Update Transfer Indonesia Liga 1 2017: Marquee Player

Sepanjang sejarah bursa transfer sepakbola Indonesia, bisa jadi bursa transfer kali ini menjadi yang paling bersejarah. Lumrah saja karena sejumlah nama besar masuk mewarnai kompetisi Liga 1 yang akan dimulai dalam hitungan hari.

Pemain-pemain asing yang pernah merumput di Premier League seperti Michael Essien, Carlton Cole dan Peter Odemwingie datang membawa angin segar bagi persepakbolaan nasional. Mereka didatangkan oleh Persib Bandung dan Madura United. Hal ini kemudian membuat PSSI kembali merevisi peraturan terhadap marquee player yang semula hanya dijatah satu menjadi lima pemain.

Usaha mendatangkan marquee player pun diikuti oleh Borneo FC yang mendatangkan Shane Meltz, striker tim nasional Selandia Baru di Piala Dunia 2010 silam. Meski usianya sudah menginjak kepala tiga, namun ia dinilai masih mampu memberikan andil siginifikan terhadap Pesut Etam.

Bergeser ke sisi timur pulau Jawa, kita mendapati Persela Lamongan yang baru saja sukses melabuhkan Jose Manuel Barbosa Alvez dari Portugal. Kabarnya, ia telah malang melintang di kasta tertinggi Portugal, Primeira Liga.

Meski tren marquee player secara perlahan dibangun dan mulai digandrungi, namun mayoritas klub Liga 1 terlihat masih belum berhasrat menggunakan jasa mereka. Sebut saja Arema FC dan Persija Jakarta. Kedua klub tersebut lebih memilih pemain yang cocok dengan kebutuhan tim. Singo Edan baru-baru ini merekrut mantan pemain Borneo FC, Jad Noureddine yang diplot menggantikan Bagas Adi Nugroho yang sedang fokus bersama timnas, pun demikian Macan Kemayoran yang mendatangkan Arthur Irawan dan Rohit Chand.

Di sisi lain, usaha Mitra Kukar untuk memakai jasa mantan penyerang Yangon United, Cezar Augustuso, gagal setelah sang pemain enggan melakoni tes medis.

 

Advertisements

18 Pemain Kunci dari Setiap Klub di Liga 1 Musim 2017

S18 Pemain Kunci dari Setiap Klub di Liga 1 Musim 2017 :

Arema FC: Esteban Vizcarra

Sejak kedatangannya di Malang pada tahun 2015 lalu, Esteban Vizcarra telah menjadi pemain kunci bagi Arema, terutama di lini depan. Keberadaannya pun diperkirakan akan tetap sangat penting bagi Singo Edan di Liga 1 mendatang. Umpan-umpan serta tusukan-tusukannya dari lini kedua akan tetap sangat membahayakan, dan ia pun akan tetap menjadi penyuplai utama bola-bola berbahaya untuk dieksekusi oleh mesin gol Arema, Cristian Gonzales.

Apalagi Vizcarra tak akan sendirian; ia kini memiliki beberapa rekan yang bisa diandalkan seperti Adam Alis dan pemain muda Arema yang cukup mencuri perhatian di gelaran Piala Presiden 2017 lalu, Nasir. Vizcarra akan menjadi pemimpin lini tengah yang kini diisi banyak pemain muda kepercayaan Aji Santoso.

Bali United: Irfan Bachdim

Saat melakoni debutnya di Bali United pada gelaran Piala Presiden 2017 lalu, Irfan Bachdim belum tampil terlalu meyakinkan, namun ini bisa dimaklumi, mengingat ia masih dalam fase adaptasi di klub barunya, apalagi ia baru kembali dari petualangannya di Thailand dan Jepang. Adaptasinya akan sangat penting bagi Bali United, yang ditinggal Indra Sjafri dan kini dilatih oleh Hans Peter Schaller.

