Update Transfer Indonesia Liga 1 2017: Marquee Player

Sepanjang sejarah bursa transfer sepakbola Indonesia, bisa jadi bursa transfer kali ini menjadi yang paling bersejarah. Lumrah saja karena sejumlah nama besar masuk mewarnai kompetisi Liga 1 yang akan dimulai dalam hitungan hari.

Pemain-pemain asing yang pernah merumput di Premier League seperti Michael Essien, Carlton Cole dan Peter Odemwingie datang membawa angin segar bagi persepakbolaan nasional. Mereka didatangkan oleh Persib Bandung dan Madura United. Hal ini kemudian membuat PSSI kembali merevisi peraturan terhadap marquee player yang semula hanya dijatah satu menjadi lima pemain.

Usaha mendatangkan marquee player pun diikuti oleh Borneo FC yang mendatangkan Shane Meltz, striker tim nasional Selandia Baru di Piala Dunia 2010 silam. Meski usianya sudah menginjak kepala tiga, namun ia dinilai masih mampu memberikan andil siginifikan terhadap Pesut Etam.

Bergeser ke sisi timur pulau Jawa, kita mendapati Persela Lamongan yang baru saja sukses melabuhkan Jose Manuel Barbosa Alvez dari Portugal. Kabarnya, ia telah malang melintang di kasta tertinggi Portugal, Primeira Liga.

Meski tren marquee player secara perlahan dibangun dan mulai digandrungi, namun mayoritas klub Liga 1 terlihat masih belum berhasrat menggunakan jasa mereka. Sebut saja Arema FC dan Persija Jakarta. Kedua klub tersebut lebih memilih pemain yang cocok dengan kebutuhan tim. Singo Edan baru-baru ini merekrut mantan pemain Borneo FC, Jad Noureddine yang diplot menggantikan Bagas Adi Nugroho yang sedang fokus bersama timnas, pun demikian Macan Kemayoran yang mendatangkan Arthur Irawan dan Rohit Chand.

Di sisi lain, usaha Mitra Kukar untuk memakai jasa mantan penyerang Yangon United, Cezar Augustuso, gagal setelah sang pemain enggan melakoni tes medis.

 

18 Pemain Kunci dari Setiap Klub di Liga 1 Musim 2017

S18 Pemain Kunci dari Setiap Klub di Liga 1 Musim 2017 :

Arema FC: Esteban Vizcarra

Sejak kedatangannya di Malang pada tahun 2015 lalu, Esteban Vizcarra telah menjadi pemain kunci bagi Arema, terutama di lini depan. Keberadaannya pun diperkirakan akan tetap sangat penting bagi Singo Edan di Liga 1 mendatang. Umpan-umpan serta tusukan-tusukannya dari lini kedua akan tetap sangat membahayakan, dan ia pun akan tetap menjadi penyuplai utama bola-bola berbahaya untuk dieksekusi oleh mesin gol Arema, Cristian Gonzales.

Apalagi Vizcarra tak akan sendirian; ia kini memiliki beberapa rekan yang bisa diandalkan seperti Adam Alis dan pemain muda Arema yang cukup mencuri perhatian di gelaran Piala Presiden 2017 lalu, Nasir. Vizcarra akan menjadi pemimpin lini tengah yang kini diisi banyak pemain muda kepercayaan Aji Santoso.

Bali United: Irfan Bachdim

Saat melakoni debutnya di Bali United pada gelaran Piala Presiden 2017 lalu, Irfan Bachdim belum tampil terlalu meyakinkan, namun ini bisa dimaklumi, mengingat ia masih dalam fase adaptasi di klub barunya, apalagi ia baru kembali dari petualangannya di Thailand dan Jepang. Adaptasinya akan sangat penting bagi Bali United, yang ditinggal Indra Sjafri dan kini dilatih oleh Hans Peter Schaller.

Jika Irfan bisa beradaptasi dengan baik dengan skema Schaller dan mempertontonkan lagi kemampuan hebatnya seperti yang kita lihat di timnas Indonesia menjelang Piala AFF 2016 lalu, Bali United sepertinya akan meraih prestasi yang jauh lebih baik ketimbang di Indonesia Soccer Championship lalu.

Barito Putera: Rizky Pora

Salah satu pemain terbaik di timnas Indonesia pada gelaran Piala AFF 2016 lalu ini akan memimpin Barito Putera asuhan Jacksen F. Tiago sebagai kapten tim. Ia juga dipastikan akan menjadi salah satu senjata Barito dari sektor sayap yang akan sangat berbahaya di Liga 1 mendatang.

