Update Transfer Indonesia Liga 1 2017: Marquee Player

Sepanjang sejarah bursa transfer sepakbola Indonesia, bisa jadi bursa transfer kali ini menjadi yang paling bersejarah. Lumrah saja karena sejumlah nama besar masuk mewarnai kompetisi Liga 1 yang akan dimulai dalam hitungan hari.

Pemain-pemain asing yang pernah merumput di Premier League seperti Michael Essien, Carlton Cole dan Peter Odemwingie datang membawa angin segar bagi persepakbolaan nasional. Mereka didatangkan oleh Persib Bandung dan Madura United. Hal ini kemudian membuat PSSI kembali merevisi peraturan terhadap marquee player yang semula hanya dijatah satu menjadi lima pemain.

Usaha mendatangkan marquee player pun diikuti oleh Borneo FC yang mendatangkan Shane Meltz, striker tim nasional Selandia Baru di Piala Dunia 2010 silam. Meski usianya sudah menginjak kepala tiga, namun ia dinilai masih mampu memberikan andil siginifikan terhadap Pesut Etam.

Bergeser ke sisi timur pulau Jawa, kita mendapati Persela Lamongan yang baru saja sukses melabuhkan Jose Manuel Barbosa Alvez dari Portugal. Kabarnya, ia telah malang melintang di kasta tertinggi Portugal, Primeira Liga.

Meski tren marquee player secara perlahan dibangun dan mulai digandrungi, namun mayoritas klub Liga 1 terlihat masih belum berhasrat menggunakan jasa mereka. Sebut saja Arema FC dan Persija Jakarta. Kedua klub tersebut lebih memilih pemain yang cocok dengan kebutuhan tim. Singo Edan baru-baru ini merekrut mantan pemain Borneo FC, Jad Noureddine yang diplot menggantikan Bagas Adi Nugroho yang sedang fokus bersama timnas, pun demikian Macan Kemayoran yang mendatangkan Arthur Irawan dan Rohit Chand.

Di sisi lain, usaha Mitra Kukar untuk memakai jasa mantan penyerang Yangon United, Cezar Augustuso, gagal setelah sang pemain enggan melakoni tes medis.

 

Advertisements

18 Pemain Kunci dari Setiap Klub di Liga 1 Musim 2017

S18 Pemain Kunci dari Setiap Klub di Liga 1 Musim 2017 :

Arema FC: Esteban Vizcarra

Sejak kedatangannya di Malang pada tahun 2015 lalu, Esteban Vizcarra telah menjadi pemain kunci bagi Arema, terutama di lini depan. Keberadaannya pun diperkirakan akan tetap sangat penting bagi Singo Edan di Liga 1 mendatang. Umpan-umpan serta tusukan-tusukannya dari lini kedua akan tetap sangat membahayakan, dan ia pun akan tetap menjadi penyuplai utama bola-bola berbahaya untuk dieksekusi oleh mesin gol Arema, Cristian Gonzales.

Apalagi Vizcarra tak akan sendirian; ia kini memiliki beberapa rekan yang bisa diandalkan seperti Adam Alis dan pemain muda Arema yang cukup mencuri perhatian di gelaran Piala Presiden 2017 lalu, Nasir. Vizcarra akan menjadi pemimpin lini tengah yang kini diisi banyak pemain muda kepercayaan Aji Santoso.

Bali United: Irfan Bachdim

Saat melakoni debutnya di Bali United pada gelaran Piala Presiden 2017 lalu, Irfan Bachdim belum tampil terlalu meyakinkan, namun ini bisa dimaklumi, mengingat ia masih dalam fase adaptasi di klub barunya, apalagi ia baru kembali dari petualangannya di Thailand dan Jepang. Adaptasinya akan sangat penting bagi Bali United, yang ditinggal Indra Sjafri dan kini dilatih oleh Hans Peter Schaller.

Jika Irfan bisa beradaptasi dengan baik dengan skema Schaller dan mempertontonkan lagi kemampuan hebatnya seperti yang kita lihat di timnas Indonesia menjelang Piala AFF 2016 lalu, Bali United sepertinya akan meraih prestasi yang jauh lebih baik ketimbang di Indonesia Soccer Championship lalu.