Jika Irfan bisa beradaptasi dengan baik dengan skema Schaller dan mempertontonkan lagi kemampuan hebatnya seperti yang kita lihat di timnas Indonesia menjelang Piala AFF 2016 lalu, Bali United sepertinya akan meraih prestasi yang jauh lebih baik ketimbang di Indonesia Soccer Championship lalu.

Barito Putera: Rizky Pora

Salah satu pemain terbaik di timnas Indonesia pada gelaran Piala AFF 2016 lalu ini akan memimpin Barito Putera asuhan Jacksen F. Tiago sebagai kapten tim. Ia juga dipastikan akan menjadi salah satu senjata Barito dari sektor sayap yang akan sangat berbahaya di Liga 1 mendatang.

Kemampuan Rizky untuk menusuk dan tak hanya melepaskan umpan namun juga melepaskan tendangan ke arah gawang akan sangat berguna bagi Barito untuk membuka pertahanan tim-tim lawan yang di atas kertas lebih kuat. Salah satu buktinya sudah tersaji dalam laga uji coba kontra Kalteng Putra, di mana ia mencetak salah satu dari tiga gol Barito.

Bhayangkara FC: Wahyu Tri Nugroho

Dengan kemungkinan absennya Evan Dimas dalam banyak pertandingan Bhayangkara FC di Liga 1 mendatang karena aktivitas tim nasional Indonesia U-22, Wahyu Tri Nugroho diyakini akan ‘mengambil alih’ status sebagai pemain kunci tim asuhan Simon McMenemy tersebut. Toh sejak tahun 2016 lalu, Wahyu memang sudah menjadi salah satu pemain terpenting Bhayangkara.

Pada gelaran Indonesia Soccer Championship lalu, Wahyu merupakan kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak di antara kiper-kiper lainnya. Performa apiknya yang berlanjut di Piala Presiden lalu diperkirakan akan tetap terjaga hingga Liga 1 mendatang, dan memberikan rasa aman bagi rekan-rekannya.

Madura United: Slamet Nurcahyono

Kemampuan Slamet sebagai jenderal lapangan tengah Madura United akan membuatnya kembali menonjol di Liga 1 mendatang, melampaui pemain-pemain asing yang menjadi rekan-rekannya, seperti Fabiano Beltrame. Jangan lupa, performa apik Slamet lah yang membuat Madura United bisa menjadi kejutan di ISC A 2016 lalu.

Keberadaan beberapa rekan baru yang bisa diandalkan seperti Fachruddin Aryanto di lini belakang dan Greg Nwokolo di lini depan juga akan membantu Slamet meningkatkan kualitasnya. Jadi, jangan heran jika lelaki mungil yang pernah membela PSS Sleman ini akan kembali jadi pembicaraan hangat di musim kompetisi 2017 nanti.

Mitra Kukar: Oh In-kyun

Oh In-kyun bukanlah nama asing di sepakbola Indonesia. Musim 2016 lalu, ia menjadi andalan Persegres Gresik United, di mana ia mencetak empat gol dan dua assist di sepanjang musim ISC A 2016. Kehadirannya pun diperkirakan akan meningkatkan kualitas lini tengah Naga Mekes di Liga 1 nanti.

Seperti pemain Asia Timur lainnya, Oh mempunyai tipikal permainan yang ngotot dan tak kenal lelah. Kualitas ini akan sangat berguna bagi anak-anak asuhan Jafri Sastra, yang tentunya ingin meningkatkan prestasi mereka di musim kompetisi mendatang.

Persegres Gresik United: Patrick da Silva

Keputusan manajemen Persegres untuk menambah kontrak Patrick da Silva merupakan hal yang masuk akal untuk dilakukan. Pasalnya, kontribusi pemain asal Brasil tersebut memang terhitung cukup besar bagi Persegres di gelaran ISC A 2016 lalu.

Dalam turnamen berbentuk liga itu, Patrick sukses mencetak delapan gol dan tiga assist dalam 23 penampilan, yang artinya ia berperan langsung dalam lebih dari sepertiga jumlah gol Kebo Giras di sepanjang turnamen. Ia akan sangat dibutuhkan oleh pelatih Gomes de Oliviera di Liga 1 mendatang, apalagi jika lini belakang Persegres masih serapuh saat di ISC A lalu.

