Update Transfer Indonesia Liga 1 2017: Marquee Player

Sepanjang sejarah bursa transfer sepakbola Indonesia, bisa jadi bursa transfer kali ini menjadi yang paling bersejarah. Lumrah saja karena sejumlah nama besar masuk mewarnai kompetisi Liga 1 yang akan dimulai dalam hitungan hari.

Pemain-pemain asing yang pernah merumput di Premier League seperti Michael Essien, Carlton Cole dan Peter Odemwingie datang membawa angin segar bagi persepakbolaan nasional. Mereka didatangkan oleh Persib Bandung dan Madura United. Hal ini kemudian membuat PSSI kembali merevisi peraturan terhadap marquee player yang semula hanya dijatah satu menjadi lima pemain.

Usaha mendatangkan marquee player pun diikuti oleh Borneo FC yang mendatangkan Shane Meltz, striker tim nasional Selandia Baru di Piala Dunia 2010 silam. Meski usianya sudah menginjak kepala tiga, namun ia dinilai masih mampu memberikan andil siginifikan terhadap Pesut Etam.

Bergeser ke sisi timur pulau Jawa, kita mendapati Persela Lamongan yang baru saja sukses melabuhkan Jose Manuel Barbosa Alvez dari Portugal. Kabarnya, ia telah malang melintang di kasta tertinggi Portugal, Primeira Liga.

Meski tren marquee player secara perlahan dibangun dan mulai digandrungi, namun mayoritas klub Liga 1 terlihat masih belum berhasrat menggunakan jasa mereka. Sebut saja Arema FC dan Persija Jakarta. Kedua klub tersebut lebih memilih pemain yang cocok dengan kebutuhan tim. Singo Edan baru-baru ini merekrut mantan pemain Borneo FC, Jad Noureddine yang diplot menggantikan Bagas Adi Nugroho yang sedang fokus bersama timnas, pun demikian Macan Kemayoran yang mendatangkan Arthur Irawan dan Rohit Chand.

Di sisi lain, usaha Mitra Kukar untuk memakai jasa mantan penyerang Yangon United, Cezar Augustuso, gagal setelah sang pemain enggan melakoni tes medis.

 

18 Pemain Kunci dari Setiap Klub di Liga 1 Musim 2017

S18 Pemain Kunci dari Setiap Klub di Liga 1 Musim 2017 :

Arema FC: Esteban Vizcarra

Sejak kedatangannya di Malang pada tahun 2015 lalu, Esteban Vizcarra telah menjadi pemain kunci bagi Arema, terutama di lini depan. Keberadaannya pun diperkirakan akan tetap sangat penting bagi Singo Edan di Liga 1 mendatang. Umpan-umpan serta tusukan-tusukannya dari lini kedua akan tetap sangat membahayakan, dan ia pun akan tetap menjadi penyuplai utama bola-bola berbahaya untuk dieksekusi oleh mesin gol Arema, Cristian Gonzales.

Apalagi Vizcarra tak akan sendirian; ia kini memiliki beberapa rekan yang bisa diandalkan seperti Adam Alis dan pemain muda Arema yang cukup mencuri perhatian di gelaran Piala Presiden 2017 lalu, Nasir. Vizcarra akan menjadi pemimpin lini tengah yang kini diisi banyak pemain muda kepercayaan Aji Santoso.

Bali United: Irfan Bachdim

Saat melakoni debutnya di Bali United pada gelaran Piala Presiden 2017 lalu, Irfan Bachdim belum tampil terlalu meyakinkan, namun ini bisa dimaklumi, mengingat ia masih dalam fase adaptasi di klub barunya, apalagi ia baru kembali dari petualangannya di Thailand dan Jepang. Adaptasinya akan sangat penting bagi Bali United, yang ditinggal Indra Sjafri dan kini dilatih oleh Hans Peter Schaller.

