Mario Gomez Puji Semangat Pemain Persib Bandung

Gomez juga menilai performa Wanggai terus meningkat, dan terbukti dengan dua gol yang dilesakkan sang striker.

Pelatih Persib Bandung Mario Gomez memuji performa anak asuhnya yang pantang menyerah untuk mengalahkan PS TIRA dengan skor ketat 3-2 di Stadion Sultan Agung Bantul, Senin (30/7) malam WIB.

Kemenangan di kandang lawan ini membuat Persib tidak menelan kekalahan di tiga laga tandang secara beruntun. Mereka mengawalinya dengan hasil imbang ketika dijamu Barito Putera di Banjarmasin, lalu mengalahkan Persebaya Surabaya, sebelum menyempurnakannya di Bantul.

“Ini pertandingan yang berat, karena PS TIRA bermain sangat kuat. Tapi kami akhirnya bisa menang. Hal paling penting bagi kami adalah mendapatkan tiga poin, dan tetap berada di puncak klasemen,” ujar Gomez.

“Saya apresiasi pemain yang sudah tampil bagus, dan berusaha terus mencetak gol. Semua pemain sangat penting, mereka bermain penuh percaya diri. Komunikasi antarpemain berjalan dengan bagus. Tidak masalah siapa pun pemain yang mencetak gol.”

Gomez juga merasa senang dengan performa Patrich Wanggai yang mencetak dua gol di laga ini. Kehadiran Wanggai di putaran kedua sebelumnya sempat mengundang tanya suporter Persib.

“Patrich [Wanggai] pemain yang bagus. Kami sebenarnya sudah menginginkan dia sejak awal musim, dan sekarang dia sudah bersama kami. Dia sudah memperlihatkan performa bagus,” imbuh Gomez.

Advertisements

Duo Persib Bandung Dihukum Komisi Disiplin PSSI

Hariono dan Malisic dihukum akibat melakukan pelanggaran terhadap pemain Persela.

Persib Bandung dipastikan tidak diperkuat dua pemain pilarnya, bek Bojan Malisic dan gelandang bertahan Hariono, saat menghadapi PS TIRA dan Sriwijaya FC di Liga 1 2018 setelah mendapat sanksi larangan bermain dari komisi disiplin (Komdis) PSSI.

Malisic dan Hariono masing-masing dikenakan sanksi larangan bermain di dua pertandingan, menyusul sikap mereka saat menghadapi Persela Lamongan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 16 Juli.

Dilansir laman resmi klub, dalam surat keputusan bernomor 098/L1/SK/KD-PSSI/VII/2018 tertanggal 25 Juli, Komdis menyebutkan, Hariono dengan sengaja menyikut gelandang Persela, Diego Assis. Selain sanksi larangan bermain, Hariono dikenakan denda Rp10 juta.

Sedangkan Malisic harus absen akibat ulahnya menginjak salah satu pemain Persela. Berbeda dibandingkan dengan Hariono, sanksi denda Malisic lebih besar, yakni Rp20 juta.

Komdis menyebutkan, bila masih melakukan pelanggaran serupa, pihaknya akan memberikan sanksi lebih berat kepada Hariono dan Malisic. Persib juga diberikan kesempatan untuk mengajukan banding terhadap putusan Komdis.

PS TIRA 2–3 Persib Bandung

Persib Bandung mempertahankan posisi puncak klasemen sementara setelah mengalahkan PS TIRA dengan skor ketat 3-2 di Stadion Sultan Agung Bantul, Senin (30/7) malam WIB, pada laga pekan ke-18 Liga 1 2018.

Tambahan tiga angka ini membuat Persib melesat meninggalkan Barito Putera dengan keunggulan tiga angka setelah mengoleksi poin 31. Sedangkan PS TIRA tidak beranjak dari zona merah dengan poin 18.

Babak pertama:

Pertandingan antara PS TIRA dan Persib berlangsung ketat sejak peluit kick-off ditiupkan wasit. PS TIRA yang tampil di kandang lebih dulu menebar ancaman melalui Aleksandar Rakic, tapi bola melambung.

Persib berusaha merespons agresivitas tuan rumah dengan melancarkan serangan dari sisi kiri serangan. Namun mereka mengalami kesulitan menembus pertahanan PS TIRA yang tampil solid.