Persela Lamongan: Ivan Carlos

Dengan akan sering absennya dua wonderkid Persela, Saddil Ramdani dan Ahmad Nur Hardianto, Ivan Carlos dipastikan akan menjadi andalan utama Laskar Joko Tingkir di Liga 1 mendatang. Naluri mencetak gol penyerang yang bergabung dengan Saddil dkk pada putaran kedua ISC A 2016 lalu ini memang sudah terbukti.

Dalam gelaran ISC A lalu, penyerang asal Brasil ini mampu mencetak enam gol dalam 13 pertandingan. Ia pun berhasil mencetak gol dalam laga uji coba Persela kontra Persip Pekalongan baru-baru ini. Sayang ia masih punya PR besar: ia harus menjaga emosinya, yang membuatnya dikartu merah wasit dalam laga uji coba tersebut.

Perseru Serui: Arthur Bonai

Meski pada akhirnya gagal menjalani debutnya di tim nasional Indonesia, fakta bahwa Alfred Riedl sempat memanggil Arthur Bonai ke skuat sementara timnas untuk Piala AFF 2016 lalu menjadi bukti penting kualitas lelaki berusia 25 tahun ini. Tak diragukan lagi, ia adalah pemain terpenting dan paling cemerlang Perseru di ISC A 2016 lalu.

Mampu bermain di sisi lapangan maupun di sektor tengah, Arthur memiliki kualitas umpan yang bagus. Kualitasnya ini akan sangat membantu Perseru untuk bisa menciptakan kejutan di Liga 1 nanti.

Persib Bandung: Atep Rizal

Siapa lagi pemain kunci Persib Bandung jika bukan ‘Lord’ Atep? Bahkan meskipun kini hadir dua marquee player dalam diri Michael Essien dan Carlton Cole, Atep diperkirakan akan tetap menjadi andalan utama Djadjang Nurdjaman di lini tengah Maung Bandung.

Musim lalu di ISC A, Atep mencatatkan 33 penampilan atau hanya absen dalam satu pertandingan saja. Jumlah ini adalah yang terbanyak di Persib, dan satu-satunya pemain yang bisa menyamai capaiannya ini hanyalah Tony Sucipto. Catatan statistiknya pun cukup apik: di sepanjang musim, Atep mencatatkan lima gol dan dua assist. Jumlah golnya hanya kalah dari Sergio van Dijk (12 gol) dan Vladimir Vujovic (6 gol), dan jumlah assist-nya hanya kalah dari Robertino Pugliara (6 assist).

Persiba Balikpapan: Marlon Da Silva

Para pendukung Persiba boleh saja khawatir ketika mengetahui bahwa Shohei Matsunaga menyeberang ke Persib Bandung pasca berakhirnya ISC A 2016 lalu. Wajar saja, Shohei memang menjadi andalan utama Beruang Madu di turnamen rasa liga yang digelar pada tahun 2016 itu, di mana ia menjadi top skorer klub dengan 13 gol. Bisa apa Persiba tanpa Shohei?

Beruntung, Persiba tak perlu menunggu lama untuk mendapatkan penggantinya. Memanfaatkan hubungan buruk Marlon Da Silva dengan pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra, Persiba membajak pemain asal Brasil tersebut untuk Piala Presiden dan Liga 1 di tahun 2017 ini. Tentu saja Marlon diharapkan bisa menjadi pendulang gol Persiba musim ini, setidaknya bisa menyamai catatan pribadinya di Naga Mekes musim lalu, yaitu 16 gol.

Persija Jakarta: Andritany Ardhiyasa

Siapa pemain terbaik Persija Jakarta di sepanjang tahun 2016 lalu? Tentu saja Andritany Ardhiyasa. Tanpa kehadirannya, Persija mungkin bisa kebobolan lebih dari 42 kali – jumlah kebobolan paling sedikit di antara tim-tim papan bawah lainnya di ISC A 2016. Meski jumlah clean sheetnya memang terbilang sedikit, tapi jumlah penyelamatannya yang merupakan salah satu yang terbanyak di ISC A menunjukkan bahwa kegagalannya untuk mencatatkan laga tanpa kebobolan bukan sepenuhnya kesalahannya.