Jika Irfan bisa beradaptasi dengan baik dengan skema Schaller dan mempertontonkan lagi kemampuan hebatnya seperti yang kita lihat di timnas Indonesia menjelang Piala AFF 2016 lalu, Bali United sepertinya akan meraih prestasi yang jauh lebih baik ketimbang di Indonesia Soccer Championship lalu.

Barito Putera: Rizky Pora

Salah satu pemain terbaik di timnas Indonesia pada gelaran Piala AFF 2016 lalu ini akan memimpin Barito Putera asuhan Jacksen F. Tiago sebagai kapten tim. Ia juga dipastikan akan menjadi salah satu senjata Barito dari sektor sayap yang akan sangat berbahaya di Liga 1 mendatang.

Kemampuan Rizky untuk menusuk dan tak hanya melepaskan umpan namun juga melepaskan tendangan ke arah gawang akan sangat berguna bagi Barito untuk membuka pertahanan tim-tim lawan yang di atas kertas lebih kuat. Salah satu buktinya sudah tersaji dalam laga uji coba kontra Kalteng Putra, di mana ia mencetak salah satu dari tiga gol Barito.

Bhayangkara FC: Wahyu Tri Nugroho

Dengan kemungkinan absennya Evan Dimas dalam banyak pertandingan Bhayangkara FC di Liga 1 mendatang karena aktivitas tim nasional Indonesia U-22, Wahyu Tri Nugroho diyakini akan ‘mengambil alih’ status sebagai pemain kunci tim asuhan Simon McMenemy tersebut. Toh sejak tahun 2016 lalu, Wahyu memang sudah menjadi salah satu pemain terpenting Bhayangkara.

Pada gelaran Indonesia Soccer Championship lalu, Wahyu merupakan kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak di antara kiper-kiper lainnya. Performa apiknya yang berlanjut di Piala Presiden lalu diperkirakan akan tetap terjaga hingga Liga 1 mendatang, dan memberikan rasa aman bagi rekan-rekannya.

Madura United: Slamet Nurcahyono

Kemampuan Slamet sebagai jenderal lapangan tengah Madura United akan membuatnya kembali menonjol di Liga 1 mendatang, melampaui pemain-pemain asing yang menjadi rekan-rekannya, seperti Fabiano Beltrame. Jangan lupa, performa apik Slamet lah yang membuat Madura United bisa menjadi kejutan di ISC A 2016 lalu.

Keberadaan beberapa rekan baru yang bisa diandalkan seperti Fachruddin Aryanto di lini belakang dan Greg Nwokolo di lini depan juga akan membantu Slamet meningkatkan kualitasnya. Jadi, jangan heran jika lelaki mungil yang pernah membela PSS Sleman ini akan kembali jadi pembicaraan hangat di musim kompetisi 2017 nanti.

Mitra Kukar: Oh In-kyun

Oh In-kyun bukanlah nama asing di sepakbola Indonesia. Musim 2016 lalu, ia menjadi andalan Persegres Gresik United, di mana ia mencetak empat gol dan dua assist di sepanjang musim ISC A 2016. Kehadirannya pun diperkirakan akan meningkatkan kualitas lini tengah Naga Mekes di Liga 1 nanti.

Seperti pemain Asia Timur lainnya, Oh mempunyai tipikal permainan yang ngotot dan tak kenal lelah. Kualitas ini akan sangat berguna bagi anak-anak asuhan Jafri Sastra, yang tentunya ingin meningkatkan prestasi mereka di musim kompetisi mendatang.

Persegres Gresik United: Patrick da Silva

Keputusan manajemen Persegres untuk menambah kontrak Patrick da Silva merupakan hal yang masuk akal untuk dilakukan. Pasalnya, kontribusi pemain asal Brasil tersebut memang terhitung cukup besar bagi Persegres di gelaran ISC A 2016 lalu.

Dalam turnamen berbentuk liga itu, Patrick sukses mencetak delapan gol dan tiga assist dalam 23 penampilan, yang artinya ia berperan langsung dalam lebih dari sepertiga jumlah gol Kebo Giras di sepanjang turnamen. Ia akan sangat dibutuhkan oleh pelatih Gomes de Oliviera di Liga 1 mendatang, apalagi jika lini belakang Persegres masih serapuh saat di ISC A lalu.

