International Friendlies : Indonesia Vs Puerto Riko

http://www.indosoccerinfo.com
13 June 2017
International Friendlies
Indonesia Vs Puerto Riko

Indonesia -0.5 @1.70
Indonesia -0.75 @1.91
Puerto Riko +0.5 @2.10
Puerto Riko +0.75 @1.93
Over 2.5 @1.71
Over 2.75 @1.90
Under 2.5 @1.72
Under 2.75 @1.92

Stadion Maguwoharjo, Sleman, indonesia

Timnas Indonesia berhasil meraih kemenangan away yang jadi kemenangan pertama pelatih Luis Milla bersama Garuda Vs Kamboja, di Stadion Olimpiade kamboja, 8 Juni lalu, dengan skor akhir 2-0.

Berikutnya, Puerto Riko siap menantang tim Merah-Putih di Stadion Maguwoharjo, Sleman, indonesia Selasa (13/6) malam.

Secara peringkat, Puerto Riko menempati posisi 133 FIFA, sedangkan Kamboja 174.

Indonesia:

“Ini adalah pertemuan bersejarah, pertama kali kita akan menjamu Puerto Riko. Laga ini menunjukkan bahwa kebangkitan sepakbola Indonesia telah menyita perhatian sahabat kita hingga ke zona CONCACAF,”

“Semoga pertandingan nanti berlangsung menarik dan bisa menghibur pencinta sepakbola Tanah Air,” pungkasnya.

Dari lawan kontra Kamboja lalu, timnas Indonesia yang didominasi pemain timnas U-22 proyeksi SEA Games 2017 memang masih belum tampil sempurna. Hal itu juga diakui oleh tim pelatih timnas Indonesia.

“Memang masih banyak kelemahan dan kekuarangan yang harus dibenahi oleh pelatih terutama chemistry antarpemain, karena memang kami baru beberapa hari latihan. Tapi, yang pasti pemain sudah bisa adaptasi dengan pola yang diinginkan Luis Milla.”

Gelandang Indonesia berdarah Belanda, Stefano Lilipaly, sudah tampak pada sesi latihan tim nasional Indonesia di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Sabtu (10/6) petang.

Timnas Indonesia tengah dalam persiapan menghadapi laga internasional menjamu Puerto Riko, di Sleman, 13 Juni nanti. Fano, sapaan akrab Stefano, bisa ambil bagian pada laga itu.

Sebelumnya, Fano yang juga dipanggil untuk memperkuat tim Merah-Putih untuk laga away melawan Kamboja digantikan oleh Adam Alis karena menunggu kelahiran anaknya.

Fano kini sudah bergabung, dan Adam yang turut membantu timnas Indonesia membawa pulang kemenangan 2-0 atas Kamboja akhirnya dikembalikan ke klub asalnya, Arema FC.

dua pemain harus absen: striker Ahmad Nur Hardianto dan gelandang bertahan Hargianto yang tampil pada laga melawan Kamboja, 8 Juni lalu. Bima mengaku, pelatih kepala Luis Milla tak terlalu khawatir terkait absensi keduanya.

cedera Nur Hardianto berangsur pulih dari yang awalnya sangat parah sampai pencetak satu gol bersama timnas Indonesia itu tak bisa berjalan.

“Hargianto cedera engkel kiri, sementara Nur Hardianto cedera adductor lonus kiri – bagian selangkangan. Nur Hardianto cukup lama terapinya, kalau awal dia kena cedera itu nilainya sepuluh sakitnya, sampai tidak bisa jalan. Kalau sekarang ini tinggal dua,” urainya.

Selain Lilipaly ada empat pemain senior lainnya yang juga dipanggil buat bergabung dengan timnas Indonesia untuk lawan Puerto Riko. Mereka adalah Kurnia Meiga, Bayu Pradana, Irfan Bachdim, dan Fachruddin Wahyudi.

Ahmad Nur Hardianto dan Muhammad Hargianto berlatih terpisah dari rekan yang lain karena masih dalam pemulihan cedera.

pelatih Luis Milla pasti sudah mempersiapkan alternatif. Lagi pula kami punya Hanif Sjahbandi dan Bayu Pradana di tengah. Selain itu, Stefano Lilipaly pun sudah tiba, jadi saya pikir tak ada masalah,”

Puerto Riko:

ini untuk pertama kalinya Puerto Riko beruji coba dengan Indonesia.