Persija memang cukup berbenah menjelang Liga 1 mendatang, apalagi dengan hadirnya investor baru yang membuat keuangan klub ibukota ini sedikit lebih sehat. Tapi Persija dipastikan akan tetap sangat mengandalkan pemain yang dipanggil Bagol ini di sepanjang tahun 2017 ini, dan jangan heran jika sekali lagi, Andritany akan membuat catatan penyelamatan dalam jumlah tinggi di Liga 1 mendatang.

Persipura Jayapura: Boaz Solossa

Pemain terbaik ISC A 2016 ini adalah ‘top skorer’ di antara pemain-pemain lokal Indonesia (tanpa menghitung pemain naturalisasi) di sepanjang tahun lalu, dan fakta bahwa ia absen di sebagian besar paruh kedua musim karena membela tim nasional Indonesia di Piala AFF 2016 menunjukkan betul kualitasnya. Seandainya saja liga tak terus berjalan selama persiapan dan pelaksanaan Piala AFF berlangsung, mungkin jumlah golnya akan lebih banyak daripada 11 gol yang ia catatkan musim lalu.

Meski kini sudah berusia 31 tahun, Boaz tetap memiliki ketajamannya seperti saat masih muda dulu. Kehadiran Robertino Pugliara di lini tengah Persipura akan sangat membantunya untuk mencatatkan gol dalam jumlah tinggi lagi musim ini. Dia adalah pemain terbaik Indonesia saat ini, dan jangan heran jika Persipura akan terus mengandalkannya di lini depan.

PS TNI: Erwin Ramdani

Erwin Ramdani sejatinya seorang gelandang sayap di PS TNI. Namun naluri mencetak golnya seperti seorang penyerang. Dan ini terbukti dengan catatan 7 golnya di ISC A 2016 lalu, terbanyak kedua tim ini setelah Aldino Herdianto, yang telah hengkang ke Mitra Kukar. Kecepatan dan naluri mencetak golnya inilah yang akan menjadi salah satu senjata utama PS TNI di Liga 1 mendatang.

Eks Persib U-21 ini dipastikan akan menjadi andalan utama PS TNI di lini tengah mereka nanti. Kehadiran dua striker asing, Ibrahim Conteh dan Mamadou Barry, di lini depan timnya bisa jadi akan membantunya juga untuk meningkatkan statistik assist-nya di Liga 1 mendatang.

Erwin Ramdani (putih kanan) tetap menjadi andalan PS TNI musim ini

PSM Makassar: Rasyid Bakri

Sejak muncul sebagai ‘wonderkid’ beberapa tahun yang lalu, memang terlihat sudah bahwa Rasyid Bakri memiliki talenta yang besar yang bisa membawanya menjadi salah satu gelandang terbaik di tanah air. Potensi itu akhirnya benar-benar menjadi kenyataan pada ISC A 2016 lalu. Menjadi andalan di lini tengah PSM, Rasyid berkembang menjadi mesin utama PSM dalam menyerang maupun bertahan.

Catatan 7 gol dan 8 assist-nya di sepanjang musim membuktikan kualitas dan pentingnya kehadiran Rasyid Bakri di skuat Juku Eja. FourFourTwo Indonesia sendiri memilihnya sebagai gelandang terbaik ISC A 2016 lalu. Apakah kami akan kembali memilihnya sebagai yang terbaik di Liga 1 nanti? Yah, Rasyid punya potensi untuk mencatatkan itu.

