15 April 2017 Barito Putera Vs Mitra Kukar = 2-1

15 April 2017
Kick-off 15:00 (UTC+07:00)
Indonesia Liga 1
Barito Putera Vs Mitra Kukar
Pick: Barito Putera -0.5
Odds: 2.02
Stake: 5/10

Barito Putera to win (1) @1.90
Barito Putera -0.5 @2.02
Mitra Kukar/Draw (X2) @1.86
Mitra Kukar/Draw (X2) @1.73
Over 2.5 @2.06
Under 2.5 @1.80

Derby Kalimantan

Barito Putera:

One team that looks seriously entering Indonesia league 1 brings coach caliber Jacksen F Tiago. Coach who has a gold record in Persipura was chosen by management in order to meet the target in the top five.

Slowly but surely, some newer names were brought in to fill the squad, especially the foreign pillars. With 2x of financial projection bigger than ISC-A then, Jacksen is more freely in hunting quality players. The price is a bit expensive did not matter.

“Financial projections rose significantly compared to last season, which could double,” said Syarifuddin Ardasa, Assistant Manager of Barito Putera.

Barito Putera has 26 players, including 3 quality player : Aaron Michael Evans (Key Defender), Matias Cordoba (key Midfielder) and Thiago Chunha (key striker) Added One of the best local players in the Indonesian national team on the AFF Cup trophy in 2016 and Rizky pora

GK: Aditya Harlan (nomor punggung 20), Muhammad Riyandi (1), Shahar Ginanjar (12).
DF: Hansamu Yama (23), Faizal Fakhri (28), Ambrizal (6), Muhammad Rifqi (5), Daniel Tata (97), Valentino Telaubun (21), Nazar Nurzaidin (22), M Roby (3), Aaron Michael Evans (2), Gavin Kwan Adsit (18).
MF: Hanif Ansyori (16), Fajar Handika (24), Syahroni (15), Amirul Mukminin (8), Paulo Sitanggang (17), Matias Cordoba(77), Nazarul Fahmi (96), Dedi Hartono (10), David Laly (91), Rizky Pora (26).
FW: Yongki Aribowo (7), Agi Pratama (9), Thiago Chunha (11).

Missing player: Three players, having been undergoing injury recovery: Faisal Fakhri, Gavin Kwan Adsit and Yongki Aribowo.

It is believed that 3 injured players will have no effect, because the stock of Barito Putera players is enough, so it will not matter. My players are instructed to play all-out

Probably Barito Putera lineups: Shahar Ginanjar; M Roby, Aaron Michael Evans, Hansamu Yama, Nazar Nurzaidin, Rizky Pora, Matias Cordoba, Paulo Sitanggang, Nazarul Fahmi, Dedi Hartono, Thiago Chunha.

Mitra Kukar:

Mitra Kukar finally get marquee player to play in League 1. landed former Liverpool player, “Mohamed Sissoko” with the duration until the end of the season. The plan in the next few days Sissoko will join the players Mitra Kukar. but sure not play on this match

Bad news for this match not only sure “Mohamed Sissoko” not play in this match other key player name like “Oh In Kyun” dan “Jorge Gotor” in doubtfull situation.

On this match Mitra Kukar not many change from last ISC-A competition. The old names players such as: Dedi Gusmawan, Septian David Mulana, Bayu Pradana, Hendra Adi Bayauw, Anindito Wahyu Erminarno are still included in the main squad.

Other latest news Kukar failed to recruit Brazilian striker Cezar Augusto who became the top-scorer. So now they are still hunting foreign strikers to increase the strength in front line.

Missing 2 Regular Player: Bayu Pradana dan Hendra Bayauw, Who are still recovering from injury.

Coach Jafri said: that it is not easy to achieve win in Banjarmasin (home of Barito). Jacksen’s factor as architect Barito Putera gives a big role to the opponent’s game.

Probably Mitra Kukar lineups: Gerri Mandagi; Zikri Akbar, Saepuloh Maulana, Jorge Gotor, Abdul Gamal, Septian David Maulana, Muhammad Bachtiar, Oh In Kyun, Yogi Rahadian, Zulham Zamrun, Anindito Wahyu.

2-0 2-1

Barito Putera -0.5

WIN 2-1 (JACKPOT)

Sissoko Eks Gelandang Liverpool dan Juventus Gabung Mitra Kukar

Mitra Kukar membuat gebrakan di bursa transfer pemain. Jelang bergulirnya Liga 1 2017, tim berjuluk Naga Mekes itu berhasil merekrut Mohamed ‘Momo’ Sissoko.