“Kami begitu antusias menjadi bagian dari pertandingan bersejarah ini. Kami akan menggunakan kesempatan ini untuk berterima kasih kepada semua orang di Indonesia atas terlaksananya pertandingan ini, dan kami tidak sabar menghadapi tim dengan sejarah panjang di Asia,”

Puerto Riko bertekad menghentikan rentetan hasil buruk saat menghadapi timnas Indonesia dalam pertandingan uji coba di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (133/6) malam WIB.

Dalam lima pertandingan terakhir, Puerto Riko selalu menelan kekalahan di berbagai ajang. Duel melawan Indonesia menjadi laga kedua anak asuh Carlos Cantarero di benua Asia. Debut pertama Puerto Riko di Asia adalah ketika dikalahkan India 4-1 pada 3 September 2016.

Striker Hector ‘Pito’ Ramos mengaku buta dengan kekuatan tim Garuda. Kendati demikian, Ramos optimistis mereka bisa mendapatkan hasil bagus di laga nanti. Menurutnya, semua pemain sudah siap menghadapi Indonesia.

“Saya senang semua pemain sangat kompak. Kami tidak memperlihatkan rasa lelah, walau harus menempuh perjalanan panjang. Kami masih punya waktu untuk mengembalikan kebugaran.”

Pelatih Puerto Riko Carlos Garcia Cantarero pun sudah mengumumkan skuatnya untuk laga tersebut.

Ada 19 pemain yang dipilih pelatih asal Spanyol itu. Para pemain yang dipilihnya saat ini, bisa dibilang skuat terbaik mereka.

Berikut 19 pemain Puerto Riko untuk melawan Indonesia:

Kiper: Cody Laurendi (Oklahoma City Energy), Marcos Rivera (Bayamón FC)

Belakang: Juan “Juani” Coca (Criollos Caguas FC), Emmanuel D’Andrea (AEC Manlleu), Juan Vélez (Bauger FC), Jeremy Hall (Sacramento Republic FC), Sebastián Díaz (Metropolitan Football Academy)

Tengah: Marcos “Puquiri” Martínez (Caguas Sporting), Elliot Vélez (Criollos Caguas FC), Javier Lalondriz (GPS Puerto Rico), Andrés Cabrero (Kultsu FC), Jorge Rosa Menéndez (Bayamón FC), Joseph “Jackie” Marrero (Puerto Rico FC), Lucas Arzan (Everton FC Westchester)

Depan: Michael “Mike” Ramos (Puerto Rico FC), Jorge “Georgie” Rivera (Puerto Rico FC), Héctor “Pito” Ramos (Puerto Rico FC), José “Picu” Rodríguez (GPS Puerto Rico), Manuel “Manolo” Sánchez (Harrisburg City Islanders)

Puerto Rico melihat satu faktor yang bisa jadi keuntungan saat melawan Timnas Indonesia. Keunggulan postur tubuh akan coba dimanfaatkan oleh tim asuhan Carlos Cantarero tersebut.

Keunggulan postur ini akan coba dimanfaatkan saat mengantisipasi umpan lambung. Selain itu ini juga menjadi keunggulan dalam situasi tendangan bebas dan sepak pojok.

Probably CS: 2-1 3-1

Over 2.75 Goals

Indonesia -0.75 @1.91

FT: 0-0 (LOSE)

International Friendlies : Cambodia Vs Indonesia

http://www.indosoccerinfo.com
08 June 2017
International Friendlies
Cambodia Vs Indonesia

Cambodia +1.25 @2.00
Indonesia -1.25 @1.85
Over 3.5 @2.00
Under 3.5 @1.72

Stadion National Olympic, Cambodia.

Cambodia:

Pelatih Kamboja Leonardo Vitorino, berkeinginan timnya dapat mengakhiri catatan buruknya saat uji coba internasional melawan timnas Indonesia.

Dalam dua pertandingan terakhirnya Kamboja selalu mnelan kekalahan yakni dari India 3-2, serta yang teranyar kontra Yordania 7-0. Oleh karena itu, Vitorino ingin memperbaiki hal tersebut ketika menjamu timnas Indonesia.

Kamboja tim yang baru ganti pelatih, sekitar empat-lima bulan. Pelatih itu mencoba memainkan penguasaan bola dan mencoba dengan cara bermain cepat,” ungkap Milla.

Kamboja: Oum Outdom; Nub Tola, Soeuy Visal, Seut Baraing, Chhom Pisa, Tith Dina, Prak Mony Udom, Thierry Chanta Bin, In Sodavid, Keo Sokngon, Chan Vathanaka.