Pusamania Borneo FC: Asri Akbar

Keberhasilan Pusamania Borneo FC II secara mengejutkan melaju ke final Piala Presiden 2017 lalu tak lepas dari performa luar biasa Asri Akbar. Meski sudah berusia 33 tahun, energi dan visi Asri sangat berpengaruh pada kesuksesan tim kedua PBFC yang tampil di turnamen pra-musim 2017 tersebut. Aksi-aksinya pun diperkirakan akan membuatnya mendapatkan tempat utama di lini tengah PBFC di Liga 1 mendatang.

Toh pengalaman Asri yang sudah malang melintang di papan atas sepakbola Eropa akan sangat berguna di tim muda PBFC saat ini. Musim lalu, ia tampil 29 kali di ISC A 2016 bersama Mitra Kukar, dan mencetak dua gol dan satu assist.

Semen Padang: Marcel Sacramento

Cepatnya adaptasi Marcel Sacramento, yang baru mencicipi sepakbola Indonesia di tahun 2016 lalu dan langsung mencetak 21 gol di ISC A jelas sangat disyukuri Semen Padang. Performa luar biasa Marcel di turnamen itu turut membantu Kabau Sirah berada di papan tengah ISC A.

Hebatnya lagi, Marcel bukan sekadar tipe penyerang egois yang hanya memikirkan diri sendiri. Ini tercermin dari total enam assist yang ia catatkan di turnamen yang sama. Konsistensinya pun terbukti ketika ia sekali lagi tampil luar biasa di Piala Presiden 2017. Nama Marcel Sacramento tampaknya akan kembali berada di papan atas daftar top skorer di Liga 1 nanti.

Sriwijaya FC: Beto Goncalves

Top skorer ISC A 2016 lalu ini diperkirakan akan terus mempertahankan ketajamannya yang terjaga dengan luar biasa sejak tiba di Indonesia pada tahun 2007 lalu. Meski kini usianya sudah memasuki angka 36 tahun, Beto tampaknya belum mau berhenti berlari dan mencetak gol.

Beto memang hanya mencetak satu gol untuk Sriwijaya di Piala Presiden 2017 lalu, namun tak bijak hanya menilainya dari jumlah golnya saja. Pasalnya, pada ISC A 2016 lalu, selain mencetak 25 gol, Beto juga mencatatkan lima assist di sepanjang musim. Kerja samanya dengan Hilton Moreira dipastikan akan kembali menjadi senjata utama Laskar Wong Kito di Liga 1 nanti.

TSC 2016 Match 24 PSM Makassar Vs Sriwijaya FC 2-1

17 October 2016
Kick-off 14:00 (UTC+07:00)
Indonesia Soccer Championship A
PSM Makassar Vs Sriwijaya FC

PSM Makassar DNB @1.87/1.83
PSM Makassar +0 @1.87/1.85
PSM Makassar +0 @1.87/1.87
Sriwijaya FC DNB @1.87/1.86
Sriwijaya FC +0 @1.87/1.86
Sriwijaya FC +0 @2.20/2.03

Stadium Andi Mattalata Makassar.

Over 2.5 @1.80/1.78
Under 2.5 @1.95/1.92

PSM Makassar:
No.2 best win odds at home

Ronald Hikspoors ready to play in this match (DF, last match accumulation of cards)

Good News: Of the players, this time PSM can lower the best squad, including Ferdinand Sinaga on the front lines.

Probably LINEUPS in MATCH 4-3-3 (Coach: Robert Rene Alberts) : 1 Deny Marsel (GK), 4 Wasyiat hasbulah (CB), 87 Kwon Jun (CB), 17 Rasyid A Bakri (CMF), 19 Rizky Pellu (CMF), 8 Syamsul Chaeeruddin (CMF), 38 Ronald Hikspoors (CMF), 80 Willem J Pluim (AMF), 9 Zulvin Zamrun (RMF), 3 Ferdinand A Sinaga, 25 Titus Bonai (CF)

BEST SQUAD PSM Makasar LINEUPS 4-4-2 (Coach: Robert Rene Alberts) :

1 Deny Marsel (GK), DF: 8 Syamsul Chaeeruddin (CMF), 38 Ronald Hikspoors (CMF), 87 Kwon Jun (CB), 22 Aras, MF: 9 Zulvin Zamrun (RMF), 80 Willem J Pluim (AMF), 17 Rasyid A Bakri (CMF), 19 Rizky Pellu (CMF), FW: 3 Ferdinand A Sinaga, 11 Rahmat

Key player in match: Bakri R GOAL Penalty) 83″, Sinaga F GOAL 90+1″

Sriwijaya FC Palembang:
Home Best Attack Team Sriwijaya FC Palembang, but not soo good every play at away.