Barito Putera: Rizky Pora

Salah satu pemain terbaik di timnas Indonesia pada gelaran Piala AFF 2016 lalu ini akan memimpin Barito Putera asuhan Jacksen F. Tiago sebagai kapten tim. Ia juga dipastikan akan menjadi salah satu senjata Barito dari sektor sayap yang akan sangat berbahaya di Liga 1 mendatang.

Kemampuan Rizky untuk menusuk dan tak hanya melepaskan umpan namun juga melepaskan tendangan ke arah gawang akan sangat berguna bagi Barito untuk membuka pertahanan tim-tim lawan yang di atas kertas lebih kuat. Salah satu buktinya sudah tersaji dalam laga uji coba kontra Kalteng Putra, di mana ia mencetak salah satu dari tiga gol Barito.

Bhayangkara FC: Wahyu Tri Nugroho

Dengan kemungkinan absennya Evan Dimas dalam banyak pertandingan Bhayangkara FC di Liga 1 mendatang karena aktivitas tim nasional Indonesia U-22, Wahyu Tri Nugroho diyakini akan ‘mengambil alih’ status sebagai pemain kunci tim asuhan Simon McMenemy tersebut. Toh sejak tahun 2016 lalu, Wahyu memang sudah menjadi salah satu pemain terpenting Bhayangkara.

Pada gelaran Indonesia Soccer Championship lalu, Wahyu merupakan kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak di antara kiper-kiper lainnya. Performa apiknya yang berlanjut di Piala Presiden lalu diperkirakan akan tetap terjaga hingga Liga 1 mendatang, dan memberikan rasa aman bagi rekan-rekannya.

Madura United: Slamet Nurcahyono

Kemampuan Slamet sebagai jenderal lapangan tengah Madura United akan membuatnya kembali menonjol di Liga 1 mendatang, melampaui pemain-pemain asing yang menjadi rekan-rekannya, seperti Fabiano Beltrame. Jangan lupa, performa apik Slamet lah yang membuat Madura United bisa menjadi kejutan di ISC A 2016 lalu.

Keberadaan beberapa rekan baru yang bisa diandalkan seperti Fachruddin Aryanto di lini belakang dan Greg Nwokolo di lini depan juga akan membantu Slamet meningkatkan kualitasnya. Jadi, jangan heran jika lelaki mungil yang pernah membela PSS Sleman ini akan kembali jadi pembicaraan hangat di musim kompetisi 2017 nanti.

Mitra Kukar: Oh In-kyun

Oh In-kyun bukanlah nama asing di sepakbola Indonesia. Musim 2016 lalu, ia menjadi andalan Persegres Gresik United, di mana ia mencetak empat gol dan dua assist di sepanjang musim ISC A 2016. Kehadirannya pun diperkirakan akan meningkatkan kualitas lini tengah Naga Mekes di Liga 1 nanti.

Seperti pemain Asia Timur lainnya, Oh mempunyai tipikal permainan yang ngotot dan tak kenal lelah. Kualitas ini akan sangat berguna bagi anak-anak asuhan Jafri Sastra, yang tentunya ingin meningkatkan prestasi mereka di musim kompetisi mendatang.

Persegres Gresik United: Patrick da Silva

Keputusan manajemen Persegres untuk menambah kontrak Patrick da Silva merupakan hal yang masuk akal untuk dilakukan. Pasalnya, kontribusi pemain asal Brasil tersebut memang terhitung cukup besar bagi Persegres di gelaran ISC A 2016 lalu.

Dalam turnamen berbentuk liga itu, Patrick sukses mencetak delapan gol dan tiga assist dalam 23 penampilan, yang artinya ia berperan langsung dalam lebih dari sepertiga jumlah gol Kebo Giras di sepanjang turnamen. Ia akan sangat dibutuhkan oleh pelatih Gomes de Oliviera di Liga 1 mendatang, apalagi jika lini belakang Persegres masih serapuh saat di ISC A lalu.