Peluang emas diperoleh PS TIRA melalui aksi individu Sansan Fauzi. Striker The Young Warriors itu berhasil menembus pertahanan Persib, namun sepakannya melayang tipis di atas mistar gawang.

PS TIRA akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-43. Bola tendangan Wawan Febrianto yang berusaha memberikan umpan ke depan gawang membentur Supardi. Bola yang berubah arah berusaha diamankan kiper M Natshir Fadhil, namun justru masuk ke dalam gawang bersama dirinya.

Persib berusaha bangkit, dan berhasil menyamakan kedudukan. Umpan Jonathan Bauman disambut tendangan voli Patrich Wanggai yang tak bisa digagalkan kiper Syahrul Trina, dan menutup babak pertama dengan kor 1-1.

Babak kedua

Pertarungan antara PS TIRA dan Persib tetap berlangsung ketat di babak kedua. PS TIRA yang tak ingin kehilangan poin mencoba menggebrak pertahanan Persib, namun menemui kegagalan.

Di lain sisi, Persib mulai memberikan tekanan berarti yang menghadirkan ancaman serius di pertahanan PS TIRA. Peluang diperoleh Bauman dan Ghozali Siregar, tapi kans tersebut masih tidak menemui sasaran.

Upaya Persib untuk mengubah papan skor terwujud pada menit ke-83. Bauman menusuk dari sisi kanan serangan, dan melepaskan umpan kepada Wanggai yang berdiri bebas. Wanggai pun tidak membuang kesempatan menjebol gawang PS TIRA.

PS TIRA selanjutnya mampu menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti Manahati Lestusen pada menit ke-90. Hadiah penalti diberikan wasit, karena menganggap Victor Igbonefo handball di kotak terlarang.

Menjelang pertandingan berakhir, Persib pun sukses membawa pulang tiga angka ketika eksekusi penalti Bauman tak bisa dicegah Syahrul masuk ke dalam gawangnya, sehingga menutup laga dengan skor 3-2.

Berikut susunan pemain kedua tim:

PS TIRA: Syahrul Trisna Fadillah; Ganjar Mukti, Abu Bakr Radanfah, Abduh Lestaluhu, Roni Sugeng, Manahati Lestusen, Wawan Febriyanto, Ryan Wiradinata, Ahmad Nufiandani, Sansan Fauzi, Aleksandar Rakic.
Cadangan: Angga Saputra; Derry Herlangga, Didik Wahyu, Pandi Lestaluhu, Izmy Hatuwe, Firmansyah, Angga Febriyanto Putro.

Pelatih: Nilmaizar

Persib: M Natshir Fadhil; Indra Mustafa, Victor Igbonefo, Ardi Idrus, Supardi, Ghozali Siregar, Dedi Kusnandar, Oh Inkyun, Agung Mulyadi, Patrich Wanggai, Jonatan Bauman.
Cadangan: I Made Wirawan; Henhen Herdiana, Moh Al Amin Syukur Fisabillah, Eka Ramdani, Puja Abdilah, Muchlis Hadi Ning, Wildan Ramdhani.

Pelatih: Mario Gomez

15 April 2017 Persib bandung Vs Arema Malang = 0-0

http://www.indosoccerinfo.com
15 April 2017
Kick-off 18:30 (UTC+07:00)
Indonesia Liga 1
Persib bandung Vs Arema Malang
Pick: Persib bandung to win
Odds: 1.85
Stake: 5/10

Persib bandung to win (1) @1.80
Persib bandung to win (1) @1.80
Arema Malang/Draw (X2) @1.97
Arema Malang/Draw (X2) @1.91
Over 2.5 @2.06
Under 2.5 @1.80

Persib bandung:

all ticket Sold out, Persib fans who are known as Bobotoh already hunt for match tickets. In fact, tickets sold online and offline are sold out. This game can be sure will be supported full supporter persib in home stadium. The demands of supporters persib to win in this game is felt very high.

Persib this season became the team no.1 who has the largest team budget, spend tens of billions of dollars to form a star-studded team. World-class marquee players such as “Michael Essien” and “Carlton Cole” have been imported. and called the naturaliasi player Raphael Maitimo come to team.