While FC certainly lose Ichsan Kurniawan until the end of the season. Firman Utina condition is doubtful to fall on the game this time, more bad news in this match their TOP Scorer Alberto Goncalves, in the final minutes ahead of departure was decided to be left in Jakarta because of a thigh injury in his left foot.

plus more bad information for Sriwijaya FC their Captain “Supardi” for the first time in this season Sriwijaya FC will be without their captain Supardi, due to permit a family affair. For 23 match that have played the SFC so far, Supardi be the only player who always played the full 90 minutes and had never been replaced.

many Missing Player: Alberto Goncalves (Key player Top Scorer 14 Goals, injured on the thigh of his left leg), Ichsan Kurniawan (injury), Supardi (Key Player Captain) permit a family affair, Airlangga Sucipto (FW 4/goals) (also canceled abruptly taken because of a injury)

coach to rack their brain more extra in this match because come without a pure striker after Airlangga Sucipto also canceled abruptly taken because of a injury.

Doubtfull player: Firman Utina

18 Pemain Ke Makassar without a pure striker or target man :
Teja Paku Alam, Try Hamdani, Zalnando, Wildansyah, Mauricio Leal, Ngurah Nanak, Fachrudin Ariyanto, Achmad Jufrianto, Yu Hyun Koo, Hapit Ibrahim, Manda Cingi, Anis Nabar, M Ridwan, Firman Utina, TA Mushafry, Rizky Dwi Ramadhana, Hilton Moreira, Mariando

Some names such as Hilton Moreira, TA Musafri, Rizky Dwi Ramadhana or Mariando likely to be made in the Pure striker / target man (although positions ali they play wide on either side of the pitch as a Forward winger)

Sriwijaya FC LINEUPS 4-2-3-1 (Coach: Widodo Cahyono Putro) :

12 Teja P Alam (GK), DF: 11 Zalnando, 4 Mauricio Leal (CB/LB), 13 Ahmad Jufriyanto (CB), 26 Fachrudin aryanto (CB), MF: 6 Yoo Hyun koo (DMF), 15 Firman Utina (AMF), 23 Ridwan, 91 Nabar, 29 Musafri, FW: 10 Hilton Moreira (CF)

(Sriwijaya coach terlihat menerapkan strategi bertahan dan penguasaan bola di sisi tengah, hanya 1 striker wajar jika kalah)

 

PSM can lower the best squad, including Ferdinand Sinaga on the front lines Vs Sriwijaya FC have crisis missing player and without their key player Pure striker/target man

PSM Makassar +0

RESULT : 2-1 (WIN)

Kehilangan Jenderal Lapangan, Lini Tengah Sriwijaya FC Timpang

PALEMBANG – Pelatih Sriwijaya FC Widodo C Putro putar otak lebih keras jelang laga kontra Mitra Kukar dalam lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Minggu (9/10/2016). Komposisi lini tengah skuat Laskar Wong Kito kembali timpang lantaran  sejumlah pemain absen.

Sriwijaya tidak diperkuat jenderal lini tengah Firman Utina yang masih mengikuti kursus kepelatihan C AFC. Selain Firman, M.Ridwan juga ambil bagian. Mereka tak bisa kembali ke klub karena kursus diperpanjang dan baru selesai pada Sabtu (8/10/2016).

“Tak mungkin mereka bisa memperkuat Sriwijaya FC jika pulang satu hari jelang pertandingan. Kami  tidak akan diperkuat Firman lagi,” kata Widodo.