Kemampuan Rizky untuk menusuk dan tak hanya melepaskan umpan namun juga melepaskan tendangan ke arah gawang akan sangat berguna bagi Barito untuk membuka pertahanan tim-tim lawan yang di atas kertas lebih kuat. Salah satu buktinya sudah tersaji dalam laga uji coba kontra Kalteng Putra, di mana ia mencetak salah satu dari tiga gol Barito.

Bhayangkara FC: Wahyu Tri Nugroho

Dengan kemungkinan absennya Evan Dimas dalam banyak pertandingan Bhayangkara FC di Liga 1 mendatang karena aktivitas tim nasional Indonesia U-22, Wahyu Tri Nugroho diyakini akan ‘mengambil alih’ status sebagai pemain kunci tim asuhan Simon McMenemy tersebut. Toh sejak tahun 2016 lalu, Wahyu memang sudah menjadi salah satu pemain terpenting Bhayangkara.

Pada gelaran Indonesia Soccer Championship lalu, Wahyu merupakan kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak di antara kiper-kiper lainnya. Performa apiknya yang berlanjut di Piala Presiden lalu diperkirakan akan tetap terjaga hingga Liga 1 mendatang, dan memberikan rasa aman bagi rekan-rekannya.

Madura United: Slamet Nurcahyono

Kemampuan Slamet sebagai jenderal lapangan tengah Madura United akan membuatnya kembali menonjol di Liga 1 mendatang, melampaui pemain-pemain asing yang menjadi rekan-rekannya, seperti Fabiano Beltrame. Jangan lupa, performa apik Slamet lah yang membuat Madura United bisa menjadi kejutan di ISC A 2016 lalu.

Keberadaan beberapa rekan baru yang bisa diandalkan seperti Fachruddin Aryanto di lini belakang dan Greg Nwokolo di lini depan juga akan membantu Slamet meningkatkan kualitasnya. Jadi, jangan heran jika lelaki mungil yang pernah membela PSS Sleman ini akan kembali jadi pembicaraan hangat di musim kompetisi 2017 nanti.

Mitra Kukar: Oh In-kyun

Oh In-kyun bukanlah nama asing di sepakbola Indonesia. Musim 2016 lalu, ia menjadi andalan Persegres Gresik United, di mana ia mencetak empat gol dan dua assist di sepanjang musim ISC A 2016. Kehadirannya pun diperkirakan akan meningkatkan kualitas lini tengah Naga Mekes di Liga 1 nanti.

Seperti pemain Asia Timur lainnya, Oh mempunyai tipikal permainan yang ngotot dan tak kenal lelah. Kualitas ini akan sangat berguna bagi anak-anak asuhan Jafri Sastra, yang tentunya ingin meningkatkan prestasi mereka di musim kompetisi mendatang.

Persegres Gresik United: Patrick da Silva

Keputusan manajemen Persegres untuk menambah kontrak Patrick da Silva merupakan hal yang masuk akal untuk dilakukan. Pasalnya, kontribusi pemain asal Brasil tersebut memang terhitung cukup besar bagi Persegres di gelaran ISC A 2016 lalu.

Dalam turnamen berbentuk liga itu, Patrick sukses mencetak delapan gol dan tiga assist dalam 23 penampilan, yang artinya ia berperan langsung dalam lebih dari sepertiga jumlah gol Kebo Giras di sepanjang turnamen. Ia akan sangat dibutuhkan oleh pelatih Gomes de Oliviera di Liga 1 mendatang, apalagi jika lini belakang Persegres masih serapuh saat di ISC A lalu.

Persela Lamongan: Ivan Carlos

Dengan akan sering absennya dua wonderkid Persela, Saddil Ramdani dan Ahmad Nur Hardianto, Ivan Carlos dipastikan akan menjadi andalan utama Laskar Joko Tingkir di Liga 1 mendatang. Naluri mencetak gol penyerang yang bergabung dengan Saddil dkk pada putaran kedua ISC A 2016 lalu ini memang sudah terbukti.

Dalam gelaran ISC A lalu, penyerang asal Brasil ini mampu mencetak enam gol dalam 13 pertandingan. Ia pun berhasil mencetak gol dalam laga uji coba Persela kontra Persip Pekalongan baru-baru ini. Sayang ia masih punya PR besar: ia harus menjaga emosinya, yang membuatnya dikartu merah wasit dalam laga uji coba tersebut.