Indonesia:

Pelatih tim nasional Indonesia Luis Milla Aspas mengindikasikan bakal memainkan semua pemain senior yang dipanggil ke dalam skuat timnas Indonesia untuk melawan Kamboja dan Puerto Riko.

Pada dua laga uji coba resmi tersebut, timnas Indonesia diwakilkan mayoritas pemain timnas U-22 proyeksi SEA Games 2017 dan Kualifikasi Piala Asia U-23 2018. Namun, ada lima pemain senior yang ikut dipanggil, yakni kiper Kurnia Meiga, bek Fachruddin Wahyudi, gelandang Bayu Pradana dan Adam Alis, serta striker blasteran Irfan Bachdim.

“Sudah pasti mereka akan main dan yang kami bawa ada satu penjaga gawang, satu pemain belakang, dua pemain tengah dan satu penyerang,” sambung mantan pelatih Spanyol U-20 itu.

“Pemain-pemain tersebut akan jadi best team kami dan akan jadi pemain kunci. Menurut saya, lima pemain yang saya panggil dengan posisi berbeda merupakan satu komposisi penting dan terpenting mereka bisa main untuk melawan Kamboja dan Puerto Riko.”

Stefano Lilipaly, Seperti diberitakan sebelumnya, Lilipaly izin absen pada laga uji coba kontra Kamboja, 8 Juni nanti, lantaran harus menemani istrinya yang akan segera melahirkan. “Benar, Adam Alis yang masuk untuk menggantikan Lilipaly,” ucap Bima Sakti, asisten pelatih timnas Indonesia.

Indonesia: Kurnia Meiga; Bagas Adi Nugroho, Fachrudin Aryanto, Andi Setyo Nugroho, Ricky Fajrin Saputra, Bayu Pradana, Adam Alis, Saddil Ramdani, Febri Hariyadi, Irfan Bachdim, Yabes Roni.

Probably CS: 0-2

Indonesia -1.25

FT: 0-2 (WIN)

Turnamen Toulon: Indonesia U-19 Vs Brasil U-20

Tim nasional (timnas) Indonesia U-19 sudah mulai berlatih di Prancis untuk persiapan turnamen Toulon. Tiba di Paris, Sabtu (27/5), skuat yang dilatih Indra Sjafri itu baru berlatih di Stade Municipal, Marseille, Senin (29/5) malam waktu setempat.

“Latihan di Stadion Municipal berlangsung kurang lebih satu jam. Latihan untuk pemulihan kondisi pemain dan persiapan taktik tim lawan Brasil di laga perdana nanti,” kata Indra.

Seperti diketahui, pada laga perdana grup C, timnas U-19 akan lebih dulu berhadapan dengan Brasil U-20 di Stadion d’Honneur Marcel Roustan, Kamis (1/6) dini hari WIB. Indra pun mengungkapkan kembali bahwa dirinya sudah mempelajari kekuatan maupun kelemahan Brasil U-20.

“Yang penting pemain jangan takut dan harus optimistis,” tegasnya.

Terkait dengan adaptasi cuaca di Prancis, para penggawa timnas U-19 pun tak mengalami kendala. Hal itu diungkapkan bek Rachmat Irianto. “Kami tidak ada yang cedera, kondisi tim bagus. Untuk itu kami mohon doanya supaya lancar selama di sini,” ujar pemain yang akrab disapa Rian itu.

“Saya rasa semua lawan berat tidak hanya Brasil saja. Yang penting kami berusaha semaksimal mungkin dan bermain tak kenal lelah sesuai instruksi pelatih. Soal makanan, kami juga tidak ada masalah di sini. Kami memang tidak puasa pas pertandingan,” tambahnya.

Tim nasional Indonesia U-19 tengah berada di Prancis untuk berpartisipasi dalam Turnamen Toulon, 29 Mei-10 Juni mendatang. Timnas U-19 terbagi ke dalam Grup C bersama Brasil U-20, Republik Ceko U-21 dan Skotlandia U-21.

Secara tim, turnamen ini diikuti timnas U-19 untuk persiapan mereka menatap kualifikasi Piala Asia U-20 dan Piala AFF U-19 tahun ini. Pelatih Indra Sjafri pun tidak membidik target tinggi melainkan menjadikan ajang ini sebagai tolok ukur.

Walau begitu, ajang ini merupakan panggung untuk para pemain timnas U-19 mencuri perhatian pencari bakat klub-klub Benua Biru. Sebagaimana diketahui, Turnamen Toulon kerap jadi ajang para calon bintang masa depan dunia.