Persela Lamongan: Ivan Carlos

Dengan akan sering absennya dua wonderkid Persela, Saddil Ramdani dan Ahmad Nur Hardianto, Ivan Carlos dipastikan akan menjadi andalan utama Laskar Joko Tingkir di Liga 1 mendatang. Naluri mencetak gol penyerang yang bergabung dengan Saddil dkk pada putaran kedua ISC A 2016 lalu ini memang sudah terbukti.

Dalam gelaran ISC A lalu, penyerang asal Brasil ini mampu mencetak enam gol dalam 13 pertandingan. Ia pun berhasil mencetak gol dalam laga uji coba Persela kontra Persip Pekalongan baru-baru ini. Sayang ia masih punya PR besar: ia harus menjaga emosinya, yang membuatnya dikartu merah wasit dalam laga uji coba tersebut.

Perseru Serui: Arthur Bonai

Meski pada akhirnya gagal menjalani debutnya di tim nasional Indonesia, fakta bahwa Alfred Riedl sempat memanggil Arthur Bonai ke skuat sementara timnas untuk Piala AFF 2016 lalu menjadi bukti penting kualitas lelaki berusia 25 tahun ini. Tak diragukan lagi, ia adalah pemain terpenting dan paling cemerlang Perseru di ISC A 2016 lalu.

Mampu bermain di sisi lapangan maupun di sektor tengah, Arthur memiliki kualitas umpan yang bagus. Kualitasnya ini akan sangat membantu Perseru untuk bisa menciptakan kejutan di Liga 1 nanti.

Persib Bandung: Atep Rizal

Siapa lagi pemain kunci Persib Bandung jika bukan ‘Lord’ Atep? Bahkan meskipun kini hadir dua marquee player dalam diri Michael Essien dan Carlton Cole, Atep diperkirakan akan tetap menjadi andalan utama Djadjang Nurdjaman di lini tengah Maung Bandung.

Musim lalu di ISC A, Atep mencatatkan 33 penampilan atau hanya absen dalam satu pertandingan saja. Jumlah ini adalah yang terbanyak di Persib, dan satu-satunya pemain yang bisa menyamai capaiannya ini hanyalah Tony Sucipto. Catatan statistiknya pun cukup apik: di sepanjang musim, Atep mencatatkan lima gol dan dua assist. Jumlah golnya hanya kalah dari Sergio van Dijk (12 gol) dan Vladimir Vujovic (6 gol), dan jumlah assist-nya hanya kalah dari Robertino Pugliara (6 assist).

Persiba Balikpapan: Marlon Da Silva

Para pendukung Persiba boleh saja khawatir ketika mengetahui bahwa Shohei Matsunaga menyeberang ke Persib Bandung pasca berakhirnya ISC A 2016 lalu. Wajar saja, Shohei memang menjadi andalan utama Beruang Madu di turnamen rasa liga yang digelar pada tahun 2016 itu, di mana ia menjadi top skorer klub dengan 13 gol. Bisa apa Persiba tanpa Shohei?

Beruntung, Persiba tak perlu menunggu lama untuk mendapatkan penggantinya. Memanfaatkan hubungan buruk Marlon Da Silva dengan pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra, Persiba membajak pemain asal Brasil tersebut untuk Piala Presiden dan Liga 1 di tahun 2017 ini. Tentu saja Marlon diharapkan bisa menjadi pendulang gol Persiba musim ini, setidaknya bisa menyamai catatan pribadinya di Naga Mekes musim lalu, yaitu 16 gol.

Persija Jakarta: Andritany Ardhiyasa

Siapa pemain terbaik Persija Jakarta di sepanjang tahun 2016 lalu? Tentu saja Andritany Ardhiyasa. Tanpa kehadirannya, Persija mungkin bisa kebobolan lebih dari 42 kali – jumlah kebobolan paling sedikit di antara tim-tim papan bawah lainnya di ISC A 2016. Meski jumlah clean sheetnya memang terbilang sedikit, tapi jumlah penyelamatannya yang merupakan salah satu yang terbanyak di ISC A menunjukkan bahwa kegagalannya untuk mencatatkan laga tanpa kebobolan bukan sepenuhnya kesalahannya.