Persela Lamongan: Ivan Carlos

Dengan akan sering absennya dua wonderkid Persela, Saddil Ramdani dan Ahmad Nur Hardianto, Ivan Carlos dipastikan akan menjadi andalan utama Laskar Joko Tingkir di Liga 1 mendatang. Naluri mencetak gol penyerang yang bergabung dengan Saddil dkk pada putaran kedua ISC A 2016 lalu ini memang sudah terbukti.

Dalam gelaran ISC A lalu, penyerang asal Brasil ini mampu mencetak enam gol dalam 13 pertandingan. Ia pun berhasil mencetak gol dalam laga uji coba Persela kontra Persip Pekalongan baru-baru ini. Sayang ia masih punya PR besar: ia harus menjaga emosinya, yang membuatnya dikartu merah wasit dalam laga uji coba tersebut.

Perseru Serui: Arthur Bonai

Meski pada akhirnya gagal menjalani debutnya di tim nasional Indonesia, fakta bahwa Alfred Riedl sempat memanggil Arthur Bonai ke skuat sementara timnas untuk Piala AFF 2016 lalu menjadi bukti penting kualitas lelaki berusia 25 tahun ini. Tak diragukan lagi, ia adalah pemain terpenting dan paling cemerlang Perseru di ISC A 2016 lalu.

Mampu bermain di sisi lapangan maupun di sektor tengah, Arthur memiliki kualitas umpan yang bagus. Kualitasnya ini akan sangat membantu Perseru untuk bisa menciptakan kejutan di Liga 1 nanti.

Persib Bandung: Atep Rizal

Siapa lagi pemain kunci Persib Bandung jika bukan ‘Lord’ Atep? Bahkan meskipun kini hadir dua marquee player dalam diri Michael Essien dan Carlton Cole, Atep diperkirakan akan tetap menjadi andalan utama Djadjang Nurdjaman di lini tengah Maung Bandung.

Musim lalu di ISC A, Atep mencatatkan 33 penampilan atau hanya absen dalam satu pertandingan saja. Jumlah ini adalah yang terbanyak di Persib, dan satu-satunya pemain yang bisa menyamai capaiannya ini hanyalah Tony Sucipto. Catatan statistiknya pun cukup apik: di sepanjang musim, Atep mencatatkan lima gol dan dua assist. Jumlah golnya hanya kalah dari Sergio van Dijk (12 gol) dan Vladimir Vujovic (6 gol), dan jumlah assist-nya hanya kalah dari Robertino Pugliara (6 assist).

Persiba Balikpapan: Marlon Da Silva

Para pendukung Persiba boleh saja khawatir ketika mengetahui bahwa Shohei Matsunaga menyeberang ke Persib Bandung pasca berakhirnya ISC A 2016 lalu. Wajar saja, Shohei memang menjadi andalan utama Beruang Madu di turnamen rasa liga yang digelar pada tahun 2016 itu, di mana ia menjadi top skorer klub dengan 13 gol. Bisa apa Persiba tanpa Shohei?

Beruntung, Persiba tak perlu menunggu lama untuk mendapatkan penggantinya. Memanfaatkan hubungan buruk Marlon Da Silva dengan pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra, Persiba membajak pemain asal Brasil tersebut untuk Piala Presiden dan Liga 1 di tahun 2017 ini. Tentu saja Marlon diharapkan bisa menjadi pendulang gol Persiba musim ini, setidaknya bisa menyamai catatan pribadinya di Naga Mekes musim lalu, yaitu 16 gol.

Persija Jakarta: Andritany Ardhiyasa

Siapa pemain terbaik Persija Jakarta di sepanjang tahun 2016 lalu? Tentu saja Andritany Ardhiyasa. Tanpa kehadirannya, Persija mungkin bisa kebobolan lebih dari 42 kali – jumlah kebobolan paling sedikit di antara tim-tim papan bawah lainnya di ISC A 2016. Meski jumlah clean sheetnya memang terbilang sedikit, tapi jumlah penyelamatannya yang merupakan salah satu yang terbanyak di ISC A menunjukkan bahwa kegagalannya untuk mencatatkan laga tanpa kebobolan bukan sepenuhnya kesalahannya.

