Mitra Kukar Terancam Tanpa 5 Pemain Pilar Lawan Sriwijaya FC

Mitra Kutai Kartanegara (Kukar) terancam tanpa lima pemain inti saat menjamu Sriwijaya FC pada pekan ke-22 Torabika Soccer Championship 2016 presented by IM3 Ooredoo di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Minggu (9/10/2016).

Victor Forcada harus pulang ke Spanyol karena ada kerabatnya yang meninggal dunia, Arthur Cunha terkena akumulasi kartu, dan Hendra Bayauw masih dalam tahap pemulihan cedera.

Sedangkan kapten tim, Bayu Pradana dan pemain sayap, Septian David absen karena bergabung dengan Timnas Indonesia untuk laga uji coba kontra Vietnam di Stadion Maguwoharjo, Sleman, 9 Oktober.

Pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra mengakui kondisi tersebut merugikan timnya. Padahal, Naga Mekes akan bersua salah satu tim papan atas di TSC 2016, Sriwijaya FC.

“Lima pemain kami kemungkinan tidak bisa tampil melawan Sriwijaya FC nanti. Empat pemain sudah pasti absen, sedangkan Hendra Bayauw masih kami pantau terus kondisinya,” kata Jafri kepada Bola.com, Rabu (5/10/2016).

Bagi Jafri, laga melawan Sriwijaya FC memang krusial dan wajib dimenangkan karena akan bermain di hadapan publik sendiri. Terlebih, Mitra Kukar punya modal bagus karena belum pernah kalah sepanjang putaran kedua TSC 2016.

Dari empat laga putaran kedua, Mitra Kukar meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Beragam hasil bagus itu membawa tim asal Kalimantan Timur ke peringkat ke-8 klasemen sementara TSC 2016.

“Kami tak ingin, Sriwijaya bangkit di kandang kami. Untuk itu kami akan bermain total dengan pemain yang ada meski kami akui kemungkinan kehilangan lima pemain inti akan merugikan kami juga,” ucap Jafri.

“Namun, saya yakin dengan pemain yang ada kami bisa meraih hasil baagus di kandang sendiri. Saya sudah tekankan ke pemain untuk tampil habis-habisan,” ia melanjutkan.

Berbeda dengan Mitra Kukar, Sriwijaya FC menyambut laga tandang kali ini dengan kondisi negatif setelah takluk 0-4 dari Bhayangkara FC di kandang sendiri, pekan lalu.

Mitra Kukar Vs Sriwijaya FC

Kembali Timpang Saat Lawan Mitra Kukar

PALEMBANG — Meski dipastikan akan kembali diperkuat M Ridwan dan Firman Utina yang sudah kembali usai mengikuti kursus kepelatihan C AFC, namun Sriwijaya FC tetap akan tampil tanpa kekuatan terbaiknya saat menantang Mitra Kukar, Minggu (9/10) sore di stadion GOR Aji Imbut Tenggarong dalam lanjutan kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.

Pasalnya, di laga ini tidak akan diperkuat dua pilar utamanya yakni Fachrudin Ariyanto dan Ichsan Kurniawan yang kembali mendapat panggilan memperkuat timnas Indonesia. Hal ini disampaikan Seketaris PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid setelah mendapatkan surat pemanggilan kedua pemain tersebut dari induk olahraga sepakbola PSSI.

Menurut pria asal Padang ini, surat yang masuk ke pengelola klub PTSOM di tanda tangani oleh Seketaris Jenderal PSSI Azwar Karim dengan nomor surat 768/AGB/143/IX-2016. Surat itu berisi agar klub merelahkan kedua pemain mengikuti TC di stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta dari tanggal 6 – 10 Oktober. “TC untuk persiapan timnas melakukan uji coba menghadapi Vietnam pada tanggal 9 Oktober di stadion Maguwoharjo Sleman,” jelasnya.