Perseru Serui: Arthur Bonai

Meski pada akhirnya gagal menjalani debutnya di tim nasional Indonesia, fakta bahwa Alfred Riedl sempat memanggil Arthur Bonai ke skuat sementara timnas untuk Piala AFF 2016 lalu menjadi bukti penting kualitas lelaki berusia 25 tahun ini. Tak diragukan lagi, ia adalah pemain terpenting dan paling cemerlang Perseru di ISC A 2016 lalu.

Mampu bermain di sisi lapangan maupun di sektor tengah, Arthur memiliki kualitas umpan yang bagus. Kualitasnya ini akan sangat membantu Perseru untuk bisa menciptakan kejutan di Liga 1 nanti.

Persib Bandung: Atep Rizal

Siapa lagi pemain kunci Persib Bandung jika bukan ‘Lord’ Atep? Bahkan meskipun kini hadir dua marquee player dalam diri Michael Essien dan Carlton Cole, Atep diperkirakan akan tetap menjadi andalan utama Djadjang Nurdjaman di lini tengah Maung Bandung.

Musim lalu di ISC A, Atep mencatatkan 33 penampilan atau hanya absen dalam satu pertandingan saja. Jumlah ini adalah yang terbanyak di Persib, dan satu-satunya pemain yang bisa menyamai capaiannya ini hanyalah Tony Sucipto. Catatan statistiknya pun cukup apik: di sepanjang musim, Atep mencatatkan lima gol dan dua assist. Jumlah golnya hanya kalah dari Sergio van Dijk (12 gol) dan Vladimir Vujovic (6 gol), dan jumlah assist-nya hanya kalah dari Robertino Pugliara (6 assist).

Persiba Balikpapan: Marlon Da Silva

Para pendukung Persiba boleh saja khawatir ketika mengetahui bahwa Shohei Matsunaga menyeberang ke Persib Bandung pasca berakhirnya ISC A 2016 lalu. Wajar saja, Shohei memang menjadi andalan utama Beruang Madu di turnamen rasa liga yang digelar pada tahun 2016 itu, di mana ia menjadi top skorer klub dengan 13 gol. Bisa apa Persiba tanpa Shohei?

Beruntung, Persiba tak perlu menunggu lama untuk mendapatkan penggantinya. Memanfaatkan hubungan buruk Marlon Da Silva dengan pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra, Persiba membajak pemain asal Brasil tersebut untuk Piala Presiden dan Liga 1 di tahun 2017 ini. Tentu saja Marlon diharapkan bisa menjadi pendulang gol Persiba musim ini, setidaknya bisa menyamai catatan pribadinya di Naga Mekes musim lalu, yaitu 16 gol.

Persija Jakarta: Andritany Ardhiyasa

Siapa pemain terbaik Persija Jakarta di sepanjang tahun 2016 lalu? Tentu saja Andritany Ardhiyasa. Tanpa kehadirannya, Persija mungkin bisa kebobolan lebih dari 42 kali – jumlah kebobolan paling sedikit di antara tim-tim papan bawah lainnya di ISC A 2016. Meski jumlah clean sheetnya memang terbilang sedikit, tapi jumlah penyelamatannya yang merupakan salah satu yang terbanyak di ISC A menunjukkan bahwa kegagalannya untuk mencatatkan laga tanpa kebobolan bukan sepenuhnya kesalahannya.

Persija memang cukup berbenah menjelang Liga 1 mendatang, apalagi dengan hadirnya investor baru yang membuat keuangan klub ibukota ini sedikit lebih sehat. Tapi Persija dipastikan akan tetap sangat mengandalkan pemain yang dipanggil Bagol ini di sepanjang tahun 2017 ini, dan jangan heran jika sekali lagi, Andritany akan membuat catatan penyelamatan dalam jumlah tinggi di Liga 1 mendatang.

Persipura Jayapura: Boaz Solossa

Pemain terbaik ISC A 2016 ini adalah ‘top skorer’ di antara pemain-pemain lokal Indonesia (tanpa menghitung pemain naturalisasi) di sepanjang tahun lalu, dan fakta bahwa ia absen di sebagian besar paruh kedua musim karena membela tim nasional Indonesia di Piala AFF 2016 menunjukkan betul kualitasnya. Seandainya saja liga tak terus berjalan selama persiapan dan pelaksanaan Piala AFF berlangsung, mungkin jumlah golnya akan lebih banyak daripada 11 gol yang ia catatkan musim lalu.