Jelas Widodo pening dalam merancang taktik. Gelandang serang bagi Widodo adalah roh tim sebagai jembatan penghubung. Tanpa mereka, Sriwijaya FC dibantai Bhayangkara FC di depan publik sendiri dengan skor 0-4, Minggu (2/10/2016). Melawan Bhayangkara FC, empat senjata di lini depan Alberto Gonzalves, Hilton Moreira, Airlangga Sucipto, dan TA Musafri tidak berfungsi maksimal alias melempem.

Widodo juga harus merelakan Ichsan Kurniawan yang diboyong Alfred Riedl ke timnas untuk persiapan melakukan uji coba menghadapi Vietnam pada 9 Oktober di stadion Maguwoharjo, Sleman. “Persoalan itu yang harus saya pikirkan sekarang,” ujar Widodo.

Namun, Widodo mendapat kabar baik dengan kembalinya gelandang asal Korea Selatan Yu Hyun Koo yang terbebas dari akumulasi kartu. Kendati Yu di posisi lini tengah, Widodo berharap Yu berperan maksimal dalam serangan. “Masih ada Achmad Jupriyanto dan Hapit Ibrahim. Tapi, Jupe terkandang kerap melakukan blunder. Kita lihat saja nanti bagaimana komposisi tim ini,” imbuh Widodo.

Sementara itu Gelandang Bertahan SFC Yu Hyun Koo mengatakan, selama absen dia tidak henti tetap berlatih. Kekalahan kemarin diharapkannya menjadi cambukan tim untuk menuai hasil positif di partai away. “Kami optimistis bisa membalas kekalahan pada laga yang lalu. Saya juga terus latihan agar performa tidak terganggu,” jelas Yu.

Mitra Kukar Vs Sriwijaya FC

Kembali Timpang Saat Lawan Mitra Kukar

PALEMBANG — Meski dipastikan akan kembali diperkuat M Ridwan dan Firman Utina yang sudah kembali usai mengikuti kursus kepelatihan C AFC, namun Sriwijaya FC tetap akan tampil tanpa kekuatan terbaiknya saat menantang Mitra Kukar, Minggu (9/10) sore di stadion GOR Aji Imbut Tenggarong dalam lanjutan kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.

Pasalnya, di laga ini tidak akan diperkuat dua pilar utamanya yakni Fachrudin Ariyanto dan Ichsan Kurniawan yang kembali mendapat panggilan memperkuat timnas Indonesia. Hal ini disampaikan Seketaris PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid setelah mendapatkan surat pemanggilan kedua pemain tersebut dari induk olahraga sepakbola PSSI.

Menurut pria asal Padang ini, surat yang masuk ke pengelola klub PTSOM di tanda tangani oleh Seketaris Jenderal PSSI Azwar Karim dengan nomor surat 768/AGB/143/IX-2016. Surat itu berisi agar klub merelahkan kedua pemain mengikuti TC di stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta dari tanggal 6 – 10 Oktober. “TC untuk persiapan timnas melakukan uji coba menghadapi Vietnam pada tanggal 9 Oktober di stadion Maguwoharjo Sleman,” jelasnya.

Berdasarkan intruksi Presiden Klub Dodi Reza Alex, jajaran direksi PT.SOM sendiri diminta membantu kebutuhan timnas dengan memberikan izin kepada pemain. Hal itu bertujuan untuk mendukung prestasi sepakbola Indonesia di ajang piala AFF Suzuki di Myanmar dan Filipina pada tanggal 19 November hingga 17 Desember mendatang. “Saya juga sudah sampaikan kepada pelatih. Agar kabar ini bisa secepatnya ditindak lanjuti agar tidak mengganggu persiapan tim dilaga berikutnya,”pungkasnya. Saat dikonfirmasi Pelatih SFC Widodo C Putro memang mengkhawatirkan tim apabila tidak bisa tampil full tim. Namun kembali berkumpulnya Firman Utina, M. Ridwan dan Teja Paku Alam membuatnya sedikit lega untuk melepas kedua pilar terbaik ke timnas. “Kita tidak keberatan besok Selasa, (4/10) kita latihan dilapangan untuk recovery. Selain Firman pemain tambahan dari PON juga sudah mulai bergabung,” pungkasnya. (dedi)

MITRA KUKAR:

Laga Berat Menanti, Mitra Kukar Kehilangan Sejumlah Pemain Pilar

Mitra Kukar dipastikan tak akan diperkuat sejumlah pemain pilarnya.

