer Svraka (CMF), 88 Irsyad Maulana (RMF), 17 Muh iskandar (SS), 8 Marcel Sacramento (CF).

Key Player in match: Marcel Sacramento GOAL 15″, Marcel Sacramento GOAL 46″

Barito Putera:

Have 4 day go from banjarmasin (kalimantan selatan) to Palembang, lucky in last match barito can draw 0-0 vs Persipura (in that match with asian handicap +0.5 for Barito)

Being able to get a target of 1 Pts/Draw in this match, according to caretaker coach Barito, “Yunan Hendri” considered a good achievement.

Team in bad situation in Coach manajemen, the official team management sacked coach “Mundari Karya” from the post of head coach.
and now temporary take cover by “Yunan helmi” (assistant coach), the possibilities are NOT many changes with strategy in “Yunan Helmi” need time in this match, but in last match Barito more good in their defence line.

Talk strength Barito Putera, further Yunan, this time the team is still in transition the change of coach. “I served as the head coach after long-time coach, Mundari Karya, resigned. My priority in the team now to raise the motivation to be able to perform better,” he explained.

team coach stressed that foster children appear more disciplined. Especially when Defender or when getting strikes.

“We want a stronger team doing individual defense. Hopefully it can achieve positive results,”

Probably Barito Putera LINEUPS 4-2-3-1 (Coach Yunan Helmi) :

20 Aditya harlan (GK), DF: 26 Rizky Ripora (LB), 14 Fathlul Rahman (LB), 6 Thierry Gathuessi (CB), 29 Ambrizal (CB/RB), MF: 32 Hansamu Y Pranata (DMF), 4 Lim Sik Jun (DMF), 18 Adam Setyano (CMF), FW: 96 Nazaru F (MF/FW), 10 Luis Junior (CF), 92 Thiago Do Amaral (ST)

Barito Putera LINEUPS 4-4-1-1 (Coach Asistent: Yunan Helmi) :

20 Aditya harlan (GK), DF: 26 Rizky Ripora (LB), 6 Thierry Gathuessi (CB), 29 Ambrizal (CB/RB), MF: 32 Hansamu Y Pranata (DMF), 4 Lim Sik Jun (DMF), 8 Amirul Mukminin (CMF), 18 Adam Setyano (CMF), FW: 10 Luis Junior (CF), 92 Thiago Do Amaral (ST)

(barito butuh pelatih yang bagus, dengan kualitas pemain yang baik, namun hasil selalu buruk)

2-0

I hope rain down, Under 2.5 Goals

Semen Padang -1.5

RESULT : 2-0 (JACKPOT)

Barito Putera RESMI memberhentikan Coach Mundari Karya

Pemecatan pelatih dalam ajang turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 kembali bertambah. Kali ini Manajemen klub Barito Putera memberhentikan pelatih Mundari Karya karena hasil buruk pada putaran dua turnamen tersebut.

Pemecatan pelatih kepala Barito Putera ini didampaikan langsung Manager Barito Putera H Hasnuryadi Sulaiman HB, di Banjarmasin, Senin (10/10). “Ya, sejak hari ini (Senin) pelatih Mundari Karya kami ganti,” kata Hasnuryadi seperti dikutip antaranews.com.

Dia menyatakan, kekosongan kursi pelatih Barito Putera akan diisi asisten pelatih Barito Putera Yunan Hilmi. “Dia (Yunan Hilmi) sudah kita beritahu dan menyatakan siap,” ungkap anak pendiri Barito Putera H Abdussamad Sulaiman HB itu.

Hasnuryadi tidak menampik pergantian posisi pelatih ini terkait hasil buruk atau kekalahan yang dialami timnya dalam empat laga di putaran kedua liga TSC ini.

Hasil terbaru Barito Putera kembali kalah saat melawan Persija Jakarta yang digelar di Stadion Manahan Solo, dengan skor 2-3.

Sebelumnya Barito Putera juga dikalahkan PSM Makasar di kandang sendiri dengan skor 1-2, begitu juga menjamu Mitra Kukar 0-1 dan di kandang Persegres Gresik United kalah 1-2, hanya bisa bermain imbang melawan Bhayangkara Surabaya United dengan skor 1-1.