Yess new key player persib need time to adaptation, In the trial match Vs Bali United persib lose 1-2 last week.

“The atmsofer is hot. Moreover, his opponent Arema, and now there are “2 star players”. It sucks the bobotoh animo, and will be felt in the field. We do not want to disappoint bobotoh, “said Djadjang.

Transfer market in:
Michael Essien (Panathinaikos/Marquee Player), Carlton Cole (Sacramento Republic/Marquee Player), Shohei Matsunaga (Persiba Balikapan), Dedi Kusnandar (Sabah FA), Achmad Jufriyanto (Sriwijaya FC), Supardi Nasir (Sriwijaya FC), Wildansyah (Sriwijaya FC), Imam Arief Fadilah (Barito Putera), Raphael Maitimo (PSM Makassar)

Transfer market Out:
Ridwan (Semen Padang), M Agung Pribadi (Persela Lamongan), Dias Angga Putra (Bali United), Purwaka Yudi (Free Agent), Diogo Ferriera (Penang FA), Taufiq (Bali United), Rachmad Hidayat (Sriwijaya FC), Robertino Pugliara (Persipura Jayapura), Marcos Flores (Bali United), Yandi Sofyan (Bali United), Samsul Arif (Persela Lamongan), Rudiyana (Persis Solo), dan David Laly (Barito Putera)

“Atep” local key players will remain the mainstay of midfielder, Atep recorded 33 appearances or just missed in one game only.

Doubtfull player: Raphael Maitimo (Irritated with both eyes), and Carlton Cole probably play but not full time.

Missing player: Sergio van Dijk (Injury still the recovery process)

Probably Persib Bandung (4-2-3-1): M Nasir; Henhen Herdiana, Vladimir Vujovic, Achmad Jufriyanto, Tony Sucipto; Hariono, Raphael Maitomo; Febri Hariyadi, Michael Essien, Atep; Angga Febriyanto.

Arema Malang:

Arema FC must travel about 13 hours from Malang. Fly to Jakarta then continue the road trip to Bandung. Arema troupe then stuck jammed along the journey from Jakarta to Bandung with travel time for 8 hours. This congestion occurs because it coincides with a long holiday on the weekend that makes the road crowded with private vehicles. This is not predicted by Arema.

“It’s an away game to Bandung but the taste of Serui (Papua) is tired,” said “Adam Alis” (MF Arema). Of the total time spent, this time go to Bandung away matches we travel time same like we go to Papua, tired trip.

Aji claimed not to get the ideal composition that will be applied to reduce Persib.

Arema in this season is expected to look stronger on the defense side, bringing Jad Noureddine to accompany Arthur Cunha in defense.

Arema FC one team that is not very active in the transfer market. Prefer players that match the needs of the team. Arema has recently only recruited former Borneo FC player Jad Noureddine in defense

But the advantages arema look more compact because this season is not too much change players, Arema itself came to Bandung with high motivation after the last successful Trial test match steal a sweet victory 0-2 over host PSMS Medan.

Arema missing 3 Senior players: Arif Suyono, Beny Wahyudi, and Ferry Aman Saragih (Still in recovery condition at malang)

Arif was recovering from illness. Beny Wahyudi has not recovered from an ankle injury he got in a trial against PSMS Medan, while Ferry suffered a serious injury in his knee.

In addition, there are -5 young players are also not brought to bandung : Utam Rusdiana, Ibn Adam, Oky Derry, Dio Permana, and Muhammad Rafly.

Arema still rely on veteran striker Cristian Gonzalez on the front lines of the team. While under the crossbar still seems to be entrusted to Kurnia Meiga Hermansyah.

Probably Arema FC (4-3-3): Kurnia Meiga; Junda Irawan, Arthur Cunha, Jad Noureddine, Johan Farizi; Adam Alis, Hanif Sjahbandi, Ahmad Bustomi, Esteban Vizcarra; Cristian Gonzales, Nasir.