“Saya sudah kasih tahu mereka (pemain), bahwa ini adalah chance untuk mereka dilirik (pemandu bakat klub-klub dunia). Makanya saya sangat berterima kasih kepada PSSI yang sudah ikut event ini buat mereka,” beber Indra.

Bintang-bintang dunia yang pernah tampil di turnamen ini antara lain Zinedine Zidane, Cristiano Ronaldo, Kevin Gameiro, Pablo Aimar, Adriano Leite, Ignazio Abate dan masih banyak lagi.

Brasil akan jadi lawan pembuka Egy Maualana Vikri dan kawan-kawan di Turnamen Toulon, Selasa (1/6) dinihari WIB. Egy pun pernah punya pengalaman di Eropa, dengan menjadi pemain terbaik Gothia Cup 2016.

“Waktu itu sudah pernah bisa membawa Indonesia juara di Gothia. Waktu itu di Swedia tahun lalu, jadi sudah biasa menghadapi lawan-lawan di luar negeri,” kata pemain yang juga calon kapten timnas U-19 itu.

“Kalau untuk main di Eropa, siapa yang tidak mau? Yang terpenting fokus saja memberikan yang terbaik nanti,” ucap Egy tentang tekadnya untuk dilirik pencari bakat klub Eropa.

Brasil U-20 akan jadi lawan pembuka tim nasional Indonesia U-19 pada Turnamen Toulon, Kamis (1/6) dinihari WIB, di Stade d’Honneur Marcel Roustan. Jelas, Brasil jadi unggulan pada laga ini.

Timnas U-19 akan menjadi debutan pada turnamen ini, skuat arahan Indra Sjafri pun tergolong mengikutsertakan tim paling muda pada Piala Dunia Mini ini. Sementara Brasil, tahun ini merupakan comeback mereka setelah absen pada dua edisi turnamen sebelumnya.

Selecao jadi negara yang paling sukses di gelaran ini selain tuan rumah Prancis, mereka sudah mengoleksi delapan gelar atau empat gelar lebih sedikit dari Prancis. Brasil sendiri pernah menjuarai turnamen secara back-to-back pada edisi 2013 dan kemudian 2014.

Indra menjadikan ajang ini sebagai tolok ukur jelang turnamen sesungguhnya, Piala AFF U-19 dan kualifikasi Piala Asia U-20. Ia sadar betul bahwa bersaing dengan tim macam Brasil, Skotlandia atau bahkan Republik Ceko bukan hal mudah untuk Egy Maulana Vikri cs.

Namun, timnas U-19 termasuk memiliki persiapan panjang sebelum turnamen ini. Garuda Muda juga menjalani pembinaan mental dari TNI dan dibekali uji coba melawan tim-tim lokal yang lebih tua macam Persija Jakarta mau pun Celebest FC.

Lain cerita dengan Brasil, Carlos Amadeu selaku pelatih hanya mempersiapkan tim ini satu minggu sebelum turnamen dimulai. Brasil U-20 saat ini bahkan disebut punya materi yang tidak begitu kuat ketimbang saat mereka juara empat tahun lalu.

Vinicius Junior mungkin awalnya akan jadi sorotan di pihak Brasil, sebagaimana pemuda 16 tahun itu baru saja membuat Real Madrid harus menebusnya dari Flamengo dengan mahar 45 juta euro. Ia berposisi sebagai gelandang serang atau striker dan kerap disandingkan dengan Neymar.

Sayang, kebijakan usia memaksa Brasil meninggalkan Vinicius yang digadang akan jadi bintang Real itu. Sebagai gantinya, pemain yang patut diwaspadai adalah Marquinhos Cipriano, pemain sayap Sao Paolo itu sudah jadi andalan timnya di kompetisi serta tak luput dari pantauan raksasa Eropa seperti Juventus dan Arsenal.

Permainan Brasil U-20 pada laga uji coba sebelum bertolak ke Prancis dinilai tak memuaskan. Mereka harus ditahan imbang Cruzeiro U-20 tanpa gol akhir pekan lalu dan jangan kaget karena itu merupakan satu-satunya uji coba pasukan Amadeu sebagai bekal ke Toulon.