“Pelatih sudah kami beri kesempatan untuk melakukan perekrutan pemain kemudian juga racik tim, tapi hasilnya tidak sesuai harapan,” ujar Hasnuryadi.

Meski dipecat dari kursi kepelatihan Barito Putera, Mundari dinyatakan masih menangani tim Sekolah Olahraga Barito Putera (SOBP) dan juga Barito Putera U-21.

Seperti diketahui di ajang ISC 2016 ini sudah ada bebrapa pelatih korban pemecatan dari setiap klubnya, seperti misalnya mantan pelatih Persib, Dejan Antonic yang dipaksa mundur akibat kurang memuaskan dalam meracik strategi dan ada beberapa pelatih lainnya yang juga dipecat dari klubnya masing-masing.

Rotation Player Strategi Barito Hadapi Persija

BANJARMASIN – Menjalani laga berikutnya di ajang TSC A 2016 yakni melawan Persija Jakarta, sepertinya skuad tim Barito Putera akan mengalami penyegaran.

Pasalnya dalam laga yang akan dihelat Minggu (9/10/2016) malam tersebut tim pelatih Barito akan merotasi pemainnya.

Tim pelatih menyiapkan opsi untuk melakukan rotasi pemain ini, tak terlepas dari akan absennya beberapa pemain pilar di tim.

Setidaknya ada dua pemain yang sudah dipastikan absen yakni Rizky Pora di sektor sayap kiri dan juga Hansamu Yama di posisi bek kanan.

Keduanya dipastikan absen karena di hari yang sama harus memperkuat Timnas Senior melakoni laga ujicoba internasional.

Selain itu diketahui bahwa Lim Joon Sik juga kemungkinan absen karena baru saja izin pulang ke negaranya. Kemudian Lucky Wahyu diketahui mendapat cedera.

Untuk menggantikan posisi pemain yang akan absen, maka tim pelatih pun harus memutar otak melakukan rotasi pemainnya.

Menariknya untuk rotasi pemain ini, tak menutup kemungkinan tim pelatih akan memplot pemain muda bahkan yang statusnya baru saja dinaikkan dari skuad PON Kalsel maupun Barito U-21 ke skuad senior.

Tim pelatih pun sudah mengisyaratkan akan menurunkan pemain muda yang baru saja dinaikkan statusnya ini.

“Ya, next lawan Persija akan ada rotasi karena beberapa pemain akan absen. Dan dalam rotasi nanti kami akan mencoba menurunkan pemain muda,” ujar asisten pelatih Barito, Yunan Helmi kepada Metro, Rabu (5/10/2016).

Persija Vs Barito, Tiga pemain Barito absen

Hadapi Persija Jakarta Tiga pemain Barito ini absen

Barito Putera

Barito Putera dipastikan tidak diperkuat tiga pilarnya ketika dijamu Persija Jakarta pada pekan ke-22 Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016, Minggu (9/10).

Ketiga pilar yang dipastikan absen merupakan pemain di posisi pertahanan, yakni bek sayap Rizky Pora, Hansamu Yama, dan gelandang bertahan Lim Jun Sik. Rizky dan Hansamu mengikuti pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia, sedangkan Jun Sik ada keperluan keluarga.

“Ya tiga pemain yakni Pora, Hansamu dan Lim akan absen menghadapi Persija. Pora dan Hansamu bergabung ke timnas, dan Lim izin pulang, karena ada keperluan keluarga,” kata pelatih Barito Putera Mundari Karya dikutip laman Banjarmasin Post.

“Tentu pemain pengganti akan kami siapkan. Mudah-mudahan tim bisa mendapatkan hasil maksimal.”
Mundari menambahkan, hasil buruk yang diperoleh Barito Putera turut memberikan pengaruh terhadap mental pemain. Apalagi tekanan fans terhadap tim makin kuat. Mundari pun berharap tim besutannya bisa keluar dari kondisi sulit ini.“Semua pemain besar pasti juga pernah merasakan situasi krisis seperti ini. Ini proses menjadi pemain besar. Mudah-mudahan bisa secepatnya keluar dari situasi ini,” ucap Mundari dinukil suratkabar Metro Banjar.