1-0 2-0 2-1

Persib bandung -0.5

0-0

Update Transfer Indonesia Liga 1 2017: Marquee Player

Sepanjang sejarah bursa transfer sepakbola Indonesia, bisa jadi bursa transfer kali ini menjadi yang paling bersejarah. Lumrah saja karena sejumlah nama besar masuk mewarnai kompetisi Liga 1 yang akan dimulai dalam hitungan hari.

Pemain-pemain asing yang pernah merumput di Premier League seperti Michael Essien, Carlton Cole dan Peter Odemwingie datang membawa angin segar bagi persepakbolaan nasional. Mereka didatangkan oleh Persib Bandung dan Madura United. Hal ini kemudian membuat PSSI kembali merevisi peraturan terhadap marquee player yang semula hanya dijatah satu menjadi lima pemain.

Usaha mendatangkan marquee player pun diikuti oleh Borneo FC yang mendatangkan Shane Meltz, striker tim nasional Selandia Baru di Piala Dunia 2010 silam. Meski usianya sudah menginjak kepala tiga, namun ia dinilai masih mampu memberikan andil siginifikan terhadap Pesut Etam.

Bergeser ke sisi timur pulau Jawa, kita mendapati Persela Lamongan yang baru saja sukses melabuhkan Jose Manuel Barbosa Alvez dari Portugal. Kabarnya, ia telah malang melintang di kasta tertinggi Portugal, Primeira Liga.

Meski tren marquee player secara perlahan dibangun dan mulai digandrungi, namun mayoritas klub Liga 1 terlihat masih belum berhasrat menggunakan jasa mereka. Sebut saja Arema FC dan Persija Jakarta. Kedua klub tersebut lebih memilih pemain yang cocok dengan kebutuhan tim. Singo Edan baru-baru ini merekrut mantan pemain Borneo FC, Jad Noureddine yang diplot menggantikan Bagas Adi Nugroho yang sedang fokus bersama timnas, pun demikian Macan Kemayoran yang mendatangkan Arthur Irawan dan Rohit Chand.

Di sisi lain, usaha Mitra Kukar untuk memakai jasa mantan penyerang Yangon United, Cezar Augustuso, gagal setelah sang pemain enggan melakoni tes medis.

 

18 Pemain Kunci dari Setiap Klub di Liga 1 Musim 2017

S18 Pemain Kunci dari Setiap Klub di Liga 1 Musim 2017 :

Arema FC: Esteban Vizcarra

Sejak kedatangannya di Malang pada tahun 2015 lalu, Esteban Vizcarra telah menjadi pemain kunci bagi Arema, terutama di lini depan. Keberadaannya pun diperkirakan akan tetap sangat penting bagi Singo Edan di Liga 1 mendatang. Umpan-umpan serta tusukan-tusukannya dari lini kedua akan tetap sangat membahayakan, dan ia pun akan tetap menjadi penyuplai utama bola-bola berbahaya untuk dieksekusi oleh mesin gol Arema, Cristian Gonzales.

Apalagi Vizcarra tak akan sendirian; ia kini memiliki beberapa rekan yang bisa diandalkan seperti Adam Alis dan pemain muda Arema yang cukup mencuri perhatian di gelaran Piala Presiden 2017 lalu, Nasir. Vizcarra akan menjadi pemimpin lini tengah yang kini diisi banyak pemain muda kepercayaan Aji Santoso.

Bali United: Irfan Bachdim

Saat melakoni debutnya di Bali United pada gelaran Piala Presiden 2017 lalu, Irfan Bachdim belum tampil terlalu meyakinkan, namun ini bisa dimaklumi, mengingat ia masih dalam fase adaptasi di klub barunya, apalagi ia baru kembali dari petualangannya di Thailand dan Jepang. Adaptasinya akan sangat penting bagi Bali United, yang ditinggal Indra Sjafri dan kini dilatih oleh Hans Peter Schaller.

Jika Irfan bisa beradaptasi dengan baik dengan skema Schaller dan mempertontonkan lagi kemampuan hebatnya seperti yang kita lihat di timnas Indonesia menjelang Piala AFF 2016 lalu, Bali United sepertinya akan meraih prestasi yang jauh lebih baik ketimbang di Indonesia Soccer Championship lalu.