SKUAT BRASIL U-20

Kiper

Hugo Nogueira – Flamengo

Phelipe Megiolaro – Grêmio

Belakang

Gabriel Souza – Vitória

Walce – São Paulo FC

Felipe Camargo – Figueirense

Bruno Fuchs – Internacional

Lucas Minelli – Corinthians

Emerson – Ponte Preta

Michael – Flamengo

Tengah

Ederson José – Desportivo Brasil

Gabriel Kazu – Luverdense

Vinicius Souza – Flamengo

Igor – São Paulo FC

Fabrício Oya – Corinthians

Pablo Pardal – Cruzeiro

Depan

Marquinhos Cipriano – São Paulo FC

Paulo Vitor – Vasco

Gabriel Novaes – São Paulo

Juninho – Sport Club do Recife

Luan Santos – EC Vitória.

 

Turnamen Toulon ini merupakan ajang pemanasan timnas U-19 sebelum berjuang di Piala AFF U-19 dan kualifikasi Piala Asia U-20 nanti. Timnas U-19 akan melawan Brasil U-20, Republik Ceko U-21 dan Skotlandia U-21.

“Ada tiga (yang bisa menjadi kapten nanti), ada Irianto, ada Egy (Maulana Vikri) dan satu lagi ada Nurhidayat (Haji Haris). Mereka itu perwakilan dari semua daerah yang ada di Indonesia,” beber Indra.

Rian, sapaan Irianto, berposisi sebagai pemain belakang sama dengan Nurhidayat.  Sementara Egy satu-satunya pemain depan yang jadi kandidat kapten, ia juga pernah menjadi pemain terbaik Gothia Cup tahun lalu, di Swedia.

Berikut 22 Pemain Timnas U-19 Untuk Turnamen Toulon

Kiper: M. Riyandi, M Aqil Savik, Gianluca Pagliuca Rossy.

Belakang:  Rifad Marasabessy, Dedi Tri Maulana, Rachmat Irianto, Nurhidayat Haji Haris, Renaldi Yulhan, Julyano Nono, Firza Andika, Irsan Lestaluhu.

Tengah : Luthfi Kamal Baharsyah, Teuku Noer Fadhil, Witan Sulaeman, M. Iqbal, Resky F. Witriawan, Adha Nurrokhim.

Depan : Egy Maulana Vikri, Feby Eka Putra, Aulia Hidayat, Jadug Arya Aragani, Hanis Saghara Putra.

Jadwal Timnas U-19 Di Turnamen Toulon

– 31 Mei vs Brasil U-20 di Stadion d’Honneur Marcel Roustan.

– 3 Juni vs Republik Ceko U-21 di Stade Parsemain.

– 6 Juni vs Skotlandia U-21 di Stadion Jules Ladoumègue.

Kamboja Umumkan Skuat Lawan Indonesia

Federasi Sepakbola Kamboja (FFC) telah merilis daftar nama pemain yang dipanggil untuk ambil bagian dalam laga uji coba internasional melawan Indonesia pada 8 Juni mendatang di Phnom Penh.

Pelatih asal Brasil, Leonardo Vitorino yang baru ditunjuk menangani The Angkor Warriors pada Maret lalu memanggil sebanyak 25 nama yang terdiri dari sejumlah pemain berpengalaman mau pun pemain muda yang mayoritas berusia di bawah 23 tahun.

Dua nama tenar yang bermain di mancanegara turut menghiasi daftar skuat ini, yakni Chan Vathanaka yang saat ini sedang merumput di kompetisi kasta ketiga J.League (J3) bersama Fujieda MYFC serta gelandang kelahiran Prancis, Thierry Chanta Bin yang bermain di Krabi FC Thailand.

Salah satu kejutan di skuat ini adalah kehadiran youngster Phnom Penh Crown, Brak Thiva. Gelandang berusia 19 tahun tersebut mencuri perhatian di pentas liga domestik Kamboja tahun ini kendatu baru melakoni debut profesionalnya.

Selepas menghadapi Indonesia, Kamboja juga dijadwalkan akan melanjutkan kampanye mereka di babak kualifikasi Piala Asia 2019 menghadapi Afghanistan pada 13 Juni mendatang.

Berikut daftar 25 nama pemain Kamboja:

Kiper: Sou Yaty (Boeung Ket Angkor), Hul Kimhuy (Akademi FFC), Um Sereyroth (Army), Oum Outdom (Svay Rieng).

Belakang: Chhom Pisa (Phnom Penh Crown), Nub Tola (Svay Rieng), Soeuy Visal (Svay Rieng), Nen Sothearoth (Svay Rieng), Seut Baraing (Phnom Penh Crown), Rous Samoeun (Boeung Ket Angkor), Chhin Chhoeun (Army).