Transfer sang pemain diresmikan pada Kamis (13/4/2017) malam. Sissoko terdaftar sebagai marquee player di skuat asuhan Jafri Sastra.

Eks Gelandang Liverpool dan Juventus Gabung Mitra Kukar

Sebelum berlabuh di Mitra Kukar, Sissoko pernah mencicipi kerasnya pentas sepak bola Eropa. Gelandang asal Mali tersebut pernah memperkuat tim besar seperti Valencia, Liverpool, Juventus dan Paris Saint Germain.

Karier Sissoko kemudian meredup di musim 2013. Ia sempat mengadu nasib di China dengan memperkuat Shanghai Shenhua. Tapi kariernya tak juga membaik sehingga ia menganggur dari Februari-September 2016.

Setelah itu Sissoko bermain di Liga India. Ia memperkuat Pune City sampai Januari 2017. Kemudian gelandang 32 tahun ini kembali ke pentas sepak bola Italia. Namun Sissoko tidak bermain di ajang Serie A. Ia bergabung dengan Ternana yang bermain di Serie B atau kasta kedua Liga Italia.

Setelah kontraknya habis, Sissoko coba mengikuti jejak Michael Essien main di Indonesia. Tapi kemungkinan besar ia tidak langsung diturunkan saat Mitra Kukar melakoni laga perdana Liga 1 melawan Barito Putera, Sabtu (15/4/2017) besok. Sebab namanya belum didaftarkan ke pengelola liga.

Update Transfer Indonesia Liga 1 2017: Marquee Player

Sepanjang sejarah bursa transfer sepakbola Indonesia, bisa jadi bursa transfer kali ini menjadi yang paling bersejarah. Lumrah saja karena sejumlah nama besar masuk mewarnai kompetisi Liga 1 yang akan dimulai dalam hitungan hari.

Pemain-pemain asing yang pernah merumput di Premier League seperti Michael Essien, Carlton Cole dan Peter Odemwingie datang membawa angin segar bagi persepakbolaan nasional. Mereka didatangkan oleh Persib Bandung dan Madura United. Hal ini kemudian membuat PSSI kembali merevisi peraturan terhadap marquee player yang semula hanya dijatah satu menjadi lima pemain.

Usaha mendatangkan marquee player pun diikuti oleh Borneo FC yang mendatangkan Shane Meltz, striker tim nasional Selandia Baru di Piala Dunia 2010 silam. Meski usianya sudah menginjak kepala tiga, namun ia dinilai masih mampu memberikan andil siginifikan terhadap Pesut Etam.

Bergeser ke sisi timur pulau Jawa, kita mendapati Persela Lamongan yang baru saja sukses melabuhkan Jose Manuel Barbosa Alvez dari Portugal. Kabarnya, ia telah malang melintang di kasta tertinggi Portugal, Primeira Liga.

Meski tren marquee player secara perlahan dibangun dan mulai digandrungi, namun mayoritas klub Liga 1 terlihat masih belum berhasrat menggunakan jasa mereka. Sebut saja Arema FC dan Persija Jakarta. Kedua klub tersebut lebih memilih pemain yang cocok dengan kebutuhan tim. Singo Edan baru-baru ini merekrut mantan pemain Borneo FC, Jad Noureddine yang diplot menggantikan Bagas Adi Nugroho yang sedang fokus bersama timnas, pun demikian Macan Kemayoran yang mendatangkan Arthur Irawan dan Rohit Chand.

Di sisi lain, usaha Mitra Kukar untuk memakai jasa mantan penyerang Yangon United, Cezar Augustuso, gagal setelah sang pemain enggan melakoni tes medis.

 

18 Pemain Kunci dari Setiap Klub di Liga 1 Musim 2017

S18 Pemain Kunci dari Setiap Klub di Liga 1 Musim 2017 :

Arema FC: Esteban Vizcarra

Sejak kedatangannya di Malang pada tahun 2015 lalu, Esteban Vizcarra telah menjadi pemain kunci bagi Arema, terutama di lini depan. Keberadaannya pun diperkirakan akan tetap sangat penting bagi Singo Edan di Liga 1 mendatang. Umpan-umpan serta tusukan-tusukannya dari lini kedua akan tetap sangat membahayakan, dan ia pun akan tetap menjadi penyuplai utama bola-bola berbahaya untuk dieksekusi oleh mesin gol Arema, Cristian Gonzales.