Barito Putera: Rizky Pora

Salah satu pemain terbaik di timnas Indonesia pada gelaran Piala AFF 2016 lalu ini akan memimpin Barito Putera asuhan Jacksen F. Tiago sebagai kapten tim. Ia juga dipastikan akan menjadi salah satu senjata Barito dari sektor sayap yang akan sangat berbahaya di Liga 1 mendatang.

Kemampuan Rizky untuk menusuk dan tak hanya melepaskan umpan namun juga melepaskan tendangan ke arah gawang akan sangat berguna bagi Barito untuk membuka pertahanan tim-tim lawan yang di atas kertas lebih kuat. Salah satu buktinya sudah tersaji dalam laga uji coba kontra Kalteng Putra, di mana ia mencetak salah satu dari tiga gol Barito.

Bhayangkara FC: Wahyu Tri Nugroho

Dengan kemungkinan absennya Evan Dimas dalam banyak pertandingan Bhayangkara FC di Liga 1 mendatang karena aktivitas tim nasional Indonesia U-22, Wahyu Tri Nugroho diyakini akan ‘mengambil alih’ status sebagai pemain kunci tim asuhan Simon McMenemy tersebut. Toh sejak tahun 2016 lalu, Wahyu memang sudah menjadi salah satu pemain terpenting Bhayangkara.

Pada gelaran Indonesia Soccer Championship lalu, Wahyu merupakan kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak di antara kiper-kiper lainnya. Performa apiknya yang berlanjut di Piala Presiden lalu diperkirakan akan tetap terjaga hingga Liga 1 mendatang, dan memberikan rasa aman bagi rekan-rekannya.

Madura United: Slamet Nurcahyono

Kemampuan Slamet sebagai jenderal lapangan tengah Madura United akan membuatnya kembali menonjol di Liga 1 mendatang, melampaui pemain-pemain asing yang menjadi rekan-rekannya, seperti Fabiano Beltrame. Jangan lupa, performa apik Slamet lah yang membuat Madura United bisa menjadi kejutan di ISC A 2016 lalu.

Keberadaan beberapa rekan baru yang bisa diandalkan seperti Fachruddin Aryanto di lini belakang dan Greg Nwokolo di lini depan juga akan membantu Slamet meningkatkan kualitasnya. Jadi, jangan heran jika lelaki mungil yang pernah membela PSS Sleman ini akan kembali jadi pembicaraan hangat di musim kompetisi 2017 nanti.

Mitra Kukar: Oh In-kyun

Oh In-kyun bukanlah nama asing di sepakbola Indonesia. Musim 2016 lalu, ia menjadi andalan Persegres Gresik United, di mana ia mencetak empat gol dan dua assist di sepanjang musim ISC A 2016. Kehadirannya pun diperkirakan akan meningkatkan kualitas lini tengah Naga Mekes di Liga 1 nanti.

Seperti pemain Asia Timur lainnya, Oh mempunyai tipikal permainan yang ngotot dan tak kenal lelah. Kualitas ini akan sangat berguna bagi anak-anak asuhan Jafri Sastra, yang tentunya ingin meningkatkan prestasi mereka di musim kompetisi mendatang.

Persegres Gresik United: Patrick da Silva

Keputusan manajemen Persegres untuk menambah kontrak Patrick da Silva merupakan hal yang masuk akal untuk dilakukan. Pasalnya, kontribusi pemain asal Brasil tersebut memang terhitung cukup besar bagi Persegres di gelaran ISC A 2016 lalu.

Dalam turnamen berbentuk liga itu, Patrick sukses mencetak delapan gol dan tiga assist dalam 23 penampilan, yang artinya ia berperan langsung dalam lebih dari sepertiga jumlah gol Kebo Giras di sepanjang turnamen. Ia akan sangat dibutuhkan oleh pelatih Gomes de Oliviera di Liga 1 mendatang, apalagi jika lini belakang Persegres masih serapuh saat di ISC A lalu.

Persela Lamongan: Ivan Carlos

Dengan akan sering absennya dua wonderkid Persela, Saddil Ramdani dan Ahmad Nur Hardianto, Ivan Carlos dipastikan akan menjadi andalan utama Laskar Joko Tingkir di Liga 1 mendatang. Naluri mencetak gol penyerang yang bergabung dengan Saddil dkk pada putaran kedua ISC A 2016 lalu ini memang sudah terbukti.