Persija memang cukup berbenah menjelang Liga 1 mendatang, apalagi dengan hadirnya investor baru yang membuat keuangan klub ibukota ini sedikit lebih sehat. Tapi Persija dipastikan akan tetap sangat mengandalkan pemain yang dipanggil Bagol ini di sepanjang tahun 2017 ini, dan jangan heran jika sekali lagi, Andritany akan membuat catatan penyelamatan dalam jumlah tinggi di Liga 1 mendatang.

Persipura Jayapura: Boaz Solossa

Pemain terbaik ISC A 2016 ini adalah ‘top skorer’ di antara pemain-pemain lokal Indonesia (tanpa menghitung pemain naturalisasi) di sepanjang tahun lalu, dan fakta bahwa ia absen di sebagian besar paruh kedua musim karena membela tim nasional Indonesia di Piala AFF 2016 menunjukkan betul kualitasnya. Seandainya saja liga tak terus berjalan selama persiapan dan pelaksanaan Piala AFF berlangsung, mungkin jumlah golnya akan lebih banyak daripada 11 gol yang ia catatkan musim lalu.

Meski kini sudah berusia 31 tahun, Boaz tetap memiliki ketajamannya seperti saat masih muda dulu. Kehadiran Robertino Pugliara di lini tengah Persipura akan sangat membantunya untuk mencatatkan gol dalam jumlah tinggi lagi musim ini. Dia adalah pemain terbaik Indonesia saat ini, dan jangan heran jika Persipura akan terus mengandalkannya di lini depan.

PS TNI: Erwin Ramdani

Erwin Ramdani sejatinya seorang gelandang sayap di PS TNI. Namun naluri mencetak golnya seperti seorang penyerang. Dan ini terbukti dengan catatan 7 golnya di ISC A 2016 lalu, terbanyak kedua tim ini setelah Aldino Herdianto, yang telah hengkang ke Mitra Kukar. Kecepatan dan naluri mencetak golnya inilah yang akan menjadi salah satu senjata utama PS TNI di Liga 1 mendatang.

Eks Persib U-21 ini dipastikan akan menjadi andalan utama PS TNI di lini tengah mereka nanti. Kehadiran dua striker asing, Ibrahim Conteh dan Mamadou Barry, di lini depan timnya bisa jadi akan membantunya juga untuk meningkatkan statistik assist-nya di Liga 1 mendatang.

Erwin Ramdani (putih kanan) tetap menjadi andalan PS TNI musim ini

PSM Makassar: Rasyid Bakri

Sejak muncul sebagai ‘wonderkid’ beberapa tahun yang lalu, memang terlihat sudah bahwa Rasyid Bakri memiliki talenta yang besar yang bisa membawanya menjadi salah satu gelandang terbaik di tanah air. Potensi itu akhirnya benar-benar menjadi kenyataan pada ISC A 2016 lalu. Menjadi andalan di lini tengah PSM, Rasyid berkembang menjadi mesin utama PSM dalam menyerang maupun bertahan.

Catatan 7 gol dan 8 assist-nya di sepanjang musim membuktikan kualitas dan pentingnya kehadiran Rasyid Bakri di skuat Juku Eja. FourFourTwo Indonesia sendiri memilihnya sebagai gelandang terbaik ISC A 2016 lalu. Apakah kami akan kembali memilihnya sebagai yang terbaik di Liga 1 nanti? Yah, Rasyid punya potensi untuk mencatatkan itu.

Pusamania Borneo FC: Asri Akbar

Keberhasilan Pusamania Borneo FC II secara mengejutkan melaju ke final Piala Presiden 2017 lalu tak lepas dari performa luar biasa Asri Akbar. Meski sudah berusia 33 tahun, energi dan visi Asri sangat berpengaruh pada kesuksesan tim kedua PBFC yang tampil di turnamen pra-musim 2017 tersebut. Aksi-aksinya pun diperkirakan akan membuatnya mendapatkan tempat utama di lini tengah PBFC di Liga 1 mendatang.

Toh pengalaman Asri yang sudah malang melintang di papan atas sepakbola Eropa akan sangat berguna di tim muda PBFC saat ini. Musim lalu, ia tampil 29 kali di ISC A 2016 bersama Mitra Kukar, dan mencetak dua gol dan satu assist.