Apalagi Vizcarra tak akan sendirian; ia kini memiliki beberapa rekan yang bisa diandalkan seperti Adam Alis dan pemain muda Arema yang cukup mencuri perhatian di gelaran Piala Presiden 2017 lalu, Nasir. Vizcarra akan menjadi pemimpin lini tengah yang kini diisi banyak pemain muda kepercayaan Aji Santoso.

Bali United: Irfan Bachdim

Saat melakoni debutnya di Bali United pada gelaran Piala Presiden 2017 lalu, Irfan Bachdim belum tampil terlalu meyakinkan, namun ini bisa dimaklumi, mengingat ia masih dalam fase adaptasi di klub barunya, apalagi ia baru kembali dari petualangannya di Thailand dan Jepang. Adaptasinya akan sangat penting bagi Bali United, yang ditinggal Indra Sjafri dan kini dilatih oleh Hans Peter Schaller.

Jika Irfan bisa beradaptasi dengan baik dengan skema Schaller dan mempertontonkan lagi kemampuan hebatnya seperti yang kita lihat di timnas Indonesia menjelang Piala AFF 2016 lalu, Bali United sepertinya akan meraih prestasi yang jauh lebih baik ketimbang di Indonesia Soccer Championship lalu.

Barito Putera: Rizky Pora

Salah satu pemain terbaik di timnas Indonesia pada gelaran Piala AFF 2016 lalu ini akan memimpin Barito Putera asuhan Jacksen F. Tiago sebagai kapten tim. Ia juga dipastikan akan menjadi salah satu senjata Barito dari sektor sayap yang akan sangat berbahaya di Liga 1 mendatang.

Kemampuan Rizky untuk menusuk dan tak hanya melepaskan umpan namun juga melepaskan tendangan ke arah gawang akan sangat berguna bagi Barito untuk membuka pertahanan tim-tim lawan yang di atas kertas lebih kuat. Salah satu buktinya sudah tersaji dalam laga uji coba kontra Kalteng Putra, di mana ia mencetak salah satu dari tiga gol Barito.

Bhayangkara FC: Wahyu Tri Nugroho

Dengan kemungkinan absennya Evan Dimas dalam banyak pertandingan Bhayangkara FC di Liga 1 mendatang karena aktivitas tim nasional Indonesia U-22, Wahyu Tri Nugroho diyakini akan ‘mengambil alih’ status sebagai pemain kunci tim asuhan Simon McMenemy tersebut. Toh sejak tahun 2016 lalu, Wahyu memang sudah menjadi salah satu pemain terpenting Bhayangkara.

Pada gelaran Indonesia Soccer Championship lalu, Wahyu merupakan kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak di antara kiper-kiper lainnya. Performa apiknya yang berlanjut di Piala Presiden lalu diperkirakan akan tetap terjaga hingga Liga 1 mendatang, dan memberikan rasa aman bagi rekan-rekannya.

Madura United: Slamet Nurcahyono

Kemampuan Slamet sebagai jenderal lapangan tengah Madura United akan membuatnya kembali menonjol di Liga 1 mendatang, melampaui pemain-pemain asing yang menjadi rekan-rekannya, seperti Fabiano Beltrame. Jangan lupa, performa apik Slamet lah yang membuat Madura United bisa menjadi kejutan di ISC A 2016 lalu.

Keberadaan beberapa rekan baru yang bisa diandalkan seperti Fachruddin Aryanto di lini belakang dan Greg Nwokolo di lini depan juga akan membantu Slamet meningkatkan kualitasnya. Jadi, jangan heran jika lelaki mungil yang pernah membela PSS Sleman ini akan kembali jadi pembicaraan hangat di musim kompetisi 2017 nanti.

Mitra Kukar: Oh In-kyun

Oh In-kyun bukanlah nama asing di sepakbola Indonesia. Musim 2016 lalu, ia menjadi andalan Persegres Gresik United, di mana ia mencetak empat gol dan dua assist di sepanjang musim ISC A 2016. Kehadirannya pun diperkirakan akan meningkatkan kualitas lini tengah Naga Mekes di Liga 1 nanti.

Seperti pemain Asia Timur lainnya, Oh mempunyai tipikal permainan yang ngotot dan tak kenal lelah. Kualitas ini akan sangat berguna bagi anak-anak asuhan Jafri Sastra, yang tentunya ingin meningkatkan prestasi mereka di musim kompetisi mendatang.

Persegres Gresik United: Patrick da Silva

Keputusan manajemen Persegres untuk menambah kontrak Patrick da Silva merupakan hal yang masuk akal untuk dilakukan. Pasalnya, kontribusi pemain asal Brasil tersebut memang terhitung cukup besar bagi Persegres di gelaran ISC A 2016 lalu.