Persija memang cukup berbenah menjelang Liga 1 mendatang, apalagi dengan hadirnya investor baru yang membuat keuangan klub ibukota ini sedikit lebih sehat. Tapi Persija dipastikan akan tetap sangat mengandalkan pemain yang dipanggil Bagol ini di sepanjang tahun 2017 ini, dan jangan heran jika sekali lagi, Andritany akan membuat catatan penyelamatan dalam jumlah tinggi di Liga 1 mendatang.

Persipura Jayapura: Boaz Solossa

Pemain terbaik ISC A 2016 ini adalah ‘top skorer’ di antara pemain-pemain lokal Indonesia (tanpa menghitung pemain naturalisasi) di sepanjang tahun lalu, dan fakta bahwa ia absen di sebagian besar paruh kedua musim karena membela tim nasional Indonesia di Piala AFF 2016 menunjukkan betul kualitasnya. Seandainya saja liga tak terus berjalan selama persiapan dan pelaksanaan Piala AFF berlangsung, mungkin jumlah golnya akan lebih banyak daripada 11 gol yang ia catatkan musim lalu.

Meski kini sudah berusia 31 tahun, Boaz tetap memiliki ketajamannya seperti saat masih muda dulu. Kehadiran Robertino Pugliara di lini tengah Persipura akan sangat membantunya untuk mencatatkan gol dalam jumlah tinggi lagi musim ini. Dia adalah pemain terbaik Indonesia saat ini, dan jangan heran jika Persipura akan terus mengandalkannya di lini depan.

PS TNI: Erwin Ramdani

Erwin Ramdani sejatinya seorang gelandang sayap di PS TNI. Namun naluri mencetak golnya seperti seorang penyerang. Dan ini terbukti dengan catatan 7 golnya di ISC A 2016 lalu, terbanyak kedua tim ini setelah Aldino Herdianto, yang telah hengkang ke Mitra Kukar. Kecepatan dan naluri mencetak golnya inilah yang akan menjadi salah satu senjata utama PS TNI di Liga 1 mendatang.

Eks Persib U-21 ini dipastikan akan menjadi andalan utama PS TNI di lini tengah mereka nanti. Kehadiran dua striker asing, Ibrahim Conteh dan Mamadou Barry, di lini depan timnya bisa jadi akan membantunya juga untuk meningkatkan statistik assist-nya di Liga 1 mendatang.

Erwin Ramdani (putih kanan) tetap menjadi andalan PS TNI musim ini

PSM Makassar: Rasyid Bakri

Sejak muncul sebagai ‘wonderkid’ beberapa tahun yang lalu, memang terlihat sudah bahwa Rasyid Bakri memiliki talenta yang besar yang bisa membawanya menjadi salah satu gelandang terbaik di tanah air. Potensi itu akhirnya benar-benar menjadi kenyataan pada ISC A 2016 lalu. Menjadi andalan di lini tengah PSM, Rasyid berkembang menjadi mesin utama PSM dalam menyerang maupun bertahan.

Catatan 7 gol dan 8 assist-nya di sepanjang musim membuktikan kualitas dan pentingnya kehadiran Rasyid Bakri di skuat Juku Eja. FourFourTwo Indonesia sendiri memilihnya sebagai gelandang terbaik ISC A 2016 lalu. Apakah kami akan kembali memilihnya sebagai yang terbaik di Liga 1 nanti? Yah, Rasyid punya potensi untuk mencatatkan itu.