Semen Padang: Marcel Sacramento

Cepatnya adaptasi Marcel Sacramento, yang baru mencicipi sepakbola Indonesia di tahun 2016 lalu dan langsung mencetak 21 gol di ISC A jelas sangat disyukuri Semen Padang. Performa luar biasa Marcel di turnamen itu turut membantu Kabau Sirah berada di papan tengah ISC A.

Hebatnya lagi, Marcel bukan sekadar tipe penyerang egois yang hanya memikirkan diri sendiri. Ini tercermin dari total enam assist yang ia catatkan di turnamen yang sama. Konsistensinya pun terbukti ketika ia sekali lagi tampil luar biasa di Piala Presiden 2017. Nama Marcel Sacramento tampaknya akan kembali berada di papan atas daftar top skorer di Liga 1 nanti.

Sriwijaya FC: Beto Goncalves

Top skorer ISC A 2016 lalu ini diperkirakan akan terus mempertahankan ketajamannya yang terjaga dengan luar biasa sejak tiba di Indonesia pada tahun 2007 lalu. Meski kini usianya sudah memasuki angka 36 tahun, Beto tampaknya belum mau berhenti berlari dan mencetak gol.

Beto memang hanya mencetak satu gol untuk Sriwijaya di Piala Presiden 2017 lalu, namun tak bijak hanya menilainya dari jumlah golnya saja. Pasalnya, pada ISC A 2016 lalu, selain mencetak 25 gol, Beto juga mencatatkan lima assist di sepanjang musim. Kerja samanya dengan Hilton Moreira dipastikan akan kembali menjadi senjata utama Laskar Wong Kito di Liga 1 nanti.

TSC 2016 Match 24 Semen Padang Vs Barito Putera 2-0

18 October 2016
Kick-off 16:30 (UTC+07:00)
Indonesia Soccer Championship A
Semen Padang Vs Barito Putera

Semen Padang -1.5 @1.94/1.93
Semen Padang -1.5 @2.00/1.88
Barito Putera +1.5 @1.81/1.80
Barito Putera +1.5 @1.95/1.84
Over 2.5 @1.80/1.79
Over 2.5 @1.80/1.74
Under 2.5 @1.95/1.94
Under 2.5 @2.05/1.96

Semen Padang:

Semen padang on fire at home match, One of team in ISC never lose at home and great defender home match (only get GA 4 goals at home) and have Marcel Silva Sacramanto (14 goals No.1 Top Scorer ISC-A week 24)

Coach said: This week is often rain, in padang currently the rainy season, make the field a flood like the last game Vs perseru serui “If difficulties due to rainy weather, we will use other ways to score goals like free kick or corner kick,”

“We have players who can take advantage of long balls, corner kick or free kick could be our other options in the game later,”

The high intensity of rainfall in Padang lately a bit much affect the appearance of scoring goals Semen Padang at home

Semen padang benefit from the fresh and fit physical condition due 2X match at home, last match win 2-0 vs Perseru Serui and this time Vs Barito at home too.

Player back ready to play in fresh and fit condition: Hamdi Ramdan (back from absent suspend cards).

Probably lineups: 33 Rivki Mokodompit (GK), 2 Novan Sasongko (SB), 16 Agung Prasetyo (CB), 89 Cassio F (CB), 11 Henki Ardiles (RB), 7 Rudi (CMF/DMF), 20 Riko Simanjuntak (SMF), 27 Muamer Svraka (CMF), 88 Irsyad Maulana (RMF), 17 Muh iskandar (SS), 8 Marcel Sacramento (CF).

lineups Semen Padang 4-3-1-2 (coach: Nil Maizar) : (PROBABLY BEST LINEUPS)

33 Rivki Mokodompit (GK), DF: 2 Novan Sasongko (SB), 16 Agung Prasetyo (CB), 89 Cassio F (CB), 11 Henki Ardiles (RB), MF: 6 Lee Gil Hoon (DMF), 20 Riko Simanjuntak (SMF), 27 Muamer Svraka (CMF), 88 Irsyad Maulana (RMF), 17 Muh iskandar (SS), 8 Marcel Sacramento (CF).