Dalam turnamen berbentuk liga itu, Patrick sukses mencetak delapan gol dan tiga assist dalam 23 penampilan, yang artinya ia berperan langsung dalam lebih dari sepertiga jumlah gol Kebo Giras di sepanjang turnamen. Ia akan sangat dibutuhkan oleh pelatih Gomes de Oliviera di Liga 1 mendatang, apalagi jika lini belakang Persegres masih serapuh saat di ISC A lalu.

Persela Lamongan: Ivan Carlos

Dengan akan sering absennya dua wonderkid Persela, Saddil Ramdani dan Ahmad Nur Hardianto, Ivan Carlos dipastikan akan menjadi andalan utama Laskar Joko Tingkir di Liga 1 mendatang. Naluri mencetak gol penyerang yang bergabung dengan Saddil dkk pada putaran kedua ISC A 2016 lalu ini memang sudah terbukti.

Dalam gelaran ISC A lalu, penyerang asal Brasil ini mampu mencetak enam gol dalam 13 pertandingan. Ia pun berhasil mencetak gol dalam laga uji coba Persela kontra Persip Pekalongan baru-baru ini. Sayang ia masih punya PR besar: ia harus menjaga emosinya, yang membuatnya dikartu merah wasit dalam laga uji coba tersebut.

Perseru Serui: Arthur Bonai

Meski pada akhirnya gagal menjalani debutnya di tim nasional Indonesia, fakta bahwa Alfred Riedl sempat memanggil Arthur Bonai ke skuat sementara timnas untuk Piala AFF 2016 lalu menjadi bukti penting kualitas lelaki berusia 25 tahun ini. Tak diragukan lagi, ia adalah pemain terpenting dan paling cemerlang Perseru di ISC A 2016 lalu.

Mampu bermain di sisi lapangan maupun di sektor tengah, Arthur memiliki kualitas umpan yang bagus. Kualitasnya ini akan sangat membantu Perseru untuk bisa menciptakan kejutan di Liga 1 nanti.

Persib Bandung: Atep Rizal

Siapa lagi pemain kunci Persib Bandung jika bukan ‘Lord’ Atep? Bahkan meskipun kini hadir dua marquee player dalam diri Michael Essien dan Carlton Cole, Atep diperkirakan akan tetap menjadi andalan utama Djadjang Nurdjaman di lini tengah Maung Bandung.

Musim lalu di ISC A, Atep mencatatkan 33 penampilan atau hanya absen dalam satu pertandingan saja. Jumlah ini adalah yang terbanyak di Persib, dan satu-satunya pemain yang bisa menyamai capaiannya ini hanyalah Tony Sucipto. Catatan statistiknya pun cukup apik: di sepanjang musim, Atep mencatatkan lima gol dan dua assist. Jumlah golnya hanya kalah dari Sergio van Dijk (12 gol) dan Vladimir Vujovic (6 gol), dan jumlah assist-nya hanya kalah dari Robertino Pugliara (6 assist).

Persiba Balikpapan: Marlon Da Silva

Para pendukung Persiba boleh saja khawatir ketika mengetahui bahwa Shohei Matsunaga menyeberang ke Persib Bandung pasca berakhirnya ISC A 2016 lalu. Wajar saja, Shohei memang menjadi andalan utama Beruang Madu di turnamen rasa liga yang digelar pada tahun 2016 itu, di mana ia menjadi top skorer klub dengan 13 gol. Bisa apa Persiba tanpa Shohei?

Beruntung, Persiba tak perlu menunggu lama untuk mendapatkan penggantinya. Memanfaatkan hubungan buruk Marlon Da Silva dengan pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra, Persiba membajak pemain asal Brasil tersebut untuk Piala Presiden dan Liga 1 di tahun 2017 ini. Tentu saja Marlon diharapkan bisa menjadi pendulang gol Persiba musim ini, setidaknya bisa menyamai catatan pribadinya di Naga Mekes musim lalu, yaitu 16 gol.

Persija Jakarta: Andritany Ardhiyasa

Siapa pemain terbaik Persija Jakarta di sepanjang tahun 2016 lalu? Tentu saja Andritany Ardhiyasa. Tanpa kehadirannya, Persija mungkin bisa kebobolan lebih dari 42 kali – jumlah kebobolan paling sedikit di antara tim-tim papan bawah lainnya di ISC A 2016. Meski jumlah clean sheetnya memang terbilang sedikit, tapi jumlah penyelamatannya yang merupakan salah satu yang terbanyak di ISC A menunjukkan bahwa kegagalannya untuk mencatatkan laga tanpa kebobolan bukan sepenuhnya kesalahannya.