Dalam gelaran ISC A lalu, penyerang asal Brasil ini mampu mencetak enam gol dalam 13 pertandingan. Ia pun berhasil mencetak gol dalam laga uji coba Persela kontra Persip Pekalongan baru-baru ini. Sayang ia masih punya PR besar: ia harus menjaga emosinya, yang membuatnya dikartu merah wasit dalam laga uji coba tersebut.

Perseru Serui: Arthur Bonai

Meski pada akhirnya gagal menjalani debutnya di tim nasional Indonesia, fakta bahwa Alfred Riedl sempat memanggil Arthur Bonai ke skuat sementara timnas untuk Piala AFF 2016 lalu menjadi bukti penting kualitas lelaki berusia 25 tahun ini. Tak diragukan lagi, ia adalah pemain terpenting dan paling cemerlang Perseru di ISC A 2016 lalu.

Mampu bermain di sisi lapangan maupun di sektor tengah, Arthur memiliki kualitas umpan yang bagus. Kualitasnya ini akan sangat membantu Perseru untuk bisa menciptakan kejutan di Liga 1 nanti.

Persib Bandung: Atep Rizal

Siapa lagi pemain kunci Persib Bandung jika bukan ‘Lord’ Atep? Bahkan meskipun kini hadir dua marquee player dalam diri Michael Essien dan Carlton Cole, Atep diperkirakan akan tetap menjadi andalan utama Djadjang Nurdjaman di lini tengah Maung Bandung.

Musim lalu di ISC A, Atep mencatatkan 33 penampilan atau hanya absen dalam satu pertandingan saja. Jumlah ini adalah yang terbanyak di Persib, dan satu-satunya pemain yang bisa menyamai capaiannya ini hanyalah Tony Sucipto. Catatan statistiknya pun cukup apik: di sepanjang musim, Atep mencatatkan lima gol dan dua assist. Jumlah golnya hanya kalah dari Sergio van Dijk (12 gol) dan Vladimir Vujovic (6 gol), dan jumlah assist-nya hanya kalah dari Robertino Pugliara (6 assist).

Persiba Balikpapan: Marlon Da Silva

Para pendukung Persiba boleh saja khawatir ketika mengetahui bahwa Shohei Matsunaga menyeberang ke Persib Bandung pasca berakhirnya ISC A 2016 lalu. Wajar saja, Shohei memang menjadi andalan utama Beruang Madu di turnamen rasa liga yang digelar pada tahun 2016 itu, di mana ia menjadi top skorer klub dengan 13 gol. Bisa apa Persiba tanpa Shohei?

Beruntung, Persiba tak perlu menunggu lama untuk mendapatkan penggantinya. Memanfaatkan hubungan buruk Marlon Da Silva dengan pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra, Persiba membajak pemain asal Brasil tersebut untuk Piala Presiden dan Liga 1 di tahun 2017 ini. Tentu saja Marlon diharapkan bisa menjadi pendulang gol Persiba musim ini, setidaknya bisa menyamai catatan pribadinya di Naga Mekes musim lalu, yaitu 16 gol.

Persija Jakarta: Andritany Ardhiyasa

Siapa pemain terbaik Persija Jakarta di sepanjang tahun 2016 lalu? Tentu saja Andritany Ardhiyasa. Tanpa kehadirannya, Persija mungkin bisa kebobolan lebih dari 42 kali – jumlah kebobolan paling sedikit di antara tim-tim papan bawah lainnya di ISC A 2016. Meski jumlah clean sheetnya memang terbilang sedikit, tapi jumlah penyelamatannya yang merupakan salah satu yang terbanyak di ISC A menunjukkan bahwa kegagalannya untuk mencatatkan laga tanpa kebobolan bukan sepenuhnya kesalahannya.

Persija memang cukup berbenah menjelang Liga 1 mendatang, apalagi dengan hadirnya investor baru yang membuat keuangan klub ibukota ini sedikit lebih sehat. Tapi Persija dipastikan akan tetap sangat mengandalkan pemain yang dipanggil Bagol ini di sepanjang tahun 2017 ini, dan jangan heran jika sekali lagi, Andritany akan membuat catatan penyelamatan dalam jumlah tinggi di Liga 1 mendatang.