Tengah: Tith Dina (Police), Prak Mony Udom (Svay Rieng), Thierry Chanta Bin (Krabi FC), Chrerng Polroth (Army), Hoy Phallin (Svay Rieng), Prak Thiva (Phnom Penh Crown), In Sodavid (Phnom Penh Crown), Son Vandeth (Police).

Depan: Keo Sokpheng (Phnom Penh Crown), Keo Sokngon (Phnom Penh Crown), Khoun Laboravy (Boeung Ket Angkor), Chan Vathanaka (Fujieda MYFC), Noun Borey (Police), Sary Matnorotin (Nagaworld).

Info sebelum Match Uji Coba : Indonesia Vs Kamboja and Puerto Riko

1st Match: Kamboja Vs Indonesia (Away Match) pada 8 Juni.

2nd Match: Indonesia Vs Purto Rico di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa 13 Juni 2017.

kiper Arema FC Kurnia Meiga merupakan satu dari lima pemain senior yang dipanggil memperkuat timnas Indonesia untuk laga uji coba melawan Kamboja pada 8 Juni, dan Puerto Riko selang lima hari kemudian.

Pemain berusia 27 tahun ini merasa bersyukur, karena mendapat kesempatan membela timnas Indonesia di bawah asuhan Luis Milla. Meiga menegaskan, ia siap bersaing dengan Satria Tama.

Stefano Lilipaly kembali mendapatkan kesempatan untuk bermain bersama timnas Indonesia. Itu setelah namanya terdaftar dalam 22 pemain yang diajak untuk melakoni pertandingan uji coba internasional kontra Kamboja dan Puerto Rico.

Selain Lilipay, ada empat pemain senior lainnya yang juga dipanggil dalam uji coba tersebut. Mereka adalah Irfan Bachdim, Kurnia Meiga, Fachruddin Aryanto dan Bayu Pradana.

PSSI telah mengumumkan 22 pemain yang dipanggil untuk memperkuat timnas Indonesia melakoni uji coba internasional kontra Kamboja dan Puerto Rico. Namun, dari daftar yang ada tidak ada nama Evan Dimas dan Ezra Walian.

Padahal kedua pemain tersebut merupakan andalan di timnas Indonesia U-22. Buktinya adalah mereka diajak dalam pertandingan uji coba skuat asuhan Milla melawan Persewangi Banyuwangi dan Bali United beberapa hari yang lalu.

Asisten pelatih timnas Indonesia menjelaskan alasannya mengapa Evan serta Ezra tidak turut serta dalam partai kali ini. Menurutnya, keputusan ini diambil setelah tim pelatih melakukan komunikasi dengan semua pihak terkait.

“Ezra saat ini dikasih kesempatan untuk mencari klub, karena saat pelatnas [pemusatan latihan] mengatakan ke coach Milla untuk fokus mencari klub. Ezra juga banyak mendapat tawaran dan ingin mencari klub baru, info yang kami terima baru sejauh itu,” kata Bima saat dihubungi.

“Kalau Evan lebih karena pelatih dan juga kami sudah mengetahui bagaimana kualitas dia dan kami ingin melihat pemain yang dipanggil ini, karena volume Evan ketika bermain di klubnya juga sangat padat dan ada faktor cedera engkel yang dia alami,” ia menambahkan.

Laporan Pertandingan: Vietnam 3-2 Indonesia

Sempat unggul dua kali, Indonesia akhirnya harus mengakui keunggulan tuan rumah Vietnam.

Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam, skor tipis 3-2, pada laga uji coba yang digelar di Stadion My Dinh, Hanoi, Selasa (8/11). Ini menjadi laga uji coba terakhir skuat Merah Putih sebelum terjun di Piala AFF 2016.

Babak pertama

Kedua tim saling menampilkan permainan menyerang sejak menit awal pertandingan. Namun tempo pertandingan di menit-menit awal masih sedang. Dan pertarungan lebih banyak di lini tengah.

Vietnam lebih sering melakukan serangan melalui sisi sayap. Beruntung, para pemain Indonesia mampu meredam agresivitas Le Cong Vinh dan kawan-kawan.

Nguyen Van Quyet memberikan ancaman ke gawang Indonesia lewat sundulannya. Tapi bola masih melenceng dari gawang Indonesia yang dikawal Kurnia Meiga.