Meski kini sudah berusia 31 tahun, Boaz tetap memiliki ketajamannya seperti saat masih muda dulu. Kehadiran Robertino Pugliara di lini tengah Persipura akan sangat membantunya untuk mencatatkan gol dalam jumlah tinggi lagi musim ini. Dia adalah pemain terbaik Indonesia saat ini, dan jangan heran jika Persipura akan terus mengandalkannya di lini depan.

PS TNI: Erwin Ramdani

Erwin Ramdani sejatinya seorang gelandang sayap di PS TNI. Namun naluri mencetak golnya seperti seorang penyerang. Dan ini terbukti dengan catatan 7 golnya di ISC A 2016 lalu, terbanyak kedua tim ini setelah Aldino Herdianto, yang telah hengkang ke Mitra Kukar. Kecepatan dan naluri mencetak golnya inilah yang akan menjadi salah satu senjata utama PS TNI di Liga 1 mendatang.

Eks Persib U-21 ini dipastikan akan menjadi andalan utama PS TNI di lini tengah mereka nanti. Kehadiran dua striker asing, Ibrahim Conteh dan Mamadou Barry, di lini depan timnya bisa jadi akan membantunya juga untuk meningkatkan statistik assist-nya di Liga 1 mendatang.

Erwin Ramdani (putih kanan) tetap menjadi andalan PS TNI musim ini

PSM Makassar: Rasyid Bakri

Sejak muncul sebagai ‘wonderkid’ beberapa tahun yang lalu, memang terlihat sudah bahwa Rasyid Bakri memiliki talenta yang besar yang bisa membawanya menjadi salah satu gelandang terbaik di tanah air. Potensi itu akhirnya benar-benar menjadi kenyataan pada ISC A 2016 lalu. Menjadi andalan di lini tengah PSM, Rasyid berkembang menjadi mesin utama PSM dalam menyerang maupun bertahan.

Catatan 7 gol dan 8 assist-nya di sepanjang musim membuktikan kualitas dan pentingnya kehadiran Rasyid Bakri di skuat Juku Eja. FourFourTwo Indonesia sendiri memilihnya sebagai gelandang terbaik ISC A 2016 lalu. Apakah kami akan kembali memilihnya sebagai yang terbaik di Liga 1 nanti? Yah, Rasyid punya potensi untuk mencatatkan itu.

Pusamania Borneo FC: Asri Akbar

Keberhasilan Pusamania Borneo FC II secara mengejutkan melaju ke final Piala Presiden 2017 lalu tak lepas dari performa luar biasa Asri Akbar. Meski sudah berusia 33 tahun, energi dan visi Asri sangat berpengaruh pada kesuksesan tim kedua PBFC yang tampil di turnamen pra-musim 2017 tersebut. Aksi-aksinya pun diperkirakan akan membuatnya mendapatkan tempat utama di lini tengah PBFC di Liga 1 mendatang.

Toh pengalaman Asri yang sudah malang melintang di papan atas sepakbola Eropa akan sangat berguna di tim muda PBFC saat ini. Musim lalu, ia tampil 29 kali di ISC A 2016 bersama Mitra Kukar, dan mencetak dua gol dan satu assist.

Semen Padang: Marcel Sacramento

Cepatnya adaptasi Marcel Sacramento, yang baru mencicipi sepakbola Indonesia di tahun 2016 lalu dan langsung mencetak 21 gol di ISC A jelas sangat disyukuri Semen Padang. Performa luar biasa Marcel di turnamen itu turut membantu Kabau Sirah berada di papan tengah ISC A.

Hebatnya lagi, Marcel bukan sekadar tipe penyerang egois yang hanya memikirkan diri sendiri. Ini tercermin dari total enam assist yang ia catatkan di turnamen yang sama. Konsistensinya pun terbukti ketika ia sekali lagi tampil luar biasa di Piala Presiden 2017. Nama Marcel Sacramento tampaknya akan kembali berada di papan atas daftar top skorer di Liga 1 nanti.

Sriwijaya FC: Beto Goncalves

Top skorer ISC A 2016 lalu ini diperkirakan akan terus mempertahankan ketajamannya yang terjaga dengan luar biasa sejak tiba di Indonesia pada tahun 2007 lalu. Meski kini usianya sudah memasuki angka 36 tahun, Beto tampaknya belum mau berhenti berlari dan mencetak gol.