Persija memang cukup berbenah menjelang Liga 1 mendatang, apalagi dengan hadirnya investor baru yang membuat keuangan klub ibukota ini sedikit lebih sehat. Tapi Persija dipastikan akan tetap sangat mengandalkan pemain yang dipanggil Bagol ini di sepanjang tahun 2017 ini, dan jangan heran jika sekali lagi, Andritany akan membuat catatan penyelamatan dalam jumlah tinggi di Liga 1 mendatang.

Persipura Jayapura: Boaz Solossa

Pemain terbaik ISC A 2016 ini adalah ‘top skorer’ di antara pemain-pemain lokal Indonesia (tanpa menghitung pemain naturalisasi) di sepanjang tahun lalu, dan fakta bahwa ia absen di sebagian besar paruh kedua musim karena membela tim nasional Indonesia di Piala AFF 2016 menunjukkan betul kualitasnya. Seandainya saja liga tak terus berjalan selama persiapan dan pelaksanaan Piala AFF berlangsung, mungkin jumlah golnya akan lebih banyak daripada 11 gol yang ia catatkan musim lalu.

Meski kini sudah berusia 31 tahun, Boaz tetap memiliki ketajamannya seperti saat masih muda dulu. Kehadiran Robertino Pugliara di lini tengah Persipura akan sangat membantunya untuk mencatatkan gol dalam jumlah tinggi lagi musim ini. Dia adalah pemain terbaik Indonesia saat ini, dan jangan heran jika Persipura akan terus mengandalkannya di lini depan.

PS TNI: Erwin Ramdani

Erwin Ramdani sejatinya seorang gelandang sayap di PS TNI. Namun naluri mencetak golnya seperti seorang penyerang. Dan ini terbukti dengan catatan 7 golnya di ISC A 2016 lalu, terbanyak kedua tim ini setelah Aldino Herdianto, yang telah hengkang ke Mitra Kukar. Kecepatan dan naluri mencetak golnya inilah yang akan menjadi salah satu senjata utama PS TNI di Liga 1 mendatang.

Eks Persib U-21 ini dipastikan akan menjadi andalan utama PS TNI di lini tengah mereka nanti. Kehadiran dua striker asing, Ibrahim Conteh dan Mamadou Barry, di lini depan timnya bisa jadi akan membantunya juga untuk meningkatkan statistik assist-nya di Liga 1 mendatang.

Erwin Ramdani (putih kanan) tetap menjadi andalan PS TNI musim ini

PSM Makassar: Rasyid Bakri

Sejak muncul sebagai ‘wonderkid’ beberapa tahun yang lalu, memang terlihat sudah bahwa Rasyid Bakri memiliki talenta yang besar yang bisa membawanya menjadi salah satu gelandang terbaik di tanah air. Potensi itu akhirnya benar-benar menjadi kenyataan pada ISC A 2016 lalu. Menjadi andalan di lini tengah PSM, Rasyid berkembang menjadi mesin utama PSM dalam menyerang maupun bertahan.

Catatan 7 gol dan 8 assist-nya di sepanjang musim membuktikan kualitas dan pentingnya kehadiran Rasyid Bakri di skuat Juku Eja. FourFourTwo Indonesia sendiri memilihnya sebagai gelandang terbaik ISC A 2016 lalu. Apakah kami akan kembali memilihnya sebagai yang terbaik di Liga 1 nanti? Yah, Rasyid punya potensi untuk mencatatkan itu.

Pusamania Borneo FC: Asri Akbar

Keberhasilan Pusamania Borneo FC II secara mengejutkan melaju ke final Piala Presiden 2017 lalu tak lepas dari performa luar biasa Asri Akbar. Meski sudah berusia 33 tahun, energi dan visi Asri sangat berpengaruh pada kesuksesan tim kedua PBFC yang tampil di turnamen pra-musim 2017 tersebut. Aksi-aksinya pun diperkirakan akan membuatnya mendapatkan tempat utama di lini tengah PBFC di Liga 1 mendatang.

Toh pengalaman Asri yang sudah malang melintang di papan atas sepakbola Eropa akan sangat berguna di tim muda PBFC saat ini. Musim lalu, ia tampil 29 kali di ISC A 2016 bersama Mitra Kukar, dan mencetak dua gol dan satu assist.