Pusamania Borneo FC: Asri Akbar

Keberhasilan Pusamania Borneo FC II secara mengejutkan melaju ke final Piala Presiden 2017 lalu tak lepas dari performa luar biasa Asri Akbar. Meski sudah berusia 33 tahun, energi dan visi Asri sangat berpengaruh pada kesuksesan tim kedua PBFC yang tampil di turnamen pra-musim 2017 tersebut. Aksi-aksinya pun diperkirakan akan membuatnya mendapatkan tempat utama di lini tengah PBFC di Liga 1 mendatang.

Toh pengalaman Asri yang sudah malang melintang di papan atas sepakbola Eropa akan sangat berguna di tim muda PBFC saat ini. Musim lalu, ia tampil 29 kali di ISC A 2016 bersama Mitra Kukar, dan mencetak dua gol dan satu assist.

Semen Padang: Marcel Sacramento

Cepatnya adaptasi Marcel Sacramento, yang baru mencicipi sepakbola Indonesia di tahun 2016 lalu dan langsung mencetak 21 gol di ISC A jelas sangat disyukuri Semen Padang. Performa luar biasa Marcel di turnamen itu turut membantu Kabau Sirah berada di papan tengah ISC A.

Hebatnya lagi, Marcel bukan sekadar tipe penyerang egois yang hanya memikirkan diri sendiri. Ini tercermin dari total enam assist yang ia catatkan di turnamen yang sama. Konsistensinya pun terbukti ketika ia sekali lagi tampil luar biasa di Piala Presiden 2017. Nama Marcel Sacramento tampaknya akan kembali berada di papan atas daftar top skorer di Liga 1 nanti.

Sriwijaya FC: Beto Goncalves

Top skorer ISC A 2016 lalu ini diperkirakan akan terus mempertahankan ketajamannya yang terjaga dengan luar biasa sejak tiba di Indonesia pada tahun 2007 lalu. Meski kini usianya sudah memasuki angka 36 tahun, Beto tampaknya belum mau berhenti berlari dan mencetak gol.

Beto memang hanya mencetak satu gol untuk Sriwijaya di Piala Presiden 2017 lalu, namun tak bijak hanya menilainya dari jumlah golnya saja. Pasalnya, pada ISC A 2016 lalu, selain mencetak 25 gol, Beto juga mencatatkan lima assist di sepanjang musim. Kerja samanya dengan Hilton Moreira dipastikan akan kembali menjadi senjata utama Laskar Wong Kito di Liga 1 nanti.

TSC 2016 Match 24 Perseru Serui Vs Persela 1-1

17 October 2016
Kick-off 14:00 (UTC+07:00)
Indonesia Soccer Championship A
Perseru Serui Vs Persela

Perseru Serui -1 @1.93/1.90
Perseru Serui -1 @1.90/1.84
Persela Lamongan +1 @1.89/1.82
Persela Lamongan +1 @2.00/1.90
Over 2.5 @1.87/1.85
Under 2.5 @1.87/1.85

Perseru Serui:
No.1 best win odds at home and Home Best Defense Team Perseru Serui

Good news general midfield, Arthur Barios Bonai ready to play in this match.

almost all the players can play in this match, only 2 players Doubtfull Player: Yoksan Ama (FW) and Septinus Alua Hanoman (Regular MF)

Probably Perseru Serui LINEUPS 4-3-3 (Coach Hanafi):

89 M C Nasirin (GK), 5 Boman Aime (CB), 18 Bilibig Mahrus (CB), 6 Alfares W Msiren (CB), 3 Mari Siswanto (DF/CMF), 26 Septianus A (CMF), 97 Gamalia Imbiri (CMF), 12 Boas Atuturi (LMF), 21 Petrus P Towolom (RM), 17 Irfan Mofu (CF), 9 Osas Ikpefua (CF)

Perseru Serui LINEUPS 4-3-3 (Coach Hanafi):

20 Sukasto Efendi (GK), DF: 5 Boman Aime (CB), 18 Bilibig Mahrus (CB), 92 Jhon A wayoi (CB), 25 Yesaya Desnam (CB), MF: 14 Ronaldo Mesidu (DMF), 13 Franklin R (CMF), 26 Septianus A (CMF), FW: 11 Yoksan Ama, 10 Gakou A, 9 Osas Ikpefua (CF)

Key player: Osas M GOAL 80″

(Coach banyak melakukan perubahan pemain regular di sisi midfielder, tidak memainkan the best line up, aneh coach perseru tidak niat win)

Persela Lamongan:

In this game there are 4 regular players Persela absent, respectively Edy Gunawan, Zainal Haq and Choi Hyun Yeon hamstring injury, and young striker Dendy Sulistyawan who is serving yellow card accumulation.

with a long journey to get to Serui (travel by air, land and sea to get to the island Serui), More problem here Persela only have 1 day to prepare in this match.