Indonesia terlihat kesulitan untuk keluar dari tekanan tim tuan rumah. Skema serangan balik yang dilancarkan bisa terbaca lini pertahanan Vietnam. Boaz Solossa sempat mengancam lewat sepakan kaki kirinya. Tapi bola bisa ditangkap kiper Vietnam Tran Nguyen Manh.

Irfan Bachdim juga mengancam lewat sepakannya di dalam kotak penalti. Tapi bola masih melambung di atas gawang Vietnam.

Hingga akhirnya, melalui skema serangan balik cepat Indonesia berhasil mencuri gol lebih dulu melalui Boaz Solossa pada menit ke-31′. Boaz mampu memanfaatkan bola muntah hasil sepakan Stefano Lilipaly. Skor pun berubah 1-0.

Tertinggal satu gol, Vietnam meningkatkan intensitas serangan mereka. Luong Xuan Truong mengancam lewat sepakannya di dalam kotak penalti. Tapi bola masih membentur tiang gawang.

Upaya Vietnam untuk menyamakan kedudukan akhirnya berbuah gol pada menit ke-45′. Adalah kapten tim Le Cong Vinh yang berhasil membobol gawang Indonesia melalui gol sundulannya. Skor 1-1, bertahan hingga babak pertama berakhir.

Babak kedua

Memasuki babak kedua, kedua tim kembali memainkan skema menyerang. Indonesia kembali unggul pada menit ke-51′ melalui sepakan penalti Irfan Bachdim. Skor pun berubah 2-1, untuk keunggulan tim tamu.

Unggul, Indonesia tak mengendurkan serangan. Meski Vietnam juga mencoba tampil lebih menekan. Boaz kembali mengancam lewat sepakan kaki kirinya dari luar kotak penalti. Tapi kali ini bola mampu ditepis kiper Vietnam Tran Nguyen Manh.

Vietnam terus memberikan tekanan ke lini pertahanan Indonesia. Kali ini, sundulan Dinh Thanh Trung masih menyamping di sisi kiri gawang tim Garuda. Hingga akhirnya, pada menit ke-71′ Vietnam berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2, melalui gol Nguyen Cong Phuong.

Pertandingan semakin berjalan menarik. Kedua tim saling bergantian melakukan serangan. Boaz mengancam lewat tendangan kaki kanannya dari luar kotak penalti, tapi bola masih jauh dari sasaran.

Vietnam akhirnya mampu mengungguli Indonesia pad amenit ke-83′. Adalah Nguyen Van Toan  yang berhasil lepas dari kawalan dua bek Indonesia dan langsung melepaskan tembakan yang mengecoh Kurnia Meiga untuk menjadi gol. Skor pun berubah 3-2.

Di sisa menit yang ada, Vietnam terus tampil menekan. Indonesia pun kesulitan untuk keluar dari tekanan. Hingga pertandingan berakhir, skor tetap 3-2 untuk tim tuan rumah.

Susunan Pemain

Vietnam
Pelatih:
Nguyen Huu Thang

1 Tran Nguyen Manh; 3 Truong Dinh Luat, 4 Dinh Tien Thanh, 8 Nguyen Trong Hoang, 9 Le Cong Vinh, 10 Nguyen Van Quyet, 13 Tran Dinh Dong, 17 Vu Van Thanh, 18 Dinh Thanh Trung, 19 Luong Xuan Truong, 21 Nguyen Van Toan

Cadangan: 2 Au Van Hoan, 5 Sam Ngoc Duc, 6 Vu Minh Tuan, 11 Pham Thanh Luong, 14 Nguyen Huy Hung, 15 Que Ngoc Hai, 16 Nguyen Cong Phuong, 20 Tran Phi Son, 22 Huynh Tuan Linh, 25 Voy Huy Toan, 26 Bui Tien Dung, 27 Nguyen Minh Tung, 28 Le Van Thang, 29 Dang Quang Huy

Indonesia
Pelatih:
Alfred Riedl

1 Kurnia Meiga; 2 Beny Wahyudi, 3 M. Abduh Lestaluhu, 6 Evan Dimas, 7 Boaz Solossa, 13 Rudolof Yanto Basna, 14 Rizky Rizaldi Pora, 16 Fachruddin Wahyudi, 17 Irfan Bachdim, 21 Andik Vermansah, 26 Stefano Lilipaly

Cadangan: 12 Dian Agus Prasetyo, 22 Andritany Ardhiyasa, 4 Abdul Rachman, 5 Manahati Lestusen, 8 Dedi Kusnandar, 9 Lerby Eliandry, 10 Zulham Zamrun, 15 Rizky Pellu, 18 Bayu Gatra, 19 Bayu Pradana, 20 Ferdinand Sinaga, 23 Hansamu Yama Pranata, 25 Dominggus Fakdawer, 27 Septian David Maulana, 28 Gunawan Dwi Cahyo

Laporan Pertandingan: Myanmar 0-0 Indonesia

Timnas Indonesia bermain dengan komposisi pemain yang berbeda ketika menantang Myanmar di Stadion Thuwunna.