Semen Padang: Marcel Sacramento

Cepatnya adaptasi Marcel Sacramento, yang baru mencicipi sepakbola Indonesia di tahun 2016 lalu dan langsung mencetak 21 gol di ISC A jelas sangat disyukuri Semen Padang. Performa luar biasa Marcel di turnamen itu turut membantu Kabau Sirah berada di papan tengah ISC A.

Hebatnya lagi, Marcel bukan sekadar tipe penyerang egois yang hanya memikirkan diri sendiri. Ini tercermin dari total enam assist yang ia catatkan di turnamen yang sama. Konsistensinya pun terbukti ketika ia sekali lagi tampil luar biasa di Piala Presiden 2017. Nama Marcel Sacramento tampaknya akan kembali berada di papan atas daftar top skorer di Liga 1 nanti.

Sriwijaya FC: Beto Goncalves

Top skorer ISC A 2016 lalu ini diperkirakan akan terus mempertahankan ketajamannya yang terjaga dengan luar biasa sejak tiba di Indonesia pada tahun 2007 lalu. Meski kini usianya sudah memasuki angka 36 tahun, Beto tampaknya belum mau berhenti berlari dan mencetak gol.

Beto memang hanya mencetak satu gol untuk Sriwijaya di Piala Presiden 2017 lalu, namun tak bijak hanya menilainya dari jumlah golnya saja. Pasalnya, pada ISC A 2016 lalu, selain mencetak 25 gol, Beto juga mencatatkan lima assist di sepanjang musim. Kerja samanya dengan Hilton Moreira dipastikan akan kembali menjadi senjata utama Laskar Wong Kito di Liga 1 nanti.

TSC 2016 Match 24 Mitra Kukar Vs Persib Bandung 2-1

16 October 2016
Kick-off 19:00 (UTC+07:00)
Indonesia Soccer Championship A
Mitra Kukar Vs Persib Bandung

Mitra Kukar (1) @1.85/1.80
Mitra Kukar -0.5 @1.83/1.81
Mitra Kukar -0.5 @1.75
(2-0 2-3)
Persib Bandung (X2) @1.91/1.85
Persib Bandung +0.5 @1.91/1.89
Persib Bandung +0.5 @1.95
(3-0)

2-1 2-0 1-0

Over 2.5 @2.20/2.09
Over 2.5 @1.95
Over 2.25 @1.81
Under 2.5 @1.77/1.65
Under 2.5 @1.75
Under 2.25 @1.83

Stadium Aji Imbut Tenggarong.

about tight Schedule, in this week playing three times for each team, both teams will certainly affect the physical condition of his players, but in this match Home team have more time to rest.

Mitra Kukar:

Coach Mitra Kukar “Jafri sastra” he will take advantage of Persib fatigue as well as their minimal preparation ahead of the deal on this match.

Missing Player: Dedy Gusmawan (DF, absent accumulated cards)

Doubtfull player: Hendra Bayauw, Septian David Maulan, are still monitored his condition if it can play or not in this match.

Probably Mitra Kukar LINEUPS 4-2-3-1 (Coach Jafri Sastra):

47 Gerri Mandagi (GK), 24 Michael Y Orah (LB), 16 Saepuloh Maulana (CB), Joko Sidik (CB), 13 Bayu Pradana (CMF), 85 Victor Forcada (AMF), 29 Septian David Maulana (LMF), 21 Anindito Erminarno (LMF), 23 Hendra Bayauw (RMF), 7 Arifki E (RMF), 9 Marlon Da Silva (CF)

Mitra Kukar LINEUPS 4-4-1-1 (Coach Jafri Sastra):

47 Gerri Mandagi (GK), DF: 24 Michael Y Orah (LB), 16 Saepuloh Maulana (CB), 19 Joko Sidik (CB), 6 Zulchrizal Abdul Gamal (RB), MF: 26 Muh Bahtiar (CMF), 13 Bayu Pradana (CMF), 85 Victor Forcada (AMF), 29 Septian David Maulana (LMF), FW: 17 Ronal Setmot (LWF), 9 Marlon Da Silva (CF)

Key Player in match: Setian D GOAL 17″, Yogi R GOAL 67″

Persib Bandung:

Coach Djadjang said, based on the evaluation, players often panic when the opponent is able to play fast and break down the Persib, mainly due to unforced errors, the team’s performance becomes plummeted, the strategies do not work well, the possibility of implementing the strategy of the ball possesion and avoid playing fast and avoid mistakes and play hard, has prepared three players to withstand the aggressive game Mitra Kukar.