Missing Player: Choi Hyun Yeon (Key player CMF), Edy Gunawan, Zaenal Haq (injury hamstring) and Dendi Sulistyawan (Regular CF)(accumulation of cards)

coach Aji is likely to rotate some players and even played young players “Saddil Ramdani” from U-19 national team player.

Ramadan Saputra replace Hyun Choi Yeon. While Dendy Sulistyawan replaced by Nur Hardianto.

in this match coach “Aji Santoso” bring :
GK: Dwi Kuswanto and Choirul Huda.
DF: Aang Suparman, Paulo Eduardo Rodrigues Lima, Mahrus Bahtiar, Djayusman Triasdi, Eky Taufik, Taufiq Kasrun and Samsul Arifin
MF: Hedipo Gustavo, Tamsil Sijaya, M. Agung Pribadi, Ramadhan Saputra, Zainal Arifin, Victor Pae and Saddil Ramdani.
FW: Ivan Carlos and Nur Hardianto

Probably Persela Lamongan LINEUPS 4-4-1-1 (Coach: Aji Santoso) :

33 Dwi Kuswanto (GK), DF: 3 Samsul Arifin (LB), 76 Paulao Eduardo (CB), 43 Aang Suparman (CB), 5 Taufiq Kasrun (CB/RB), MF : Ramadan Saputra, 70 hedipo Da Conceicao (AMF), Nur Hardianto (CF), 74 Ivan Carlos Coelho (CF), 69 Saddil Ramdani (CF)

Persela Lamongan LINEUPS 4-4-2 (Coach: Aji Santoso) :

33 Dwi Kuswanto (GK), DF: 24 Ramadhan Saputra (CB),  5 Taufiq Kasrun (CB), 43 Aang Suparman (CB), 76 Paulao Eduardo (CB), 72 Muh A Pribadi (RB), 30 Eky Taufik (RB), MF: 44 Tamsil Sinjaya (CMF), 2 Zainal Arifin (RMF), FW: 74 Ivan Carlos Coelho (CF), 69 Saddil Ramdani (CF)

(DI match ini coach 6 pemain tipe defender, 2 midfielder dan 2 forward, wajar jika Persela mampu menahan imbang di match ini, bahkan sangat terlihat serius untuk merebut angka)

perseru one team in profitable by natural conditions and temperatures on the island Serui, to go to the Serui we have to travel through with air travel by plane, and sea by ship and bus cars on road trip, take long trips, all team affected with this condition each came to Serui. Add more In this game there are 4 regular players Persela absent.

Perseru Serui -1

RESULT: 1-1 (LOSE)

The Most Tackling Player in ISC 2016 (Update Oktober)

The Most Tackling Player in ISC 2016

1. RICKY FAJRIN (LB) (Bali United) 82 Tackle (67%)
2. HASIM KIPUW (RB) (Bali United) 57 Tackle (66%)
3. M HARGIANTO (DMF) (Bhayangkara FC) 56 Tackle (55%)
4. SEPTINUS ALUA (CMF) (Perseru Serui) 55 Tackle (57%)
5. KIM JEFFREY KURNIAWAN (CMF) (Persib Bandung) 51 Tackle (65%)
6. RASYID ASSAHID BAKRI (CMF) (PSM Makasar) 51 Tackle (54%)
7. BAYU PRADANA (CMF) (Mitra Kukar) 51 Tackle (52%)
8. ANDIK RENDIKA RAMA (LB) (Persib Bandung) 50 Tackle (64%)
9. BENY WAHYUDI (RB) (Arema Malang) 49 Tackle (52%)
10. INDRA KAHFI ARDHIYASA (CMF) (Bhayangkara FC) 48 Tackle (52%)