Key Player in match: Marcel Sacramento GOAL 15″, Marcel Sacramento GOAL 46″

Barito Putera:

Have 4 day go from banjarmasin (kalimantan selatan) to Palembang, lucky in last match barito can draw 0-0 vs Persipura (in that match with asian handicap +0.5 for Barito)

Being able to get a target of 1 Pts/Draw in this match, according to caretaker coach Barito, “Yunan Hendri” considered a good achievement.

Team in bad situation in Coach manajemen, the official team management sacked coach “Mundari Karya” from the post of head coach.
and now temporary take cover by “Yunan helmi” (assistant coach), the possibilities are NOT many changes with strategy in “Yunan Helmi” need time in this match, but in last match Barito more good in their defence line.

Talk strength Barito Putera, further Yunan, this time the team is still in transition the change of coach. “I served as the head coach after long-time coach, Mundari Karya, resigned. My priority in the team now to raise the motivation to be able to perform better,” he explained.

team coach stressed that foster children appear more disciplined. Especially when Defender or when getting strikes.

“We want a stronger team doing individual defense. Hopefully it can achieve positive results,”

Probably Barito Putera LINEUPS 4-2-3-1 (Coach Yunan Helmi) :

20 Aditya harlan (GK), DF: 26 Rizky Ripora (LB), 14 Fathlul Rahman (LB), 6 Thierry Gathuessi (CB), 29 Ambrizal (CB/RB), MF: 32 Hansamu Y Pranata (DMF), 4 Lim Sik Jun (DMF), 18 Adam Setyano (CMF), FW: 96 Nazaru F (MF/FW), 10 Luis Junior (CF), 92 Thiago Do Amaral (ST)

Barito Putera LINEUPS 4-4-1-1 (Coach Asistent: Yunan Helmi) :

20 Aditya harlan (GK), DF: 26 Rizky Ripora (LB), 6 Thierry Gathuessi (CB), 29 Ambrizal (CB/RB), MF: 32 Hansamu Y Pranata (DMF), 4 Lim Sik Jun (DMF), 8 Amirul Mukminin (CMF), 18 Adam Setyano (CMF), FW: 10 Luis Junior (CF), 92 Thiago Do Amaral (ST)

(barito butuh pelatih yang bagus, dengan kualitas pemain yang baik, namun hasil selalu buruk)

2-0

I hope rain down, Under 2.5 Goals

Semen Padang -1.5

RESULT : 2-0 (JACKPOT)

Persela Lamongan Vs Semen Padang membawa 18 pemain

Padang – Tim Semen Padang dipastikan tidak bisa menurunkan skuat terbaik saat menjajal Persela Lamongan dilanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo di Stadion Gajayana, Malang, pada Sabtu (8/10/2016). Kiper utama Tim Kabau Sirah, Jandia Eka Putra, merapat ke pelatnas Timnas Indonesia di Yogyakarta.

Kiper kedua Rivki Mokodompit bakal diberdayakan menggantikan posisi Jandia. Hanya kondisinya tidak benar-benar fit karena sedang menjalani penyembuhan cedera.

Untuk berjaga-jaga Tim Urang Awak menyiapkan kiper belia, Rendy Oscario, sebagai pelapis. “Mudah-mudahan pasca cedera Rivki bisa kembali nyetel menemukan setuhan bermain. Untuk berjaga-jaga kami menyiapkan Rendy,” ungkap manajer Semen Padang, Suranto, pada Rabu (5/10/2016).

Pelatih kepala Semen Padang, Nilmaizar, bisa bernafas lega karena palang pintu, Cassio de Jessus, sudah terbebas dari hukuman kartu. Kehadirannya akan membawa rasa nyaman di sektor belakang.

Berstatus sebagai tim tamu, Tim Kabau Sirah cenderung bakal bermain bertahan saat menghadapi Persela. Mereka dibayangi rekor jelek saat melakoni duel tandang.

Kabar baiknya Semen Padang bisa memaksimalkan tenaga gelandang sayap, Irsyad Maulana, yang tak lagi dipanggil ikut pelatnas Tim Garuda. Nilmaizar punya pemain cepat yang bisa diandalkan untuk menggeber skema serangan balik cepat.