Persib Bandung manager “Umuh” promised bonus if you can snatch a point.
“Umuh” has to be realistic to match this one. “1st I ask all players to keep a clean sheet. If it is not conceded, the players also know what it means, at a minimum take the points,” said Umuh.

Although the schedule is undergoing a solid weekend at the TSC to the impact of fatigue, minimum home team get one point with the terms of the goal that eventually escorted M Natshir as GK not conceded.

Missing Player: Vladimir Pujovic and Atep (accumulation of yellow cards)

Doubtfull player: Tantan and I Made Wirawan, still recover.

Good News: Jajang Sukmara (LB) and Sergio Van Dijk (CF). Ready to play after absent

18 players were ready to play:
GK: Muhammad Natshir, M. Ridwan
DF: Jajang Sukmara, Diogo Ferreira, Dias Angga, Tony Sucipto, Yanto Basna.
MF: Kim Jeffrey Kurniawan, Taufiq, Robertino Pugliara, Marcos Flores, Rachmad Hidayat, Hariono
FW: Sergio van Djik, Samsul Arif, Febri Hariyadi, Yandi Sofyan, Zulham Zamrun.

Probably LINEUPS 4-2-3-1 (Coach Djadjang Nurjaman) : 1 Muhammad Natshir (GK), 6 Tony Sucipto (LB), 18 jajang Sukmara (LB), 3 Rudolof Yanto Basna (CB), 5 Diogo ferreira (CB), 24 Hariono (DMF), 8 Taufik (CMF), 23 Kim kurniawan (CMF), 10 Robertino Pugliara (AMF), 9 Samsul Arif (CF), 33 Sergio Van Dijk (CF).

LINEUPS Persib Bandung 4-3-3 (Coach: Djadjang Nurjaman) :

1 Muhammad Natshir (GK), DF: 6 Tony Sucipto (LB), 31 Rudolof Yanto Basna (CB), 5 Diogo ferreira (CB), 4 Dias Angga (RB), MF: 24 Hariono (DMF), 8 Taufik (CMF), 17 Rachmad Hidayat (AMF), 10 Robertino Pugliara (AMF), 54 Zulham M Zamrun (RWF), 48 Marcos A Flores (CF).

Draw game

0-0 1-1 1-0 2-0

Under 2.5 Goals

RESULT : 2-1

Mitra Kukar Terancam Tanpa 5 Pemain Pilar Lawan Sriwijaya FC

Mitra Kutai Kartanegara (Kukar) terancam tanpa lima pemain inti saat menjamu Sriwijaya FC pada pekan ke-22 Torabika Soccer Championship 2016 presented by IM3 Ooredoo di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Minggu (9/10/2016).

Victor Forcada harus pulang ke Spanyol karena ada kerabatnya yang meninggal dunia, Arthur Cunha terkena akumulasi kartu, dan Hendra Bayauw masih dalam tahap pemulihan cedera.

Sedangkan kapten tim, Bayu Pradana dan pemain sayap, Septian David absen karena bergabung dengan Timnas Indonesia untuk laga uji coba kontra Vietnam di Stadion Maguwoharjo, Sleman, 9 Oktober.

Pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra mengakui kondisi tersebut merugikan timnya. Padahal, Naga Mekes akan bersua salah satu tim papan atas di TSC 2016, Sriwijaya FC.

“Lima pemain kami kemungkinan tidak bisa tampil melawan Sriwijaya FC nanti. Empat pemain sudah pasti absen, sedangkan Hendra Bayauw masih kami pantau terus kondisinya,” kata Jafri kepada Bola.com, Rabu (5/10/2016).

Bagi Jafri, laga melawan Sriwijaya FC memang krusial dan wajib dimenangkan karena akan bermain di hadapan publik sendiri. Terlebih, Mitra Kukar punya modal bagus karena belum pernah kalah sepanjang putaran kedua TSC 2016.

Dari empat laga putaran kedua, Mitra Kukar meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Beragam hasil bagus itu membawa tim asal Kalimantan Timur ke peringkat ke-8 klasemen sementara TSC 2016.

“Kami tak ingin, Sriwijaya bangkit di kandang kami. Untuk itu kami akan bermain total dengan pemain yang ada meski kami akui kemungkinan kehilangan lima pemain inti akan merugikan kami juga,” ucap Jafri.

“Namun, saya yakin dengan pemain yang ada kami bisa meraih hasil baagus di kandang sendiri. Saya sudah tekankan ke pemain untuk tampil habis-habisan,” ia melanjutkan.