Berdasarkan intruksi Presiden Klub Dodi Reza Alex, jajaran direksi PT.SOM sendiri diminta membantu kebutuhan timnas dengan memberikan izin kepada pemain. Hal itu bertujuan untuk mendukung prestasi sepakbola Indonesia di ajang piala AFF Suzuki di Myanmar dan Filipina pada tanggal 19 November hingga 17 Desember mendatang. “Saya juga sudah sampaikan kepada pelatih. Agar kabar ini bisa secepatnya ditindak lanjuti agar tidak mengganggu persiapan tim dilaga berikutnya,”pungkasnya. Saat dikonfirmasi Pelatih SFC Widodo C Putro memang mengkhawatirkan tim apabila tidak bisa tampil full tim. Namun kembali berkumpulnya Firman Utina, M. Ridwan dan Teja Paku Alam membuatnya sedikit lega untuk melepas kedua pilar terbaik ke timnas. “Kita tidak keberatan besok Selasa, (4/10) kita latihan dilapangan untuk recovery. Selain Firman pemain tambahan dari PON juga sudah mulai bergabung,” pungkasnya. (dedi)

MITRA KUKAR:

Laga Berat Menanti, Mitra Kukar Kehilangan Sejumlah Pemain Pilar

Mitra Kukar dipastikan tak akan diperkuat sejumlah pemain pilarnya.

Penyebabnya adalah dikarenakan beberapa hal. Mulai dari pemain yang terbelit cedera seperti Hendra Adi Bayauw, kemudian ada dua pemain yang terkena akumulasi kartu yakni Arifki Eka Putra dan Arthur Cunha Da Rocha. Selain akumulasi kartu, kondisi Arthur juga masih belum pulih dari cedera.

Sementara 2 pemain pilar lainnya yakni kapten tim Bayu Pradana dan Septian David Maulana memenuhi panggilan PSSI untuk latihan sekaligus membela tim nasional Indonesia saat berujicoba dengan Vietnam pada 9 Oktober nanti.

Selain itu, gelandang kelahiran Brazil berpaspor Timor Leste, Fellipe Bertoldo dos Santos, juga masih belum datang ke Tenggarong setelah pulang ke Brazil untuk menghadiri pemakaman ibunya akhir pekan lalu.

Akibat situasi ini, pelatih Mitra Kukar Jafri Sastra terpaksa harus memutar otak untuk mencari formula terbaik dengan memanfaatkan pemain yang ada. “Kondisinya seperti itu, kita akan maksimalkan pemain yang ada,” katanya.

Meski banyak kehilangan pemain pilar, Jafri Sastra tetap optimis timnya mampu meraih hasil maksimal saat menjamu Sriwijaya FC pada Minggu (09/10) mendatang. “Yang pasti kita akan fokus menghadapi Sriwijaya FC. Meski mereka baru kalah 0-4 dari Bhayangkara FC di kandang sendiri, Sriwijaya FC tetaplah tim yang berbahaya dan harus kita waspadai,” ungkapnya. (win)

skuat Mitra Kukar dan pertahanan Jadi Fokus Mitra Kukar Vs Arema Cronus

Pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra mengatakan bakal memperkuat lini belakang timnya saat berhadapan dengan Arema Cronus pada pekan ke-21 Indonesia Soccer Championship (ISC) A di Stadion Gajayana, Jumat (30/9). Itu dilakukan untuk meredam para pemain Singo Edan.

Menurut Jafri, pertahanan timnya terlalu mudah ditembus oleh lawan-lawannya. Terbukti, saat Mitra Kukar mengalahkan PS TNI beberapa waktu lalu, gawang Naga Mekes kebobolan dua kali karena pos belakang kerap kali lowong.

“Di laga terakhir saat Mitra Kukar bersua PS TNI (pertahanan) menjadi bahan evaluasi buat kami. Selain karena permainan anak-anak yang kurang lepas, banyak kesalahan dilakukan lini belakang,” kata Jafri dikutip dari Prokal.

Jafri sendiri berharap Septian David Maulana serta Bayu Pradana bisa segera gabung dengan tim setelah menjalani pemusatan latihan bersama timnas Indonesia di Solo. “Saya harap keduanya segera bergabung di Malang. Mereka menyusul,” tukas dia.

Nor menuturkan Mitra Kukar akan membawa pasukan terbaik untuk laga tersebut. Termasuk, Victor Herrero Forcada dan penjaga gawang Gerri Mandagi yang baru pulih dari cederanya.

Berikut skuat Mitra Kukar ke Malang:

Gerri Mandagi, Shahar Ginanjar, Abdul Gamal, Arthur Cunha, Saepuloh Maulana, Zikri Akbar, Michael Orah, Arifki Eka Putra, Joko Sidik, Dedi Gusmawan, Fillipe Bertoldo, Victor Ferrero Forcada, Bayu Pradana, Septian David Maulana, Hendra Bayauw, M Bachtiar, Dinan Javier, Anindito Wahyu, Marlon da Silva.