Dalam lawatan ke Malang, Nilmaizar bakal membawa sebanyak 18 pemain. Dua penjaga gawang di usung yakni Rivki Makodompit  dan Randi Oscario.

Pemain belakang terdiri dari Fandry Imbiri, Agung Prasetyo, Novrianto, Handi Ramdhan, Cassio Fransisco, Novan Setya dan Hengki Ardiles.

Sementara itu di sektor tengah Semen Padang nama-nama pemain yang diandalkan antara lain: Muamer Svraka, Rudi, Irsyad Maulana, Vendry Mofu, Riko Simanjuntak, dan Lee Gil-hoon. Sedangkan

tiga pemain depan yang dibawa masing-masing Marcel Silva, M. Nur Iskandar, serta Christoper Sibi.

10 Player Top Assists ISC 2016 (Update Oktober)

Top Assists ISC 2016

1. M NUR ISKANDAR (SS) (Semen Padang) 7 Assist
2. EDILSON TAVARES (SS) (Pusamania Borneo) 5 Assist
3. RUDI WIDODO (CF) (Bhayangkara FC) 5 Assist
4. ALBERTO GONCALVES (CF) (Sriwijaya FC) 5 Assist
5. MARCEL SILVA SACRAMENTO (CF) (Semen Padang) 4 Assist
6. RASYID ASSAHID BAKRI (CMF) (PSM Makasar) 4 Assist
7. FADIL SAUSU (DMF) (Bali United) 4 Assist
8. RODRIGUES ARACIL PABLO (CF) (Madura United) 4 Assist
9. RIKO SIMANJUNTAK (SMF) (Semen Padang) 4 Assist
10. KHAIRALLAH ABDELKBIR (CMF) (Bhayangkara FC) 4 Assist

10 Player Top scorers ISC 2016 (Update Oktober)

Top Score ISC 2016 (Update Oktober)

1. RODRIGUES ARACIL PABLO (Madura United) 13 Goals
2. LUIS CARLOS JUNIOR (Barito Putra) 13 Goals
3. MARCEL SILVA SACRAMENTO (Semen Padang) 12 Goals
4. ALBERTO GONCALVES (Sriwijaya FC) 11 Goals
5. SHOHEI MATSUNAGA (Persiba Balikpapan) 10 Goals
6. MARLON DA SILVA DE MOURA (Mitra Kukar) 9 Goals
7. THIAGO FURTUOSO (Bhayangkara FC) 8 Goals
8. BOAZ T. ERWIN SOLOSSA (Persipura Jayapura) 8 Goals
9. FERDINAND ALFRED SINAGA (PSM Makasar) 8 Goals
10. CRISTIAN GONZALES (Arema Malang) 8 Goals

Semen Padang Tak Diperkuat Dua Pemain Regular Cassio de Jesus (DF) & Rudi Doang (MF)

Lawan Bali United, Semen Padang Tak Diperkuat Dua Pemain Pilar – Semen Padang dipastikan tak akan diperkuat oleh dua pemain intinya saat menjamu Bali United dalam laga lanjutan TSC A pekan ke-21 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Senin (03/10). Kedua pemain tersebut adalah stoper asing, Cassio de Jesus dan gelandang muda, Rudi Doang yang harus menepi karena akumulasi kartu kuning.

Meskipun begitu, Nil Maizar selaku pelatih kepala mengaku tak terlalu memusingkan hal tersebut. Karena ia sudah menyiapkan dua pemain pengganti yang kualitasnya hampir sepadan. Karena saat ini dilini belakang masih ada nama Novrianto dan Agung Prasetyo. Sementara untuk gelandang masih ada nama pemain asing anyar asal Bosnia, Muamer Svraka.

“Kami memang tak bisa menurunkan Rudi dan Cassio terkena hukuman akumulasi kartu. Tapi saya juga tak mau ambil pusing, karena kami masih memiliki banyak pemain pengganti yang tak kalah berkualitas,” kata Nil.

Selain itu, pelatih asal Payakumbuh tersebut juga merasa lega karena dua pemain pilar, Jandia Eka Putra dan Irsyad Maulana sudah bisa dimainkan pasca mengikuti pelatnas timnas Indonesia di Solo yang baru berakhir pada 27 September kemarin.