 

Persija Vs Perseru duel tim seimbang. Perseru mengantisipasi kemungkinan Persija menerapkan strategi parkir bus dgn mengandalkan serangan balik

Bola.com, Yogyakarta – Perseru Serui bisa jadi diuntungkan dengan absennya Willian Pacheco dan Hong Soon-hak pada laga pekan ke-21 Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo di Stadion Manahan, Solo, Minggu (1/10/2016). Dua pemain asing itu terpaksa jadi penonton karena terjerat hukuman akumulasi kartu kuning.

Namun, pelatih kepala Perseru, Hanafi, mengaku tidak mau terpengaruh dengan situasi ini. Bagaimana pun juga, Persija tetap punya pemain lokal pengganti yang pilih tanding.

“Saya tak mau tertipu dengan absennya mereka. Kami tetap fokus menghadapi Persija dengan permainan terbaik. Ada atau tak ada pemain asing itu, Persija masih tim yang kuat. Pemain lokal mereka berkualitas,” tutur Hanafi.

Pelatih asal Malang itu juga mengingatkan anak didiknya jangan menganggap enteng Macan Kemayoran. Meski, pada duel nanti posisi kedua tim seimbang.

“Kami akan main normal sesuai skema yang sudah saya rancang saat latihan di Mojokerto dan Yogyakarta lalu. Mereka harus fokus pada permainan sendiri. Kami bisa manfaatkan dua sektor yang ditinggalkan pemain asing Persija itu untuk mencuri poin,” kata Hanafi.

Hanafi malah mengantisipasi kemungkinan Persija menerapkan strategi parkir bus dengan mengandalkan serangan balik cepat melalui dua sayapnya.

“Mamak (M. Zein Alhadad) bukan pelatih kemarin sore. Dia pasti telah menyiapkan antistrategi untuk mengalahkan Perseru. Persija punya pemain muda dengan kecepatan larinya. Ini bisa menyulitkan lini belakang kami,” ujar Hanafi.

Persija Jakarta akan kembali bermarkas di Solo Vs Perseru Serui

Persija Jakarta akan kembali bermarkas di Solo dalam laga lawan Perseru Serui pada lanjutan Torabika Soccer Championship 2016 presented by IM3 Ooredoo. Pertandingan ini akan digelar Minggu (2/10/2016) di Stadion Manahan.

Musim ini Persija sudah tiga kali bermarkas di Solo. Yakni saat melawan Persipura, PSM Makassar, dan Mitra Kukar. Hasilnya, Tim Macan Kemayoran meraih dua kali imbang dan sekali kalah lawan PSM.
“Pertandingan Persija melawan Perseru yang akan digelar di Stadion Manahan Solo akan dilakukan pada Minggu malam dan kick off pukul 19.00 WIB,” kata ketua Panpel Lokal, Hery Gogor Isranto di Balai Persis Solo, Rabu (28/9/2016).

Hery menjelaskan Persija akan tiba di Solo pada Jumat pagi. Sementara itu Persui akan datang sehari lebih awal.

“Perseru kan saat ini posisinya sedang di Yogyakarta. Jadi, akan bergeser dari kawasan hotel di Parangtritis menuju Solo pada hari Kamis besok,” katanya menambahkan.

Sesampainya di Solo, kata dia, kedua tim akan melakukan latihan. Hanya saja pihak tuan rumah dalam hal ini Persija memilih untuk tidak melakukan uji coba lapangan di Stadion Manahan Solo. Sedangkan Perseru akan melakukan uji coba lapangan pada Sabtu pagi.

“Meskipun Persija tidak akan melakukan ujicoba lapangan, namun mereka meminta untuk bisa melakukan latihan pada Jumat sore di lapangan Kota Barat, bukan di Manahan,”