Berbeda dengan Mitra Kukar, Sriwijaya FC menyambut laga tandang kali ini dengan kondisi negatif setelah takluk 0-4 dari Bhayangkara FC di kandang sendiri, pekan lalu.

Mitra Kukar Vs Sriwijaya FC

Kembali Timpang Saat Lawan Mitra Kukar

PALEMBANG — Meski dipastikan akan kembali diperkuat M Ridwan dan Firman Utina yang sudah kembali usai mengikuti kursus kepelatihan C AFC, namun Sriwijaya FC tetap akan tampil tanpa kekuatan terbaiknya saat menantang Mitra Kukar, Minggu (9/10) sore di stadion GOR Aji Imbut Tenggarong dalam lanjutan kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.

Pasalnya, di laga ini tidak akan diperkuat dua pilar utamanya yakni Fachrudin Ariyanto dan Ichsan Kurniawan yang kembali mendapat panggilan memperkuat timnas Indonesia. Hal ini disampaikan Seketaris PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid setelah mendapatkan surat pemanggilan kedua pemain tersebut dari induk olahraga sepakbola PSSI.

Menurut pria asal Padang ini, surat yang masuk ke pengelola klub PTSOM di tanda tangani oleh Seketaris Jenderal PSSI Azwar Karim dengan nomor surat 768/AGB/143/IX-2016. Surat itu berisi agar klub merelahkan kedua pemain mengikuti TC di stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta dari tanggal 6 – 10 Oktober. “TC untuk persiapan timnas melakukan uji coba menghadapi Vietnam pada tanggal 9 Oktober di stadion Maguwoharjo Sleman,” jelasnya.

Berdasarkan intruksi Presiden Klub Dodi Reza Alex, jajaran direksi PT.SOM sendiri diminta membantu kebutuhan timnas dengan memberikan izin kepada pemain. Hal itu bertujuan untuk mendukung prestasi sepakbola Indonesia di ajang piala AFF Suzuki di Myanmar dan Filipina pada tanggal 19 November hingga 17 Desember mendatang. “Saya juga sudah sampaikan kepada pelatih. Agar kabar ini bisa secepatnya ditindak lanjuti agar tidak mengganggu persiapan tim dilaga berikutnya,”pungkasnya. Saat dikonfirmasi Pelatih SFC Widodo C Putro memang mengkhawatirkan tim apabila tidak bisa tampil full tim. Namun kembali berkumpulnya Firman Utina, M. Ridwan dan Teja Paku Alam membuatnya sedikit lega untuk melepas kedua pilar terbaik ke timnas. “Kita tidak keberatan besok Selasa, (4/10) kita latihan dilapangan untuk recovery. Selain Firman pemain tambahan dari PON juga sudah mulai bergabung,” pungkasnya. (dedi)

MITRA KUKAR:

Laga Berat Menanti, Mitra Kukar Kehilangan Sejumlah Pemain Pilar

Mitra Kukar dipastikan tak akan diperkuat sejumlah pemain pilarnya.

Penyebabnya adalah dikarenakan beberapa hal. Mulai dari pemain yang terbelit cedera seperti Hendra Adi Bayauw, kemudian ada dua pemain yang terkena akumulasi kartu yakni Arifki Eka Putra dan Arthur Cunha Da Rocha. Selain akumulasi kartu, kondisi Arthur juga masih belum pulih dari cedera.

Sementara 2 pemain pilar lainnya yakni kapten tim Bayu Pradana dan Septian David Maulana memenuhi panggilan PSSI untuk latihan sekaligus membela tim nasional Indonesia saat berujicoba dengan Vietnam pada 9 Oktober nanti.

Selain itu, gelandang kelahiran Brazil berpaspor Timor Leste, Fellipe Bertoldo dos Santos, juga masih belum datang ke Tenggarong setelah pulang ke Brazil untuk menghadiri pemakaman ibunya akhir pekan lalu.

Akibat situasi ini, pelatih Mitra Kukar Jafri Sastra terpaksa harus memutar otak untuk mencari formula terbaik dengan memanfaatkan pemain yang ada. “Kondisinya seperti itu, kita akan maksimalkan pemain yang ada,” katanya.

Meski banyak kehilangan pemain pilar, Jafri Sastra tetap optimis timnya mampu meraih hasil maksimal saat menjamu Sriwijaya FC pada Minggu (09/10) mendatang. “Yang pasti kita akan fokus menghadapi Sriwijaya FC. Meski mereka baru kalah 0-4 dari Bhayangkara FC di kandang sendiri, Sriwijaya FC tetaplah tim yang berbahaya dan harus kita waspadai,” ungkapnya. (win)