Coach Mitra Kukar tetap memasukan Bayu Pradana dan Septian David Maulana Vs Arema

Jafri Sastra Masukkan Dua Nama Pemain Timnas untuk Hadapi Arema

Jafri Sastra Masukkan Dua Nama Pemain Timnas untuk Hadapi Arema – Pelatih kepala Mitra Kukar, Jafri Sastra dikabarkan sudah merancang skema untuk menghadapi Arema Cronus pada pekan ke-21 TSC A 2016 di Stadion Gajayana, Malang, 30 September 2016.

Jafri pun dikabarkan bakal memasukkan nama Bayu Pradana dan Septian David Maulana ke dalam rancangan skemanya. Saat ini kedua pemain tersebut masih mengikuti pelatnas Timnas Indonesia di Solo yang baru akan berakhir pada 27 September mendatang.

“Usai mengikuti pelatnas di Solo mereka harus segera terbang ke Malang, tidak boleh telat. Karena Bayu dan David juga butuh istirahat sebelum menghadapi Arema,” kata Jafri.

Kedua pemain itu pun dikabarkan bakal tiba di Malang pada 28 September. Hal itu berarti keduanya masih bisa istirahat selama satu hari penuh sebelum bertanding melawan tim Singo Edan.

“Saya rasa materi pemain Arema jauh lebih bagus ketimbang putaran pertama. Saat bermain di Tenggarong kami sempat kewalahan untuk menghadapi Arema, apalagi sekarang Arema mendapat dukungan penuh dari suporternya. Tentu mereka akan lebih berbahaya, maka dari itu saya sangat membutuhkan tenaga Bayu dan David,” lanjut sang pelatih.

Mantan pelatih Persipura Jayapura itu juga merasa bersyukur karena ia bisa menurunkan skuat terbaiknya saat menghadapi Arema. Ia juga optimis timnya bisa mempermalukan tim besutan Milomir Seslija di depan pendukungnya sendiri.

Arema Lebih di untungkan jika bermain di Stadion Gajayana Malang Vs Mitra Kukar

30 September 2016
AREMA CRONUS VS MITRA KUTAI KARTANEGARA
Stadion Kanjuruhan, Kab.Malang

Arema Pastikan Lawan Mitra Kukar di Stadion Gajayana malang

Arema menjalani pertandingan kandang menggunakan Stadion Kanjuruan, Kabupaten Malang. Namun belakangan dikeluhkan oleh Aremania-fans Arema, karena letaknya di Kabupaten Malang, cukup jauh dari kota.

Ini membuat Aremania enggan datang ke stadion yang akhirnya setiap Arema bertanding, stadion tak terisi penuh. Berbeda saat mereka main di Gajayana, hampir setiap main stadion penuh penonton.

Arema Cronus akhirnya secara resmi memastikan bakal menjamu Mitra Kukar di Stadion Gajayana, Malang pada laga lanjutan TSC A 2016 30 September mendatang.

Lokasi Stadion Gajayana memang lebih mudah dijangkau karena letaknya yang tepat baarda di tengah pusat kota. Selain itu, Stadion Kanjuruhan juga sedang ada even motocross internasional.

“Kami sudah berkomunikasi dengan PT GTS (operator TSC). Sekarang kami hanya tinggal melakukan pengecekan kondisi lapangan dan lampu,” kata Media Officer Arema, Sudarmaji.

Pengecekan lampu dan lapangan baru saja dilakukan pada Jum’at (23/09) malam, dimana Abdul Haris selaku ketua panpel Arema langsung turun tangan untuk melakukan pengecekan.

“Tadi kami sudah melihat kondisi penerangan, lampunya 900 luks dan saya rasa itu sudah memenuhi. Karena untuk event nasional lampunya minimal 800 luks dan kalau AFC minimal 1200 luks,” kata Sudarmadji.

Namun untuk lapangan, panpel meminta agar pengelola stadion melakukan sedikit perbaikan karena kondisi lapangan yang masih terlalu keras.

“Akan dilakukan perbaikan terkait kondisi lapangan. Karena saya rasa lapangan di Stadion Gajayana terlalu keras,”  pungkasnya.