Beto memang hanya mencetak satu gol untuk Sriwijaya di Piala Presiden 2017 lalu, namun tak bijak hanya menilainya dari jumlah golnya saja. Pasalnya, pada ISC A 2016 lalu, selain mencetak 25 gol, Beto juga mencatatkan lima assist di sepanjang musim. Kerja samanya dengan Hilton Moreira dipastikan akan kembali menjadi senjata utama Laskar Wong Kito di Liga 1 nanti.

TSC 2016 Match 24 Persipura Jayapura Vs PS TNI 3-2

18 October 2016
Kick-off 13:30 (UTC+07:00)
Indonesia Soccer Championship A
Persipura Jayapura Vs PS TNI

Persipura -1.5 @1.91/1.90
Persipura -1.5 @1.95/1.89
PS TNI +1.5 @1.83/1.82
PS TNI +1.5 @1.85/1.83
Over 2.5 @1.87/1.86
Over 2.5 @1.87/1.69
Under 2.5 @1.87/1.86
Under 2.5 @2.20/2.04

Stadion Mandala, Jayapura

Persipura Jayapura:

In last match Persipura have problem with their fitness player, only have 2 day from Serui island and go to Barito banjarmasin, good news for this match Persipura in fresh and fit good condition.

in this match only 1 player sure not play: Ricardo Salampessy (DF) process recovering from injury, that mean Persipura possibility with all their full regular player.

Persipura Jayapura not to worry for the position left missing by Ricardo Salampessy. we still have many option like: Dominggus fakdawer, yohanis tjoe, and Ambrizal can be used to occupy the right position his team’s defense.

Good news Player back ready to play: Feri Pahabol (last match absent who accompanied his wife gave birth)

Coach said: “Ricardo is getting better, but he has not been able to play in this match.” He must be really nice physique. but good news all the players are ready, and their motivation is high.”

“We have to focus again in the next game. We have to finish all match at home with win. All player ready and back in focus for this home game. 4 games will be acted in home Jayapura Mandala Stadium must win,” said Alfredo Vera.

Probably Persipura LINEUPS 4-3-3 (Coach Angel Alfredo vera) :

1 Yoo Jae Hoon (GK), DF : 21 Yustinus Pae (SB), 14 Ruben Sanadi (LB), 31 dominggus fakdawer (CB), 45 Paulin Bio (CB/RB), MF : 13 Ian L Kabes (SMF), 12 Nelson Alom (CMF), 11 Imanuel wanggai (CMF), FW : 89 Ricardo D Silva (AMF), 86 Boaz Solossa (CF), 9 Wilson Edward J (CF)

Persipura LINEUPS 4-2-1-3 (Coach Angel Alfredo vera) :

1 Yoo Jae Hoon (GK), DF : 21 Yustinus Pae (SB), 2 Rony Beroparay (LB), 31 dominggus fakdawer (CB), 45 Paulin Bio (CB), MF : 5 Izaac J Wanggai (DMF), 13 Ian L Kabes (SMF), 24 Marinus Mariyanto (CMF), 89 Ricardo D Silva (AMF), FW: 17 Yohanes F Pahabol (WF) 86 Boaz Solossa (CF)

Key Player: Boaz Solossa GOAL 16″, Boaz Solossa GOAL 22″, Boaz Solossa 88″

PS TNI:

Last match PS TNI Lose at home Vs persija only have 3 day prepare From Bogor to with a long and exhausting trip to jayapura for this match.

Player back ready to play: Stevanus Bungaran (MF) back from absent accumulated cards.

news for team : PS TNI already registered “Zulkhairi Lubis” as the NEW head coach, but until now the head coach has not directly led training, until now coaching in the field is still by Suharto AD (change head coach happen because Suharto AD not eligible license qualifies)

Badn news for team: certainly can not be without two Regular players: legimin raharjo (Captain/CMF) and Aldino Herdianto (FC) both absent card accumulation.

Frets Listanto and Irfandi Zein Al-Zubeidy replaced cover Legimin raharjo. Meanwhile, the young striker Indonesia U-19 national team, Dimas Drajat, can be maximized to fill the position Aldino herdianto.