Tim nasional Indonesia gagal membawa pulang kemenangan dari markas Myanmar, Stadion Thuwanna, pada laga persahabatan jelang Piala AFF 2016, Jumat (4/11) malam WIB.

Alfred Riedl dalam laga ini memarkir Andik Vermansah dan Irfan Bachdim, kedua pemain tersebut memang baru gabung saat tim tiba di Myanmar.

Selanjutnya, Indonesia akan melakoni partai uji coba melawan timnas Vietnam di Hanoi, 9 November nanti, yang sekaligus partai uji coba terakhir timnas jelang Piala AFF.

Babak Pertama

Timnas Indonesia tak segan menekan pertahanan Myanmar ketika menguasai bola di daerah sendiri. Myanmar sendiri tampil ofensif dan cepat sejak menit awal. Kedua tim mengawali babak pertama dengan tempo serupa.

Sektor sayap jadi wilayah yang dieksplorasi Myanmar. Menit 14′, Boaz Solossa sebenarnya mendapat peluang emas setelah menerima umpan terobosan Evan Dimas kemudian mampu melewati dua pemain lawan. Sayang, tendangannya menyamping.

Myanmar mengancam lewat David Htan, tapi usahanya tak membahayakan gawang Andritany Ardhiyasa. Menit ke-28, Lerby Eliandry mendapat kans usai bekerja sama dengan Bayu Gatra. Tapi usaha Lerby dibuyarkan pemain belakang lawan.

Boaz lagi-lagi mendapat peluang emas setelah mencuri bola dari Phyo Ko. Penetrasi langsung Boaz ke kotak penalti tak mampu dikejar bek Myanmar, tapi kiper Kyaw Zin Phyo berhasil menghalau bola sodoran Boaz.

Hingga paruh pertama usai, skor imbang tanpa gol tak berubah. Kedua tim memberikan permainan terbuka, namun masih tak mampu memaksimalkan peluang atau bahkan sulit membuat peluang matang.

Babak Kedua

Lima menit babak kedua berjalan, Indonesia menciptakan peluang lewat umpan lambung Bayu Pradana yang diteruskan Boaz Solossa dengan bola lob. Sayangnya tak tepat menuju gawang.

Pada menit 62′, Aung Thu coba melepaskan tendangan tapi gagal mengarahkannya ke gawang. Sejurus kemudian, giliran usaha Lerby Eliandry yang mampu diredam bek Myanmar, Zaw Min Tun.

Indonesia bermain lebih cepat seiring masuknya Ferdinand Sinaga dan Rizky Rizal Pora. Tapi barisan pertahanan dari Myanmar nampak cukup solit mengadang tiap bola yang mengarah ke kotak penalti.

Sepuluh menit jelang waktu normal berakhir, Andritany Ardhiyasa mulai dibuat sibuk oleh gempuran Myanmar. Mulai tendangan Maung Maung Lwin hingga penyerang muda Than Paing.

Meski bisa menekan Myanmar, tapi serangan Indonesia belum juga efektif. Tak ada satu pun tembakan yang mengarah ke gawang Myanmar. Enam menit akhirnya diberikan ofisial sebagai perpanjangan waktu.

Menit-menit akhir jadi milik Myanmar sebagaimana kubu tuan rumah tak henti menekan. Bahkan Yanto Basna nyaris melakukan pelanggaran dekat kotak penalti. Untungnya, tak ada gol dari pihak Myanmar dan skor imbang tanpa gol bertahan.

Susunan Pemain

Myanmar: Kyaw Zin Phyo, David Htan, Zaw Min Tun, Nanda Kyaw, Yan Naing Oo, Yan Aung Kyaw, Phyo Ko Ko Thein, Kaung Sat Naing, Win Naing Soei, Aung Thu, Ye Ko Oo.

Indonesia: Andritany Ardhiyasa, Benny Wahyudi, Yanto Basna, Fachruddin, Abduh Lestaluhu, Evan Dimas, Bayu Pradana, Bayu Gatra, Zulham Zamrun, Boaz Solossa, Lerby Eliandry.