Persipura Jayapura: Boaz Solossa

Pemain terbaik ISC A 2016 ini adalah ‘top skorer’ di antara pemain-pemain lokal Indonesia (tanpa menghitung pemain naturalisasi) di sepanjang tahun lalu, dan fakta bahwa ia absen di sebagian besar paruh kedua musim karena membela tim nasional Indonesia di Piala AFF 2016 menunjukkan betul kualitasnya. Seandainya saja liga tak terus berjalan selama persiapan dan pelaksanaan Piala AFF berlangsung, mungkin jumlah golnya akan lebih banyak daripada 11 gol yang ia catatkan musim lalu.

Meski kini sudah berusia 31 tahun, Boaz tetap memiliki ketajamannya seperti saat masih muda dulu. Kehadiran Robertino Pugliara di lini tengah Persipura akan sangat membantunya untuk mencatatkan gol dalam jumlah tinggi lagi musim ini. Dia adalah pemain terbaik Indonesia saat ini, dan jangan heran jika Persipura akan terus mengandalkannya di lini depan.

PS TNI: Erwin Ramdani

Erwin Ramdani sejatinya seorang gelandang sayap di PS TNI. Namun naluri mencetak golnya seperti seorang penyerang. Dan ini terbukti dengan catatan 7 golnya di ISC A 2016 lalu, terbanyak kedua tim ini setelah Aldino Herdianto, yang telah hengkang ke Mitra Kukar. Kecepatan dan naluri mencetak golnya inilah yang akan menjadi salah satu senjata utama PS TNI di Liga 1 mendatang.

Eks Persib U-21 ini dipastikan akan menjadi andalan utama PS TNI di lini tengah mereka nanti. Kehadiran dua striker asing, Ibrahim Conteh dan Mamadou Barry, di lini depan timnya bisa jadi akan membantunya juga untuk meningkatkan statistik assist-nya di Liga 1 mendatang.

Erwin Ramdani (putih kanan) tetap menjadi andalan PS TNI musim ini

PSM Makassar: Rasyid Bakri

Sejak muncul sebagai ‘wonderkid’ beberapa tahun yang lalu, memang terlihat sudah bahwa Rasyid Bakri memiliki talenta yang besar yang bisa membawanya menjadi salah satu gelandang terbaik di tanah air. Potensi itu akhirnya benar-benar menjadi kenyataan pada ISC A 2016 lalu. Menjadi andalan di lini tengah PSM, Rasyid berkembang menjadi mesin utama PSM dalam menyerang maupun bertahan.

Catatan 7 gol dan 8 assist-nya di sepanjang musim membuktikan kualitas dan pentingnya kehadiran Rasyid Bakri di skuat Juku Eja. FourFourTwo Indonesia sendiri memilihnya sebagai gelandang terbaik ISC A 2016 lalu. Apakah kami akan kembali memilihnya sebagai yang terbaik di Liga 1 nanti? Yah, Rasyid punya potensi untuk mencatatkan itu.

Pusamania Borneo FC: Asri Akbar

Keberhasilan Pusamania Borneo FC II secara mengejutkan melaju ke final Piala Presiden 2017 lalu tak lepas dari performa luar biasa Asri Akbar. Meski sudah berusia 33 tahun, energi dan visi Asri sangat berpengaruh pada kesuksesan tim kedua PBFC yang tampil di turnamen pra-musim 2017 tersebut. Aksi-aksinya pun diperkirakan akan membuatnya mendapatkan tempat utama di lini tengah PBFC di Liga 1 mendatang.

Toh pengalaman Asri yang sudah malang melintang di papan atas sepakbola Eropa akan sangat berguna di tim muda PBFC saat ini. Musim lalu, ia tampil 29 kali di ISC A 2016 bersama Mitra Kukar, dan mencetak dua gol dan satu assist.

Semen Padang: Marcel Sacramento

Cepatnya adaptasi Marcel Sacramento, yang baru mencicipi sepakbola Indonesia di tahun 2016 lalu dan langsung mencetak 21 gol di ISC A jelas sangat disyukuri Semen Padang. Performa luar biasa Marcel di turnamen itu turut membantu Kabau Sirah berada di papan tengah ISC A.