Penyebabnya adalah dikarenakan beberapa hal. Mulai dari pemain yang terbelit cedera seperti Hendra Adi Bayauw, kemudian ada dua pemain yang terkena akumulasi kartu yakni Arifki Eka Putra dan Arthur Cunha Da Rocha. Selain akumulasi kartu, kondisi Arthur juga masih belum pulih dari cedera.

Sementara 2 pemain pilar lainnya yakni kapten tim Bayu Pradana dan Septian David Maulana memenuhi panggilan PSSI untuk latihan sekaligus membela tim nasional Indonesia saat berujicoba dengan Vietnam pada 9 Oktober nanti.

Selain itu, gelandang kelahiran Brazil berpaspor Timor Leste, Fellipe Bertoldo dos Santos, juga masih belum datang ke Tenggarong setelah pulang ke Brazil untuk menghadiri pemakaman ibunya akhir pekan lalu.

Akibat situasi ini, pelatih Mitra Kukar Jafri Sastra terpaksa harus memutar otak untuk mencari formula terbaik dengan memanfaatkan pemain yang ada. “Kondisinya seperti itu, kita akan maksimalkan pemain yang ada,” katanya.

Meski banyak kehilangan pemain pilar, Jafri Sastra tetap optimis timnya mampu meraih hasil maksimal saat menjamu Sriwijaya FC pada Minggu (09/10) mendatang. “Yang pasti kita akan fokus menghadapi Sriwijaya FC. Meski mereka baru kalah 0-4 dari Bhayangkara FC di kandang sendiri, Sriwijaya FC tetaplah tim yang berbahaya dan harus kita waspadai,” ungkapnya. (win)

10 Player Top Assists ISC 2016 (Update Oktober)

Top Assists ISC 2016

1. M NUR ISKANDAR (SS) (Semen Padang) 7 Assist
2. EDILSON TAVARES (SS) (Pusamania Borneo) 5 Assist
3. RUDI WIDODO (CF) (Bhayangkara FC) 5 Assist
4. ALBERTO GONCALVES (CF) (Sriwijaya FC) 5 Assist
5. MARCEL SILVA SACRAMENTO (CF) (Semen Padang) 4 Assist
6. RASYID ASSAHID BAKRI (CMF) (PSM Makasar) 4 Assist
7. FADIL SAUSU (DMF) (Bali United) 4 Assist
8. RODRIGUES ARACIL PABLO (CF) (Madura United) 4 Assist
9. RIKO SIMANJUNTAK (SMF) (Semen Padang) 4 Assist
10. KHAIRALLAH ABDELKBIR (CMF) (Bhayangkara FC) 4 Assist

10 Player Top scorers ISC 2016 (Update Oktober)

Top Score ISC 2016 (Update Oktober)

1. RODRIGUES ARACIL PABLO (Madura United) 13 Goals
2. LUIS CARLOS JUNIOR (Barito Putra) 13 Goals
3. MARCEL SILVA SACRAMENTO (Semen Padang) 12 Goals
4. ALBERTO GONCALVES (Sriwijaya FC) 11 Goals
5. SHOHEI MATSUNAGA (Persiba Balikpapan) 10 Goals
6. MARLON DA SILVA DE MOURA (Mitra Kukar) 9 Goals
7. THIAGO FURTUOSO (Bhayangkara FC) 8 Goals
8. BOAZ T. ERWIN SOLOSSA (Persipura Jayapura) 8 Goals
9. FERDINAND ALFRED SINAGA (PSM Makasar) 8 Goals
10. CRISTIAN GONZALES (Arema Malang) 8 Goals