Probably PS TNI LINEUPS 4-2-3-1 (Suharto AD (Coach asisten) :

15 Teguh Amiruddin (GK), DF : M A Lestaluhu (LB), 55 Manahati Lestusen (CB), 4 Hendri Aprilianto (CB), 26 wanda Syahputra (CB/RB), MF : 3 Wiganda Pradika (RB/DMF), Frets Listanto, 29 Suhandi (CMF), 23 wawan Febrianto (WF), FW : 12 Erwin Ramdani (RMF), Dimas Drajat (CF)

PS TNI LINEUPS 4-3-3 (Suharto AD (Coach asisten) :

18 Dhika Bayangkara  (GK), DF : 17 M A Lestaluhu (LB), 4 Hendri Aprilianto (CB), 55 Manahati Lestusen (CB), 3 Wiganda Pradika (RB), MF: 88 Stevanus Bungaran (CMF), 29 Suhandi (CMF), 10 M.G. Triaji (AMF), 12 Erwin Ramdani (RMF), 99 Pandi A Lestaluhu (RMF), 23 wawan Febrianto (WF)

Key player: Erwin R GOAL 25″, Pandi A GOAL 66″

Persipura only lost one player absent, good motivation the next 4 matches played at home only diferent 3 Pts from 2nd position and 7 Pts from 1st place in ISC (only 1st and 2nd will get rewarded in this competition end 34 match, now week 24, still have 10 match left Persipura good moment to grab all the points in this month at home) Vs PS TNI missing their 2 regular player with a long and exhausting trip to jayapura and this team play this competition to prepared for the official competition next year.

2-0 3-0 4-0

Persipura -1.5

RESULT: 3-2 (LOSE)

Persegres Waspadai Kecepatan PS TNI

TRIBUNNEWS.COM, GRESIK – Pelatih Persegres Gresik United,Eduard Tjong, mengakui mewaspadai kecepatan permainan PS TNI yang akan dihadapi pada ajang Indonesia Soccer Championship di Stadion Pakansari Cibinong, Jawab Barat, Minggu (2/10/2016).

“Pemain PS TNI ini punya kelebihan diantaranya kecepatan mereka yang luar biasa, dan juga semangat mereka yang juga luar biasa,” ujarnya kepada Surya.co.id

Keuntungan ini menjadi nilai tambah tersendiri, bagi Persegres karena mereka dapat memanfaatkan waktu jeda yang mepet ini untuk mempersiapkan timnya.

Namun sayang pada lanjutan pertandingan ISC melawan PS TNI nanti, Eduard Tjong tak turun langsung mengatur anak didiknya bertanding. Pasalnya dia baru dua hari melatih Inkyun dkk, di Stadion Petrokimia Gresik.

“Sementara saya belum turun besok lawan PS TNI, saya percayakan kepada asisten Sasikirono yang sudah membentuk tim ini selama satu minggu. Kemungkinan setelahnya saya akan mendampingi,” imbuhnya.

New Coach PS TNI : Zulkhoiri Lubis

PS TNI menunjuk Zulkhoiri Lubis sebagai pelatih baru menggantikan Suharto AD yang tak lolos persyaratan dari pengelola Indonesia Super Championship (ISC) PT Gelora Trisuka Semesta (GTS).

Direktur Utama GTS, Joko Driyono, menegaskan bahwa PS TNI sudah memberikan nama baru kepada PT GTS. Itu karena PT GTS wajib memberikan pelatih baru untuk menggantikan Suharto AD.

Itu lantaran Suharto AD hanya memiliki lisensi B AFC. Sesuai peraturan yang diharuskan oleh PT GTS, setiap tim wajib menggunalan pelatih yang memiliki lisensi A AFC.

“Sebenarnya PS TNI sudah mengajukan nama sejak tanggal 22 Agustus, yaitu bapak Zulkhoiri Lubis,” kata Joko Driyono.

“Waktu itu kami hanya menganggap ini konsultasi terkait dengan lisensi. Padahal, PS TNI sudah mengajukan nama dan langsung disetujui oleh kami,” jelasnya.

Zulkhoiri Lubis lulus mendapatkan lisensi A AFC pada Oktober 2009, bersama dengan Indra Sjafri dan Nil Maizar.

Selain PS TNI, Persija Jakarta juga mengalami masalah. Namun, klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut telah menunjuk Muhammad Zein Alhadad sebagai pelatih anyar untuk menggantikan Jan Saragih.

Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, sebenarnya juga memiliki lisensi B AFC. Namun, dengan alasan tertentu, Djanur sapaan akrab Djadjang Nurdjaman bisa melatih di ISC A.