Hebatnya lagi, Marcel bukan sekadar tipe penyerang egois yang hanya memikirkan diri sendiri. Ini tercermin dari total enam assist yang ia catatkan di turnamen yang sama. Konsistensinya pun terbukti ketika ia sekali lagi tampil luar biasa di Piala Presiden 2017. Nama Marcel Sacramento tampaknya akan kembali berada di papan atas daftar top skorer di Liga 1 nanti.

Sriwijaya FC: Beto Goncalves

Top skorer ISC A 2016 lalu ini diperkirakan akan terus mempertahankan ketajamannya yang terjaga dengan luar biasa sejak tiba di Indonesia pada tahun 2007 lalu. Meski kini usianya sudah memasuki angka 36 tahun, Beto tampaknya belum mau berhenti berlari dan mencetak gol.

Beto memang hanya mencetak satu gol untuk Sriwijaya di Piala Presiden 2017 lalu, namun tak bijak hanya menilainya dari jumlah golnya saja. Pasalnya, pada ISC A 2016 lalu, selain mencetak 25 gol, Beto juga mencatatkan lima assist di sepanjang musim. Kerja samanya dengan Hilton Moreira dipastikan akan kembali menjadi senjata utama Laskar Wong Kito di Liga 1 nanti.

Arthur Cunha: Persib Bandung Bukan Cuma Michael Essien & Carlton Cole

Salah satu tembok belakang Arema ini yakin bisa meredam permainan Persib di laga pembuka.
Bek Arema FC Arthur Cunha menaruh respek kepada Persib Bandung, dan menganggap kekuatan calon lawan mereka di laga pembuka Liga 1 2017 itu tidak hanya bertumpu kepada Michael Essien dan Carlton Cole.

Arthur menegaskan, ia sudah sangat siap melawan Persib. Kehadiran Jad Noureddine juga dinilai membuat Arema lebih tangguh. Pemusatan latihan (TC) di Agrowisata dimanfaatkan untuk menyatuhkan visi permainan mereka.

“Kedatangan Jad akan membuat kami lebih kuat. Kami di sini akan saling memahami satu sama lain, kami sudah adaptasi sepakbola Indonesia setahun, dan mungkin tidak akan sulit buat kami berdua,” ujar Arhtur kepada Goal Indonesia.

“Nanti jika sudah melawan mereka [Persib] akan kami tunjukkan hasil kerja keras ini. Kami tetap respek kepada Persib, tetapi kami juga ingin menang. Persib bukan tentang Essien ataupun Cole, tetapi tentang semua pemain, karena mereka punya banyak pemain bagus. Kami harus tetap waspada.”

keyakinan serupa juga disampaikan Johan Ahmat Farizi. Kapten Arema ini mengatakan, meskipun mereka menjadi juara di Piala Presiden, Singo Edan masih tetap perlu mengoreksi diri.

“Setelah menjadi juara ,saya pikir TC tetap diperlukan, karena libur lama. Apalagi ada pemain baru, pasti kami membutuhkan adaptasi lagi. Kekompakan membuat tim akan semakin siap menyambut Liga 1,” kata pemain berusia 27 tahun itu.

“TC juga untuk saling mengenal pola baru yang ingin diterapkan pelatih. Seperti tadi saya bermain di posisi kanan. Tetapi saya pikir pemain profesional dituntut harus bisa, dan siap dimana-mana.”

Sementara itu, Arema kembali mendapatkan pemain untuk menggantikan Nasir yang harus memperkuat timnas Indonesia U-22 dengan merekrut Andrianto. Mantan penggawa Metro FC itu langsung mengikuti TC di Batu.

“Saat kehilangan tiga pemain di timnas, kami memang menyisakan beberapa pemain di posisi yang sama, ini cukup riskan. Hadirnya Andrianto membuat posisi sayap yang kehilangan Nasir sudah memiliki pengganti,” terang pelatih Aji Santoso.

“Saya senang bisa bergabung dengan Arema, karena bisa bermain dengan idola Esteban Vizcarra. Semoga nanti bisa mendapatkan kesempatan untuk bermain bersama dengannya,” timpal Andrianto.